HALTIM, HabarIndonesia.id – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, menegaskan komitmennya untuk membawa PMI Haltim menjadi organisasi kemanusiaan yang aktif, responsif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Ricky usai resmi dilantik bersama Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Halmahera Timur masa bhakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Halmahera Timur, Kamis (17/09/2026).
Bagi Ricky, pelantikan bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Momentum tersebut menjadi awal dari tanggung jawab dan amanah besar untuk menjalankan misi kemanusiaan selama lima tahun ke depan.
“Menjadi bagian dari PMI berarti bersedia mengabdikan diri untuk kemanusiaan. Ketika ada manusia yang membutuhkan pertolongan, di situlah PMI harus hadir,” ujar Ricky.
Menurutnya, karakteristik wilayah Halmahera Timur yang memiliki kawasan pesisir, jarak antarkawasan yang cukup jauh, serta potensi berbagai kondisi kedaruratan membutuhkan PMI yang memiliki organisasi kuat, relawan yang terlatih, dan sistem pelayanan yang cepat.
Karena itu, Ricky ingin PMI Haltim tidak hanya bergerak ketika bencana telah terjadi. Menurutnya, PMI harus mampu menjalankan peran secara menyeluruh, mulai dari kesiapsiagaan sebelum bencana, respons saat keadaan darurat, hingga membantu masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana.
“PMI tidak boleh hanya hadir ketika bencana terjadi. PMI harus hadir sebelum bencana, saat bencana, maupun setelah bencana,” tegasnya.
Di bawah kepemimpinannya, Ricky menyebut sejumlah agenda yang menjadi perhatian PMI Haltim. Di antaranya penguatan kapasitas organisasi dan sumber daya manusia, peningkatan sistem penanggulangan bencana dan kedaruratan, perluasan pelayanan donor darah, pembinaan generasi muda, serta penguatan kemitraan dengan berbagai pihak.
Ia menargetkan keberadaan PMI tidak berhenti pada aktivitas organisasi, tetapi mampu memberikan pelayanan nyata yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
“Kita ingin PMI Kabupaten Halmahera Timur menjadi organisasi yang bukan hanya dikenal namanya, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Ricky juga menekankan bahwa PMI bukan organisasi yang dapat berjalan hanya dengan mengandalkan ketua dan pengurus.
Menurutnya, kekuatan PMI justru terletak pada kerja bersama seluruh elemen, mulai dari relawan, tenaga medis, pendonor darah, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, media, hingga masyarakat.
Ia pun mengajak jajaran pengurus dan relawan membangun budaya organisasi yang terbuka, transparan, akuntabel, serta menjunjung tinggi semangat kebersamaan.
“Jabatan dalam PMI bukanlah sebuah kehormatan untuk dibanggakan, melainkan amanah untuk dilaksanakan. Ketua bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani,” ujarnya.
Kepada para relawan, Ricky memberikan pesan khusus agar tidak pernah memandang kecil peran yang mereka jalankan. Sebab, menurutnya, kerja kemanusiaan sering kali justru bermakna besar bagi mereka yang sedang berada dalam situasi sulit.
“Jangan pernah merasa kecil karena menjadi relawan. Mungkin apa yang kita lakukan terlihat sederhana, tetapi bagi orang yang sedang membutuhkan pertolongan, kehadiran kita bisa berarti segalanya,” ucapnya.
Untuk memperkuat gerakan kemanusiaan di Halmahera Timur, Ricky berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan PMI Provinsi Maluku Utara dapat terus ditingkatkan, terutama dalam bidang kebencanaan, kesehatan, pelayanan sosial, dan peningkatan kapasitas relawan.
Menutup sambutannya, Ricky menyampaikan tekad untuk menjadikan PMI Haltim sebagai rumah bersama bagi gerakan kemanusiaan.
“Dari Halmahera Timur, untuk kemanusiaan. Bersama PMI, kita bergerak untuk sesama,” pungkasnya.
(M.Dzarik)






