Kejari Pulau Taliabu Tahan PPK dan Direktur, PT.MS Terkait Dugaan Korupsi Pembangunan MCK

- Wartawan

Senin, 17 Februari 2025 - 09:39 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate-Habarindonesia. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pulau Taliabu menahan Supraydno, yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK) tahun anggaran 2022, yang diduga terlibat dalam kasus korupsi. Kasus ini berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan anggaran sebesar Rp3,6 miliar untuk pembangunan MCK di wilayah tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu, Nur Winardi, mengonfirmasi penahanan Supraydno dalam kasus ini. Ia menyatakan bahwa sebelumnya, pejabat tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan korupsi dalam anggaran pembangunan MCK senilai Rp3,6 miliar.

Penahanan tersebut dilakukan setelah dua kali Supraydno gagal menghadiri panggilan penyidik. Namun, pada panggilan ketiga, Supraydno akhirnya hadir bersama MR, Direktur PT. MS, yang juga terlibat dalam perkara ini. Nur Winardi menjelaskan bahwa pemeriksaan sekaligus dilakukan penahanan terhadap kedua tersangka tersebut.

“Saat ini, kami melakukan pemeriksaan kepada saudara S sebagai PPK dan Direktur PT. MS yang berinisial MR di kantor Kejari Ternate,” ujar Nur Winardi saat ditemui di Kejari Ternate pada Senin, 17/2/2025. Menurutnya, Supraydno bersama MR ditahan di Rumah Tahanan Kelas IIB Ternate selama 20 hari ke depan.

Dalam kasus ini, sebelumnya telah ada dua tersangka yang sudah ditahan lebih dahulu, sehingga dengan penahanan Supraydno dan MR, jumlah tersangka dalam kasus ini menjadi empat orang. Kejari Pulau Taliabu berjanji akan terus menindaklanjuti penyidikan ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Nur Winardi juga menyampaikan bahwa dalam perkembangan penyidikan ini, tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka tambahan. “Kami akan terus melakukan pengembangan penyidikan, dan jika diperlukan, akan ada tambahan tersangka lainnya,” Ungkapnya.

Berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI), ditemukan kerugian negara yang mencapai Rp3,6 miliar dari total anggaran pembangunan MCK yang seharusnya mencapai Rp4,3 miliar. Penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap uang senilai lebih dari Rp200 juta yang berasal dari perusahaan-perusahaan yang menerima fee terkait proyek tersebut.

Supraydno dan MR kini dijerat dengan berbagai pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Mereka disangkakan melanggar Pasal 2, Pasal 3, Pasal 18, dan Pasal 55 KUHP terkait tindak pidana korupsi.

Pihak Kejaksaan Negeri Pulau Taliabu menegaskan bahwa mereka akan terus berkomitmen untuk mengungkap kasus ini dengan transparan dan sesuai dengan hukum yang berlaku, demi memulihkan kerugian negara akibat tindakan korupsi tersebut. “Kami akan terus berusaha maksimal untuk menyelesaikan kasus ini dengan tepat waktu,” tegasnya.

Nur Winardi mengakhiri penjelasannya dengan menyatakan bahwa upaya penegakan hukum ini merupakan langkah nyata untuk memberantas korupsi dan memastikan keadilan bagi masyarakat Pulau Taliabu.
(Opal)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru