Mahasiswa Ternate Gelar Aksi Tolak RUU TNI, Suarakan Supremasi Sipil

- Wartawan

Kamis, 20 Maret 2025 - 06:35 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate–HabarIndonesia. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Tolak RUU TNI menggelar aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Ternate. Kamis 20/03/25.

Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes serentak di berbagai kota di Indonesia, menentang revisi Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 yang dinilai mengancam supremasi sipil.

Massa aksi yang terdiri dari berbagai organisasi mahasiswa, baik ekstra maupun intra mahasiswa, termasuk LMID, PB, SEKBER, SC, KPR, FSPBI, AMP, LPM Aspira, Aksi Kamisan, dan FIB, menyuarakan penolakan terhadap rancangan revisi UU TNI yang dinilai akan memperluas kewenangan militer dalam ranah sipil.

Dalam orasinya, Yudi, salah satu perwakilan aliansi, menyoroti bahaya tumpang tindih kewenangan antara militer dan lembaga sipil.

Ia menegaskan bahwa revisi UU TNI ini dapat melemahkan supremasi sipil serta membuka kembali ruang bagi Dwi Fungsi ABRI, sebuah praktik pada era Orde Baru yang membatasi kebebasan sipil dan berujung pada berbagai pelanggaran HAM.

“RUU ini membuka jalan bagi militer untuk kembali mendominasi sektor sipil. Dari 10 lembaga yang diisi oleh TNI, sekarang diperluas menjadi 14 lembaga. Ini melemahkan profesionalisme militer dan berpotensi menciptakan tindakan-tindakan anti-demokrasi,” tegas Yudi.

Selain itu, aliansi juga mengkritik keterlibatan militer dalam jabatan-jabatan sipil serta bisnis yang dijalankan oleh institusi militer.

Menurut mereka, TNI seharusnya fokus pada pertahanan negara, terutama menghadapi ancaman eksternal seperti konflik di perbatasan Natuna, bukan terlibat dalam urusan sosial-politik.

Sebagai bentuk perlawanan, massa aksi mengajukan delapan tuntutan utama:

  1. Menolak revisi UU TNI;
  2. Menolak Dwi Fungsi Militer;
  3. Menuntut penarikan militer dari jabatan sipil dan pengembalian mereka ke barak;
  4. Menuntut penarikan militer organik dan non-organik dari Papua;
  5. Mendesak pembubaran komando teritorial;
  6. Menuntut pengusutan bisnis dan korupsi di lingkungan militer;
  7. Menolak RUU Pokok Agraria;
  8. Menuntut pengusutan kasus pembunuhan di Halteng-Haltim.

Aksi ini berlangsung damai di bawah pengawalan aparat kepolisian. Para demonstran menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka mendapat tanggapan dari pemerintah dan DPR.

(Muit)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:57 WIT

Peringati Hari Santri 2026, Wabup Helmi Ajak Santri Halsel Unggul dalam Ilmu dan Akhlak

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:24 WIT

Gubernur Sherly Apresiasi Kreativitas Pelajar, Gerak Jalan Indah Warnai HUT ke-27 Malut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:05 WIT

Dari Reformasi 1998 ke Neurosains, Taruna Ikrar Membaca Masa Depan Kepemimpinan di Unram

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:13 WIT

BKD Malut Umumkan 30 Peserta Lolos Seleksi Lanjutan SIPENCATAR Kemenhub 2026/2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:07 WIT

Tiga Gelar Juara Antar Halteng Jadi Tuan Rumah Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026

Selasa, 29 September 2026 - 20:53 WIT

Wagub Malut Soroti Keterlambatan SRT 1 Halut, Progres Baru Capai 91 Persen

Kamis, 24 September 2026 - 23:15 WIT

Pendidikan Malut Didorong Naik Kelas, Kemendikdasmen Fokus Perkuat SMK dan Literasi Siswa

Kamis, 24 September 2026 - 22:55 WIT

Gubernur Sherly, Anggaran Miliaran Harus Berbuah Sekolah Layak dan Prestasi Siswa

Berita Terbaru