Taruna Ikrar Siapkan Peta Jalan Kemandirian Kesehatan Nasional, BPOM Hubungkan Riset, Industri, dan Pasar

- Wartawan

Jumat, 11 September 2026 - 20:37 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Taruna Ikrar saat menyampaikan pidato tentang peta jalan kemandirian kesehatannasional dan hilirisasi riset berbasis bahan alam dalam Dialog Kebangsaan Rakyat Sehat Negara Kuat di Jakarta. (11/09/26). Dok. Istimewa

Taruna Ikrar saat menyampaikan pidato tentang peta jalan kemandirian kesehatannasional dan hilirisasi riset berbasis bahan alam dalam Dialog Kebangsaan Rakyat Sehat Negara Kuat di Jakarta. (11/09/26). Dok. Istimewa

JAKARTA, HabarIndonesia.id — Di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan nasional di berbagai sektor, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Taruna Ikrar mengingatkan bahwa kesehatan harus ditempatkan sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.

Bukan hanya karena kesehatan menentukan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga karena kesehatan merupakan investasi strategis yang menentukan daya saing dan masa depan Indonesia.

Pesan itu disampaikan Taruna Ikrar dalam Dialog Kebangsaan bertema “Rakyat Sehat, Negara Kuat” yang diselenggarakan Forum Masyarakat Indonesia Emas (FORMAS) di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dalam forum tersebut, ia memaparkan arah baru yang sedang dibangun BPOM untuk mempercepat transformasi sektor kesehatan nasional melalui penguatan inovasi, hilirisasi riset, dan pengembangan Obat Berbahan Alam berbasis bukti ilmiah.

Menurut Taruna, negara yang kuat hanya dapat dibangun oleh rakyat yang sehat, produktif, dan memiliki kemampuan untuk berkontribusi terhadap pembangunan.

“Kebijakan kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada pengobatan ketika masyarakat sakit, melainkan harus mencakup promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pengobatan, dan pemulihan secara terpadu,” Ujar Taruna Ikrar.

Lanjutnya, dalam kerangka itulah BPOM menjalankan fungsi strategisnya. Tidak hanya memastikan keamanan, mutu, dan manfaat produk yang beredar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem inovasi kesehatan nasional yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan berdaya saing global.

Taruna Ikrar melihat Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu kekuatan dunia dalam pengembangan produk kesehatan berbasis bahan alam.

“Dengan sekitar 31.000 sumber daya hayati yang berpotensi dikembangkan menjadi produk kesehatan, Indonesia memiliki modal yang sangat besar untuk membangun kemandirian sekaligus memperkuat ekonomi nasional,” Katanya.

Namun potensi itu, menurutnya, tidak cukup hanya dibanggakan. Produk berbasis bahan alam harus dibangun melalui pendekatan ilmiah yang ketat, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, standar mutu, keamanan penggunaan, hingga pembuktian manfaat yang sesuai dengan klaimnya.

“Karena itu BPOM mendorong perubahan paradigma dari pendekatan tradisional menuju pendekatan berbasis sains. Perubahan istilah dari “Obat Tradisional” menjadi “Obat Berbahan Alam” mencerminkan komitmen untuk menghadirkan produk yang semakin ilmiah, terpercaya, dan mampu bersaing di tingkat global,” Ucapnya.

Menurutnya, meski Indonesia memiliki lebih dari 20.964 produk jamu yang terdaftar, jumlah produk yang berhasil naik kelas masih relatif terbatas. Data BPOM menunjukkan baru terdapat 72 produk Obat Herbal Terstandar dan 25 produk Fitofarmaka.

Bagi Taruna, angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan lagi pada kuantitas, melainkan bagaimana meningkatkan kualitas pembuktian ilmiah agar produk nasional memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Di sinilah pentingnya hilirisasi riset. Taruna menilai terlalu banyak hasil penelitian yang berakhir sebagai publikasi akademik atau prototipe tanpa pernah berkembang menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Padahal, kata dia, industri membutuhkan inovasi yang siap dikembangkan dan masyarakat membutuhkan produk kesehatan yang aman serta terbukti manfaatnya.

Ia juga menyampaikan, untuk menjembatani kesenjangan tersebut, BPOM meluncurkan BRIDGE (Bersinergi dalam Riset Inovatif, Berdaya Saing Global, dan Ekspansi Pasar), sebuah platform yang dirancang untuk mempertemukan peneliti dengan dunia usaha agar hasil riset dapat lebih cepat memasuki proses hilirisasi dan komersialisasi.

“Melalui pendekatan itu, BPOM ingin memastikan bahwa riset tidak berhenti di meja laboratorium. Penelitian harus berkembang menjadi inovasi, inovasi harus menjadi produk yang memenuhi standar, dan produk yang memiliki bukti ilmiah kuat harus memperoleh peluang lebih besar untuk digunakan dalam pelayanan kesehatan nasional,” Pungkasnya.

