Technical Meeting Balap Sepeda Porprov V Digelar, ISSI Malut Pastikan Keselamatan Jadi Fokus Utama

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: null; brp_mask:0; brp_del_th:null; brp_del_sen:null; delta:null; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 41;

HALUT – HabarIndonesia.id – Persiapan cabang olahraga balap sepeda pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku Utara 2026 di Kabupaten Halmahera Utara memasuki tahapan penting dengan digelarnya technical meeting yang dipimpin Ketua ISSI Maluku Utara sekaligus Ketua Ikatan Cycling Federation (ICF) Maluku Utara, Ghifari Bopeng, senin (8/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan pertandingan balap sepeda yang akan berlangsung di Halmahera Utara pada hari selasa pagi pukul 07:30 Wit tanggal 8 Juni 2026.

Hadir dalam rapat teknis itu perwakilan kabupaten/kota peserta, dewan hakim, juri, komiser, pengurus ISSI, hingga unsur keamanan yang terlibat dalam pengamanan jalur perlombaan.

Dalam arahannya, Ghifari menegaskan bahwa pelaksanaan pertandingan harus mengedepankan aspek regulasi dan keselamatan seluruh peserta.

Menurutnya, technical meeting sengaja melibatkan dewan hakim secara langsung untuk mengantisasi potensi persoalan teknis yang dapat memicu sengketa saat pertandingan berlangsung.

“Kami tidak ingin ada persoalan yang berulang saat perlombaan berlangsung. Karena itu, kami menghadirkan dewan hakim dan juri agar semua persoalan teknis bisa diselesaikan sejak awal sehingga setelah perebutan medali tidak ada lagi protes dari daerah peserta,” ujar Ghifari.

Selain membahas aturan pertandingan, Ghifari juga menyampaikan perkembangan positif olahraga balap sepeda di Maluku Utara.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah atlet peserta pada Porprov V mengalami peningkatan signifikan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Lanjutnya, jika pada Porprov sebelumnya hanya diikuti empat pembalap, kali ini jumlah peserta meningkat menjadi 23 atlet ditambah 19 peserta kategori Master Open.

Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi indikator berkembangnya cabang olahraga balap sepeda yang masih tergolong baru di Maluku Utara.

“Dulu hanya empat pembalap yang ikut bertanding, tetapi sekarang meningkat menjadi 23 atlet. Ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan menjadi semangat baru bagi kami untuk terus membangun cabang olahraga sepeda di Maluku Utara,” katanya.

Meski demikian, Ghifari menilai jumlah peserta sebenarnya berpotensi lebih banyak apabila seluruh daerah dapat menyelesaikan administrasi tepat waktu.

Lebih jauh kata dia, beberapa kabupaten/kota disebut belum dapat berpartisipasi akibat keterlambatan penginputan data serta keterbatasan anggaran.

Ia berharap pada pelaksanaan Porprov mendatang keterlibatan daerah semakin meningkat sehingga seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara dapat ambil bagian dalam kompetisi balap sepeda.

Menurutnya, penyelenggaraan balap sepeda bukan sekadar agenda perebutan medali, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pengembangan olahraga di daerah.

Sementara itu, Dewan Hakim KONI Maluku Utara, Rizal, menegaskan seluruh bentuk protes selama pelaksanaan pertandingan harus mengikuti mekanisme resmi dan disampaikan secara tertulis kepada hakim pertandingan.

Menurutnya, prosedur tersebut merupakan bagian dari penerapan aturan nasional yang wajib dipatuhi seluruh peserta dan kontingen.

“Protes harus disampaikan secara tertulis melalui hakim. Jangan hanya secara lisan, karena seluruh proses pertandingan sudah mengacu pada standar nasional,” tegas Rizal.

Pada kesempatan yang sama, jajaran Polres Halmahera Utara juga menyoroti aspek keamanan jalannya perlombaan.

Kasat Lantas Polres Halmahera Utara, Iptu Moch Thilio Bintang Onasis, S.Tr.KT., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah melihat Polres Halmahera Utara dalam ajang balap sepeda terkait dengan pengamanan serta pengaturan izin penggunaan jalan selama pelaksanaan balap sepeda.

Ia menekankan bahwa tujuan utama dari perlombaan bukan hanya mengejar kemenangan, melainkan memastikan seluruh atlet dapat bertanding dengan aman hingga garis akhir.

“Keselamatan dalam perlombaan bukan hanya soal meraih juara satu, dua, atau tiga. Yang paling penting adalah keselamatan atlet. Jangan sampai hanya mengejar kemenangan, tetapi keselamatan diabaikan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan seluruh marshal, panitia, tim pelatih, dan atlet agar mematuhi setiap arahan petugas di lapangan demi mencegah potensi kecelakaan selama perlombaan berlangsung.

Ia menjelaskan jalur yang digunakan peserta merupakan akses utama kendaraan dari Tobelo menuju Sofifi sehingga membutuhkan perhatian dan koordinasi ekstra dari seluruh pihak demi menjamin keamanan dan kelancaran pertandingan.

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *