Dokumen Perubahan Nama Malut United Jadi Jateng United Beredar, Sejumlah Kejanggalan Picu Pertanyaan Publik

- Wartawan

Jumat, 19 Juni 2026 - 18:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id Jagat sepak bola Maluku Utara tengah diramaikan oleh beredarnya sebuah dokumen yang mengatasnamakan PT Malut Maju Sejahtera terkait perubahan identitas Malut United FC menjelang kompetisi musim 2026–2027.

Dokumen tersebut berisi pemberitahuan kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengenai perubahan nama klub dari Malut United FC menjadi Jateng United FC, sekaligus pemindahan home base dari Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, ke Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah.

Surat yang bertanggal 17 Juni 2026 itu menyebutkan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi internal antara pengurus badan hukum dan manajemen klub. Dalam dokumen tersebut juga disebutkan bahwa perubahan nama dan domisili klub dilakukan dengan mengacu pada ketentuan PSSI mengenai perubahan nama, domisili, dan kepemilikan badan hukum klub anggota.

Jika benar terjadi, perubahan tersebut tentu menjadi kabar besar bagi masyarakat Maluku Utara. Pasalnya, Malut United selama ini dikenal sebagai salah satu representasi sepak bola daerah yang berhasil menembus level tertinggi kompetisi nasional dan mendapatkan dukungan luas dari masyarakat.

Namun di tengah ramainya perbincangan mengenai kemungkinan relokasi klub tersebut, sejumlah pihak mulai menyoroti berbagai kejanggalan yang terdapat dalam dokumen yang beredar.

Kemiripan dengan Dokumen Klub Lain

Salah satu hal yang paling banyak diperbincangkan adalah munculnya dokumen lain yang memiliki format hampir identik dengan surat perubahan nama Malut United.

Dokumen kedua tersebut mengatasnamakan PT Komposisi Enam Penjaga dan berisi pemberitahuan perubahan nama Adhyaksa FC menjadi Persiter. Menariknya, kedua dokumen memiliki banyak kesamaan yang sulit diabaikan.

Mulai dari tanggal surat yang sama, nomor surat yang serupa, susunan paragraf yang identik, alamat perusahaan yang sama, hingga nama pejabat yang menandatangani dokumen juga tercatat sama, yakni Dirk Soplanit dan Zainuddin Umasangadji.

Perbedaan yang terlihat hanya terletak pada nama perusahaan, nama klub, dan lokasi home base yang disebutkan dalam isi surat.

Kemiripan tersebut memunculkan tanda tanya di kalangan pengamat maupun warganet. Sebab dalam praktik administrasi organisasi profesional, setiap badan hukum biasanya memiliki format, nomor registrasi, dan identitas surat yang berbeda meskipun substansi pemberitahuannya serupa.

Nama Perusahaan yang Menjadi Sorotan

Perhatian publik juga tertuju pada nama badan hukum yang tercantum dalam dokumen kedua, yakni PT Komposisi Enam Penjaga.

Nama tersebut dianggap tidak lazim sebagai identitas sebuah perusahaan yang mengelola klub sepak bola profesional. Di media sosial, sejumlah pengguna bahkan menilai nama tersebut terdengar seperti istilah taktik dalam sepak bola daripada nama badan usaha yang sesungguhnya.

Hal ini semakin memunculkan spekulasi bahwa salah satu dokumen yang beredar mungkin merupakan hasil modifikasi atau bahkan dibuat untuk tujuan satire dan hiburan di media sosial.

Status Persiter yang Membingungkan

Kejanggalan lain muncul pada dokumen yang menyebut perubahan nama Adhyaksa FC menjadi Persiter.

Dalam surat tersebut tertulis bahwa klub akan menggunakan nama Persiter, namun domisili dan home base yang dicantumkan masih berada di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan baru mengenai hubungan antara identitas klub yang disebutkan dengan domisili yang tetap dipertahankan. Tidak ada penjelasan tambahan dalam dokumen mengenai alasan penggunaan nama baru tersebut maupun keterkaitannya dengan lokasi yang dicantumkan.

Belum Ada Konfirmasi Resmi

Hingga dokumen tersebut beredar luas, belum terlihat adanya keputusan resmi dari PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang menyatakan bahwa perubahan nama Malut United menjadi Jateng United telah disetujui.

Padahal dalam mekanisme organisasi sepak bola nasional, perubahan identitas klub umumnya memerlukan proses administrasi dan pengesahan dari otoritas terkait sebelum dapat digunakan dalam kompetisi resmi.

Dokumen yang beredar saat ini masih berupa surat pemberitahuan dari pihak badan hukum kepada PSSI. Artinya, keberadaan surat tersebut belum dapat secara otomatis dianggap sebagai bukti bahwa perubahan nama dan perpindahan home base telah memperoleh persetujuan.

Respons Publik Beragam

Di media sosial, reaksi publik terhadap dokumen tersebut terbelah. Sebagian mengaku terkejut dengan kemungkinan berpindahnya klub yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat Maluku Utara.

Namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan keaslian dokumen karena berbagai kejanggalan yang ditemukan. Beberapa pengguna media sosial bahkan membandingkan kedua surat yang beredar dan menyoroti kesamaan format serta isi dokumen yang dinilai terlalu identik.

Perdebatan semakin ramai karena hingga kini belum ada pernyataan resmi yang memberikan klarifikasi menyeluruh mengenai dokumen tersebut.

Menunggu Kepastian

Terlepas dari berbagai spekulasi yang berkembang, masyarakat dan pecinta sepak bola Maluku Utara kini menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.

Apakah Malut United benar-benar akan berganti nama menjadi Jateng United dan bermarkas di Jawa Tengah, ataukah dokumen yang beredar tersebut masih merupakan bagian dari proses administrasi yang belum final, masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.

Yang pasti, beredarnya dokumen tersebut telah memantik diskusi luas mengenai masa depan klub, identitas sepak bola daerah, serta pentingnya transparansi informasi dalam setiap proses perubahan yang melibatkan klub.

(Riff)

Berita Terkait

NPCI dan Pemprov Malut Sepakat Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Menuju Peparnas 2028
Sosialisasi Aturan Domino, ORADO Kota Ternate Gelar Fun Mini Tournament
Resmi Ditutup Sekda, KONI Haltim Dorong Dodaga Cup I Dipastikan Jadi Agenda Tahunan
ORADO Malut dan Korem 152/Baabullah Bahas Kolaborasi Turnamen Domino Sambut HUT TNI ke-81
Bupati Cup 2026 Gunakan Format Baru, Satu Kecamatan Satu Tim
Atlet Haltim Panen Bonus HUT RI ke-81, KONI Fokus Perkuat Pembinaan
Wakil Ketua KONI Halsel Apresiasi Babang Cup II, Dinilai Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
Bassam Kasuba Buka Turnamen Pemuda Babang Cup II 2026, Diikuti 51 Tim dari Berbagai Kecamatan

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru