Sekda Haltim Tekankan Empat Kunci Pengendalian Inflasi, Harga, Pasokan, Distribusi dan Komunikasi

- Wartawan

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Haltim, Ricky Chairul Richfat, saat mewakili Bupati Haltim membuka HLM, TPID, bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, di aula Kantor Bupati. Kamis, (8/10/2026).Dok. M. Dzarik.

Sekda Haltim, Ricky Chairul Richfat, saat mewakili Bupati Haltim membuka HLM, TPID, bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, di aula Kantor Bupati. Kamis, (8/10/2026).Dok. M. Dzarik.

HALTIM, HabarIndonesia.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan menekankan pentingnya kerja bersama, bukan hanya mengandalkan intervensi terhadap komoditas tertentu MABA, 8 Oktober 2026

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, saat mewakili Bupati Halmahera Timur membuka High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Kamis (8/10/2026).

Dalam forum tersebut, Sekda menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

Menurutnya, perhatian pemerintah tidak boleh hanya tertuju pada komoditas bawang, rica dan tomat (Barito), tetapi juga pada berbagai kebutuhan pokok lainnya yang memengaruhi daya beli masyarakat.

“Pengendalian inflasi bukan hanya persoalan Barito. Kita harus melihat kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Empat langkah ini harus kita lakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tegas Ricky.

Ia kemudian menekankan empat langkah utama yang harus menjadi perhatian TPID, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Pertama, keterjangkauan harga. Pemerintah perlu memastikan harga kebutuhan masyarakat tetap berada pada tingkat yang wajar dan tidak membebani daya beli.

Kedua, ketersediaan pasokan. Stok komoditas strategis harus dijaga agar tidak terjadi kelangkaan yang dapat memicu lonjakan harga.

Ketiga, kelancaran distribusi. Barang kebutuhan masyarakat harus dapat bergerak dari sumber produksi hingga ke konsumen tanpa hambatan yang berpotensi meningkatkan harga.

Keempat, komunikasi efektif. Koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia, pelaku usaha, distributor dan masyarakat harus berjalan cepat, terbuka dan responsif terhadap setiap perubahan harga.

“Bupati berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah akan terus melakukan langkah-langkah konkret untuk mengendalikan inflasi di Kabupaten Halmahera Timur,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa tekanan inflasi masih menjadi perhatian bersama.

Ia menyebutkan, hingga September 2026, angka inflasi tercatat 5,72 persen, yang menempatkan Maluku Utara pada posisi kedua tertinggi secara nasional.

“Harapannya pada triwulan terakhir ini kita dapat bersama-sama mengendalikan inflasi,” kata Handi.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan, terutama dalam menghadapi potensi tekanan harga menjelang akhir tahun.

Tak berhenti disitu, Sekretaris TPID Kabupaten Halmahera Timur, Muchlis Husin, menyampaikan hasil pemantauan terhadap sejumlah komoditas yang turut memberikan tekanan terhadap inflasi di daerah.

Beberapa komoditas yang menjadi perhatian antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah dan bawang putih.

Kondisi tersebut akan ditindaklanjuti TPID melalui penguatan pasokan, distribusi serta koordinasi dengan pelaku usaha dan pihak terkait.

Lanjut Ricky, HLM TPID ini diharapkan tidak berhenti pada pembahasan, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat dirasakan masyarakat.

ia juga menyampaikan, dengan memperkuat empat aspek utama harga yang terjangkau, pasokan yang tersedia, distribusi yang lancar dan komunikasi yang efektif Pemkab Halmahera Timur bersama Bank Indonesia dan seluruh anggota TPID berkomitmen menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

(M. Dzarik)

Berita Terkait

10 Kopdes Merah Putih Ternate Lolos Verifikasi, Pemkot Disiapkan Jadi Pengerak Ekonomi Kelurahan
Isu Pungli KUR Nelayan di Halbar Beredar, BRI Pastikan Penyaluran Sesuai Prosedur
Sekda Ricky, Pemkab Haltim Komitmen Tekan Stunting, Insentif Disalurkan kepada 404 Penerima
99 Warga Maba Tengah Terima Insentif, Sekda Haltim Tegaskan Perkuat Kesehatan Ibu dan Anak
Gubernur Sherly Tjoanda Salurkan Rp1 Miliar untuk Penanganan Bencana NTT
Sebelum APBD Perubahan, Tender Fisik Haltim 2026 Sudah Tuntas 100 Persen
KNPI Ternate Gelar Dialog, Rencana Pinjaman Rp1 Triliun di Tengah Kekayaan Tambang Jadi Sorotan
Dua Tahun Dibina PT SDA, Budidaya Ikan Tawar Silolowa Tunjukkan Hasil Positif

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:05 WIT

Dari Reformasi 1998 ke Neurosains, Taruna Ikrar Membaca Masa Depan Kepemimpinan di Unram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:07 WIT

Tiga Gelar Juara Antar Halteng Jadi Tuan Rumah Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026

Selasa, 29 September 2026 - 20:53 WIT

Wagub Malut Soroti Keterlambatan SRT 1 Halut, Progres Baru Capai 91 Persen

Kamis, 24 September 2026 - 23:15 WIT

Pendidikan Malut Didorong Naik Kelas, Kemendikdasmen Fokus Perkuat SMK dan Literasi Siswa

Kamis, 24 September 2026 - 22:55 WIT

Gubernur Sherly, Anggaran Miliaran Harus Berbuah Sekolah Layak dan Prestasi Siswa

Kamis, 10 September 2026 - 02:58 WIT

Pemuda Tauro Ici Gelar Maulid Nabi, Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan Antarumat Beragama

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:49 WIT

Bedah Tiga Buku Pemikiran Nasaruddin Umar Warnai Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:14 WIT

UMMU Siap Jadi Tuan Rumah MUNAS FPIP-PTM dan Seminar Internasional

Berita Terbaru