Dalam jangka panjang, lanjut Taruna, BPOM juga mendorong lebih banyak Obat Berbahan Alam berbasis bukti masuk ke Formularium Nasional sehingga dapat diakses masyarakat melalui sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ia juga mengatakan, langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar membangun kemandirian kesehatan Indonesia yang bertumpu pada kekuatan riset dan sumber daya dalam negeri.

Taruna menegaskan bahwa agenda sebesar ini tidak mungkin diselesaikan oleh satu lembaga. Perguruan tinggi, industri, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, dan pemerintah harus bergerak dalam satu ekosistem yang saling terhubung.

Karena itu, ia mendorong pembentukan kolaborasi lintas sektor yang lebih terstruktur untuk mengawal riset, mempercepat hilirisasi, dan memperkuat produksi nasional.

Di hadapan para pemangku kepentingan yang hadir, Taruna menitipkan tiga pesan utama. Pertama, kesehatan harus dipandang sebagai investasi strategis bangsa.

Kedua, kekayaan alam Indonesia harus dikembangkan melalui ilmu pengetahuan agar menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing.

Dan yang ketiga, menurutnya, kolaborasi harus menghasilkan langkah nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Lanjutnya, visi tersebut menunjukkan bahwa BPOM di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar tidak hanya ingin menjadi regulator yang mengawasi produk kesehatan.

Lebih dari itu, kata dia, BPOM sedang membangun sebuah peta jalan yang menghubungkan riset, industri, dan pasar dalam satu rantai nilai yang utuh.

“Tujuannya jelas mempercepat lahirnya inovasi kesehatan nasional, memperkuat daya saing produk Indonesia, dan pada akhirnya mewujudkan kemandirian kesehatan nasional yang menjadi fondasi bagi negara yang kuat,” Tutupnya.

(Wan)

Berita Terkait

Resmi Gedung Jantung Terpad Gubernur Sherly, Pasien Darurat Harus Ditangani Tepat di Malut
Ubaid Yakub, Bantuan Ibu Hamil dan Penguatan Fasilitas Kesehatan Antar Haltim Raih Penghargaan Nasional
Kejari Haltim, Warga Bisa Ikut Operasi Gratis Katarak dan Hernia di Ternate
Sekda Ricky, Pemkab Haltim Komitmen Tekan Stunting, Insentif Disalurkan kepada 404 Penerima
DPRD Morotai Desak Pemda Segera Bayar Tunggakan Klaim BPJS Empat Bulan demi Hak Tenaga Kesehatan
Peringati HANI 2026, BNN Morotai dan Forkopimda Perkuat Sinergi Cegah Peredaran Narkotika
Pemkab Haltim Perkuat Layanan Kesehatan, RSUD Maba Digenjot Jadi Rumah Sakit Tipe C
Komisi III DPRD Morotai Ultimatum Kontraktor dan Dinkes, Desak Pembayaran Upah Pekerja Lab Kesmas

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:37 WIT

Bawa Aspirasi Pendidikan dan Kesehatan, DPRD Ternate Temui Komite III DPD RI

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:52 WIT

Hasby Yusuf Salurkan Bantuan Al-Qur’an, Iqra dan Sarung untuk Warga Desa Goro-Goro

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:12 WIT

DPRD Halsel Bongkar Polemik Kusu Island Resort, Pengelola Bakal Dipanggil

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:37 WIT

Zulkifli Hasan Lantik Pengurus PAN Maluku Utara, Kasman Instruksikan Kader Kerja Politik Ekstra

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:14 WIT

KPU Halsel dan Pemda Teken NPHD Non-Tahapan Pemilihan 2026 Senilai Rp264,488 Juta

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:52 WIT

ADD Desember 2025 di Morotai Belum Cair, Kepala BKAD Belum Beri Penjelasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:44 WIT

Program Jumat Berkah Hasby Yusuf Hadirkan Kebahagiaan, Ratusan Jamaah Terima Paket Makanan

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:26 WIT

Muksin Thalib Diduga Belum Penuhi Syarat Pencalonan Ketua Kadin Malut

Berita Terbaru

Kantor Dinas PUPR Haltim Saat Terbakar. (10/09/26). Dok. M. Dzarik

Daerah

Siang Bolong, Kantor PUPR Halmahera Timur Dilalap Api

Kamis, 10 Sep 2026 - 20:24 WIT

Pelabuhan Ahmat Yani Kota Ternate. (10/09/26). Dok. Agis

Perikanan dan Kelautan

Bongkar Muat Peti Kemas Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Tumbuh hingga 5 Persen

Kamis, 10 Sep 2026 - 20:07 WIT