DLH Morotai Diduga Minta Rp10 Juta kepada PT Intimkara dengan Mengatasnamakan Wartawan

Tangkapan layar percakapan memuat nominal Rp10 juta, sementara manajemen PT Intimkara mengaku pernah mendengar adanya permintaan uang dari DLH Morotai. Belum ada bukti yang memastikan uang tersebut diterima DLH atau wartawan.

Tangkapan layar percakapan WhatsApp. Dok. Istimewa.

MOROTAI, HabarIndonesia.id – Dugaan permintaan uang sebesar Rp10 juta kepada PT Intimkara yang disebut mengatasnamakan wartawan mencuat di Kabupaten Pulau Morotai. Dugaan itu muncul setelah Ketua Satgas Morotai, Saiful Paturo, membagikan sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp yang disebut berkaitan dengan komunikasi pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Morotai dan PT Intimkara.

Dalam salah satu tangkapan layar yang dibagikan Saiful, terlihat nominal Rp10.000.000. Pada percakapan berikutnya terdapat pesan yang menyebut bukti percakapan dengan pihak yang disebut meminta uang.

“Mksdnya bukti percakapan degn mereka yang minta duit pak,” demikian isi pesan tersebut, disusul sebuah pesan yang telah dihapus. Pada tangkapan layar lain juga terlihat percakapan mengenai pencarian nomor rekening dengan kalimat, “Ini mau cari norek dlu.”

Namun, identitas lengkap pihak yang terlibat dalam percakapan tersebut tidak terlihat jelas karena sebagian informasi pada tangkapan layar telah ditutup. Bukti itu juga belum menunjukkan secara langsung bahwa uang Rp10 juta telah diterima DLH maupun wartawan.

Dugaan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada Manajer Lapangan PT Intimkara, Wandi, saat ditemui di lokasi perusahaan, Minggu (16/8/2026). Wandi mengaku tidak mengetahui secara pasti mengenai uang Rp10 juta tersebut.

“Saya tidak tahu soal uang itu,” kata Wandi.

Ketika ditanyakan apakah uang tersebut berasal dari PT Intimkara, Wandi meminta agar persoalan itu dikonfirmasi kepada pihak DLH.

“Coba tanyakan ke DLH,” ujarnya.

Meski mengaku tidak mengetahui kelanjutan persoalan uang tersebut, Wandi mengatakan dirinya pernah mendengar adanya permintaan uang dari pihak DLH kepada PT Intimkara.

“Yang saya sempat dengar atau yang saya tahu, memang DLH pernah minta uang ke Intimkara. Tapi kelanjutannya saya tidak tahu, apakah DLH bersama wartawan atau DLH sendiri,” ungkapnya.

Pernyataan Wandi menambah konteks terhadap dugaan yang tengah berkembang. Namun, tangkapan layar yang dibagikan Saiful tidak memperlihatkan identitas pihak secara utuh dan belum dapat memastikan siapa penerima Rp10 juta tersebut.

Selain tangkapan layar terkait dugaan uang Rp10 juta, Saiful Paturo juga membagikan tangkapan layar lain berupa percakapan pribadi antara Kepala DLH Morotai, Nurhayati, dan salah satu wartawan.

Percakapan tersebut disebut berlangsung sekitar dua bulan sebelum munculnya bukti nominal Rp10 juta. Dalam percakapan itu, wartawan terlihat melakukan konfirmasi kepada Nurhayati terkait pemberitaan dan rencana bertemu di kantor DLH.

Dalam salah satu balasannya, Nurhayati membahas persoalan keuangan, bendahara, dan proses pencairan dana.

“Sy mohon maaf adik klu terkait keuangan sy ni bru masuk, di bendahara sendiri trd doi sy yg bingung dan proses pencairan musti menunggu perubahan sistem…” demikian bagian percakapan tersebut.

Namun, percakapan antara Nurhayati dan wartawan itu tidak menyebut nominal Rp10 juta maupun PT Intimkara. Karena itu, percakapan tersebut tidak dapat dianggap sebagai bukti langsung terkait dugaan uang Rp10 juta, melainkan informasi lain yang turut dibagikan Saiful Paturo.

Terpisah, awak media kembali mengonfirmasi Kepala DLH Morotai, Nurhayati, melalui WhatsApp, Minggu (16/8/2026).

Nurhayati belum memberikan penjelasan rinci mengenai dugaan uang Rp10 juta tersebut. Ia hanya menjawab, “Nanti kita ketemu deng Nagana.”

Ketika ditanyakan mengenai wartawan yang disebut-sebut dalam persoalan tersebut, Nurhayati mengatakan, “Soal wartawan saya tidak tahu, tapi yang saya tahu Intimkara pernah hubungi saya.”

Nurhayati juga menyampaikan bahwa dirinya sedang sakit dan baru pulang dari rumah sakit sehingga belum dapat bertemu langsung untuk memberikan penjelasan.

Dugaan permintaan uang Rp10 juta tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Tangkapan layar yang identitasnya tidak utuh belum membuktikan siapa penerima uang, sementara keterangan Wandi mengenai adanya permintaan uang dari DLH kepada PT Intimkara belum dapat memastikan bahwa permintaan tersebut berkaitan dengan nominal Rp10 juta.

Belum pula diketahui untuk kepentingan apa uang tersebut diminta, siapa yang meminta, serta apakah benar nama wartawan digunakan dalam permintaan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan yang memastikan bahwa uang Rp10 juta telah diterima oleh DLH maupun wartawan. Dugaan tersebut masih membutuhkan pembuktian dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebut.

(Sufandi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *