Kinerja OPD Dipertanyakan Pansus, Pardin Isa, Hanya DP3A yang Lolos Ujian Pansus LKPJ Malut

- Wartawan

Selasa, 21 April 2026 - 05:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Provinsi Maluku Utara, Pardin Isa, mengungkapkan lemahnya kualitas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pembahasan tahun ini.

Menurut Pardin, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah diundang dan diwajibkan mempresentasikan kinerja masing-masing.

Namun, dari seluruh OPD yang hadir, hanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang dinilai mampu menyampaikan indikator kinerja dengan baik.

“Tidak ada satu pun SKPD yang tidak diundang. Semua hadir dan wajib menyampaikan pertanggungjawaban. Tapi faktanya, hanya DP3A yang mampu mempresentasikan kinerja secara baik. Yang lain rata-rata tidak bisa menjelaskan indikator kinerja,” ujar Pardin Isa kepada foresindonesia di Hotel Safirna Golden Ternate Selasa (21/4/2026)

Ia menyoroti temuan mencolok dalam dokumen LKPJ, di mana penggunaan anggaran puluhan hingga ratusan miliar rupiah hanya dijelaskan dalam satu paragraf laporan.

“Bayangkan, anggaran puluhan sampai ratusan miliar digunakan selama satu tahun, tapi laporan pertanggungjawabannya hanya satu paragraf. Ini tentu menjadi persoalan serius. Apa yang mau kita nilai kalau indikator kinerja tidak disampaikan?” tegasnya.

Pansus, lanjut Pardin, menemukan adanya perbedaan informasi antara Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan OPD terkait penyusunan LKPJ.

Bappeda mengklaim telah menyediakan formulir pelaporan yang mencakup indikator kinerja, namun OPD menyatakan tidak ada pendampingan atau konfirmasi detail.

“Ini terjadi silang informasi. Bappeda bilang sudah dikonsolidasikan, tapi OPD merasa tidak dikonfirmasi secara rinci. Karena itu, kami akan memanggil kembali Bappeda dan OPD untuk mengklarifikasi,” katanya.

Pardin juga menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya terjadi pada LKPJ, tetapi juga terlihat dalam penyusunan dokumen APBD 2026 yang dinilai memiliki banyak kekurangan, khususnya terkait kelengkapan laporan kinerja.

“Rata-rata OPD hanya menyampaikan belanja dan realisasi anggaran, tanpa mencantumkan capaian indikator kinerja dalam dokumen. Indikator itu justru baru disampaikan secara lisan saat rapat, setelah diminta oleh Pansus,” ungkapnya.

Pansus LKPJ, kata Pardin, akan melakukan evaluasi komprehensif bersama tenaga ahli untuk memastikan akuntabilitas kinerja OPD ke depan lebih terukur dan transparan.

“Kalau indikator kinerja tidak ada dalam dokumen, lalu dasar penilaian kita apa? Ini yang menjadi catatan serius bagi kami,” pungkasnya.

(Gus)

Berita Terkait

Hasby Yusuf Minta TKD Jangan Dipangkas, DBH Jangan di Tahan, itu Hak Daerah
Nelayan Fitu Keluhkan Cuaca Ekstrem dan Sulitnya BBM Subsidi Saat Reses Ghifari Bopeng
Rudini Madjid Optimistis Menangkan Konfercab V GP Ansor Kota Ternate
Bawa Aspirasi Pendidikan dan Kesehatan, DPRD Ternate Temui Komite III DPD RI
Hasby Yusuf Salurkan Bantuan Al-Qur’an, Iqra dan Sarung untuk Warga Desa Goro-Goro
DPRD Halsel Bongkar Polemik Kusu Island Resort, Pengelola Bakal Dipanggil
Zulkifli Hasan Lantik Pengurus PAN Maluku Utara, Kasman Instruksikan Kader Kerja Politik Ekstra
KPU Halsel dan Pemda Teken NPHD Non-Tahapan Pemilihan 2026 Senilai Rp264,488 Juta

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 12:14 WIT

Permenhut 8/2026 Disosialisasikan di Ternate, RKTN Jadi Arah Perencanaan Kehutanan Daerah

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 16:36 WIT

Koperasi TKBM Ternate Tegaskan Legalitas Lahan Akehuda, Sengketa Masuk Tahap Penyidikan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Berita Terbaru