Bedah Tiga Buku Pemikiran Nasaruddin Umar Warnai Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate

- Wartawan

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:49 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, HabarIndonesia.id – Tiga buku yang mengulas pemikiran Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, menjadi bahan bedah buku dalam rangkaian Dies Natalis ke-60 Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik bagi sivitas akademika IAIN Ternate untuk mengkaji dan membaca kembali pemikiran Nasaruddin Umar melalui berbagai perspektif keilmuan.

Diskusi menghadirkan tiga akademisi sebagai pembicara, yakni akademisi sosiologi Muhammadiyah Maluku Utara Dr. Herman Oesman, M. Si, Guru Besar Fiqih Siyasah Prof. Dr. Jubair Situmorang, M. Ag dan Guru Besar Antropolinguistik Universitas Khairun Ternate Prof. Dr. Gufran Ali Ibrahim, MS Diskusi dimoderatori Dr. Agus Salim Bujang, M. Ag.

Herman Oesman dalam kesempatan tersebut membedah buku Artikel dan Opini Pilihan Profesor Nasaruddin Umar.

Ia menilai buku setebal 378 halaman itu tidak sekadar menjadi kumpulan tulisan, tetapi juga merekam perjalanan intelektual Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, sekaligus negarawan.

Menurut Herman, gagasan yang dituangkan Nasaruddin Umar dalam berbagai tulisannya memiliki relevansi dengan sejumlah persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Berbagai isu yang dibahas antara lain Islam moderat, toleransi, kemajemukan, keadilan, gender, hingga persoalan lingkungan.

“Seorang intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan ke ruang publik, bukan hanya di ruang akademik,” ujar Herman, mengutip pemikiran Edward Said.

Sementara itu, Jubair Situmorang membaca pemikiran Nasaruddin Umar dengan menggunakan pendekatan Verstehen.

Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami makna yang terdapat di balik teks sekaligus melihat gagasan dalam konteks pengalaman dan realitas sosial yang melingkupinya.

Jubair menilai pemikiran Nasaruddin Umar menarik untuk dikaji karena tidak berhenti dalam ruang akademik.

Menurutnya, gagasan tersebut telah bersentuhan langsung dengan kebijakan publik melalui posisi Nasaruddin Umar sebagai Menteri Agama Republik Indonesia.

“Pemikiran seorang akademisi biasanya hanya diperdebatkan dalam ruang teori. Tetapi Prof. Nasaruddin Umar selain seorang akademisi juga seorang birokrat dan Menteri Agama,” kata Jubair.

Adapun Gufran Ali Ibrahim membedah buku Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar melalui pendekatan linguistik dan intertekstualitas.

Dari kajiannya, ia menemukan tiga tema utama yang menjadi simpul gagasan Nasaruddin Umar, yakni gender, kurikulum cinta, dan ekoteologi.

Menurut Gufran, ketiga tema tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling berkelindan dan membentuk jejaring pemikiran.

Gagasan tersebut dinilai masih relevan untuk terus dikaji, khususnya dalam membaca perubahan sosial yang berlangsung di tengah masyarakat serta berbagai persoalan ekologi.

Bedah buku tersebut juga berlangsung interaktif. Dialog antara pembicara dan peserta diwarnai sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswi serta sejumlah dosen yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui kegiatan ini, kata Jubair, IAIN Ternate tidak hanya menjadikan Dies Natalis ke-60 sebagai momentum peringatan institusi, tetapi juga sebagai ruang penguatan tradisi akademik dan pertukaran gagasan.

Menurutnya, pemikiran tentang Islam, kemanusiaan, kebangsaan, gender, dan lingkungan pun menjadi bagian dari dialog akademik yang mempertemukan teori dengan persoalan kehidupan masyarakat.

Ia berharap, kegiatan bedah buku tersebut dapat mendorong sivitas akademika IAIN Ternate untuk terus mengembangkan tradisi membaca, mengkritisi, dan menguji gagasan melalui pendekatan keilmuan yang beragam, sehingga pemikiran akademik dapat memberikan kontribusi terhadap dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

(Agis)

Berita Terkait

Tiga Gelar Juara Antar Halteng Jadi Tuan Rumah Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026
Wagub Malut Soroti Keterlambatan SRT 1 Halut, Progres Baru Capai 91 Persen
Pendidikan Malut Didorong Naik Kelas, Kemendikdasmen Fokus Perkuat SMK dan Literasi Siswa
Gubernur Sherly, Anggaran Miliaran Harus Berbuah Sekolah Layak dan Prestasi Siswa
Pemuda Tauro Ici Gelar Maulid Nabi, Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan Antarumat Beragama
UMMU Siap Jadi Tuan Rumah MUNAS FPIP-PTM dan Seminar Internasional
Semarak HUT RI ke-81, MTs Negeri 1 Pulau Morotai Gelar Panggung Ekspresi dan Lomba Tradisional
STTAR Ternate dan GSI Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Tujuh Lomba

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIT

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:41 WIT

Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:12 WIT

PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 01:04 WIT

Bassam Fokus Bangun Dapil III 2027, Air Bersih hingga Jalan Jadi Prioritas

Berita Terbaru