Resmikan Panen Perdana, Sarbin Sehe, Malut Genjot Budidaya Udang Vaname di Desa Tuada

- Wartawan

Jumat, 15 Mei 2026 - 15:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALBAR – HabarIndonesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara resmi memulai pengembangan budidaya udang vaname sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Komitmen tersebut ditandai dengan panen perdana udang vaname yang digelar di Desa Tuada, Kabupaten Halmahera Barat. Jumat (15/05/26).

Panen perdana yang dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan BUMDes Jiko Banau itu berhasil menghasilkan sekitar 1,5 ton udang vaname berkualitas melalui sistem budidaya semi intensif. Hasil panen tersebut akan dipasarkan dengan harga Rp100 ribu per kilogram.

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengatakan pengembangan budidaya udang vaname tidak semata-mata ditujukan untuk menambah pemasukan daerah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu membangun usaha perikanan yang berkelanjutan.

“Sektor budidaya perikanan, khususnya udang vaname, memiliki peluang ekonomi yang sangat besar apabila dikelola secara konsisten dan berkesinambungan,” ujar Sarbin.

Menurutnya, potensi sumber daya kelautan Maluku Utara yang melimpah harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik serta strategi pemasaran yang tepat agar hasil perikanan daerah memiliki nilai jual yang kompetitif di pasar.

Selain itu Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhammad, menambahkan bahwa budidaya udang vaname menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di Desa Tuada.

“Desa Tuada sudah sejak lama dikenal sebagai desa nelayan. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat melalui program Desa Nelayan Merah Putih,” kata Djufri.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara, Fauzi Momole, menjelaskan bahwa sistem semi intensif merupakan metode pembesaran udang yang memadukan penggunaan pakan buatan dengan produktivitas alami seperti fitoplankton, serta didukung aerasi mekanik menggunakan kincir atau circulator.

Menurut Fauzi, sistem ini menggunakan padat tebar sedang dengan kedalaman kolam sekitar 80 hingga 100 sentimeter, sehingga cocok bagi petambak yang ingin meningkatkan produktivitas tanpa kompleksitas sistem intensif penuh.

“Metode ini sangat tepat diterapkan oleh masyarakat karena mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi dibanding sistem ekstensif, namun tetap mudah dikelola,” jelasnya.

Menutup arahannya, Sarbin menegaskan bahwa penguatan ekonomi nelayan harus dilakukan secara terintegrasi, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kampung nelayan sebagai pusat produksi, pengolahan, dan pemasaran hasil perikanan rakyat.

Melalui panen perdana ini kata Sarbin, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembangunan ekonomi berbasis kelautan melalui konsep ekonomi biru yang mengedepankan kearifan lokal dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menyampaikan, Keberhasilan panen perdana udang vaname di Desa Tuada diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Maluku Utara dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui program ketahanan pangan yang produktif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendongkrak PAD daerah.

(Gus)

Berita Terkait

SAMURAI Minta Pemprov Malut Usut Dugaan Permainan Harga Kelapa dan Lindungi Petani Halut
BRI Cabang Ternate Sosialisasikan Layanan QLola dan Pinjaman Multiguna kepada Pegawai Kejati Maluku Utara
Haltim Jadi Tuan Rumah HKG PKK ke-54, Produk Unggulan Desa Siap Dipamerkan 11 Kontingen
BRI Ternate Buka Kesempatan Magang bagi Lulusan Muda melalui BRILiaN Internship Program
Perjuangkan Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Daerah, PUPR Malut Bahas Konektivitas Jalan Bersama DPD RI
BRI dan Dinas Perikanan Halbar Salurkan Kartu KUSUKA, Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Pesisir
Pasokan Ikan Melonjak, Koperasi Sigaro Malaha Mandiri Catat Pengumpulan 20 Ton dalam Sepekan
Gelar Rakor, Baznas Haltim Sepakati Infak dan Sedekah Rp20 Ribu bagi ASN yang Belum Penuhi Nisab Zakat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIT

SAMURAI Minta Pemprov Malut Usut Dugaan Permainan Harga Kelapa dan Lindungi Petani Halut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:15 WIT

BRI Cabang Ternate Sosialisasikan Layanan QLola dan Pinjaman Multiguna kepada Pegawai Kejati Maluku Utara

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23 WIT

BRI dan Dinas Perikanan Halbar Salurkan Kartu KUSUKA, Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Pesisir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Sekda Haltim Tekankan Empat Kunci Pengendalian Inflasi, Harga, Pasokan, Distribusi dan Komunikasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:44 WIT

10 Kopdes Merah Putih Ternate Lolos Verifikasi, Pemkot Disiapkan Jadi Pengerak Ekonomi Kelurahan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:51 WIT

Isu Pungli KUR Nelayan di Halbar Beredar, BRI Pastikan Penyaluran Sesuai Prosedur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:39 WIT

Sekda Ricky, Pemkab Haltim Komitmen Tekan Stunting, Insentif Disalurkan kepada 404 Penerima

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:51 WIT

99 Warga Maba Tengah Terima Insentif, Sekda Haltim Tegaskan Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak

Berita Terbaru