Kasus Korupsi Pertamina dan Mendesak Presiden Copot Menteri BUMN

- Wartawan

Minggu, 9 Maret 2025 - 12:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta–HabarIndonesia. Kasus korupsi yang menjerat PT Pertamina Patra Niaga mengundang perhatian luas masyarakat. Idhar, seorang mahasiswa Magister Universitas Muhammadiyah Jakarta, menilai bahwa Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, ia menyoroti adanya praktik mafia yang masih merajalela di tubuh BUMN.

Belakangan ini, Indonesia dihebohkan dengan maraknya kasus korupsi, termasuk kasus terbaru yang melibatkan PT Pertamina Patra Niaga. Korupsi ini berdampak besar pada masyarakat, mengingat minyak dan Pertamax adalah kebutuhan pokok dalam kehidupan sehari-hari.

PT Pertamina Patra Niaga sendiri merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang berada di bawah naungan Kementerian BUMN. Sabtu 08/03/25.

Pada Rabu, 26 Februari 2025, Kejaksaan Agung telah menetapkan sejumlah nama yang terlibat dalam kasus korupsi ini. Hal ini menjadi tantangan besar bagi Kementerian BUMN untuk melakukan pengawasan serta evaluasi secara kelembagaan.

Riva Siahaan, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, ditetapkan sebagai pelaku utama dalam kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina.

Dugaan korupsi ini menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 193,7 triliun—jumlah yang sangat besar dan berpotensi digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.

Kasus ini dinilai mencederai kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Oleh karena itu, sejumlah pihak mendesak Presiden Prabowo untuk mencopot Erick Thohir dari jabatannya sebagai Menteri BUMN, karena dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya.

“Kami juga mendorong Kejaksaan Agung untuk memeriksa Erick Thohir dan stafnya terkait dugaan korupsi di PT Pertamina Patra Niaga.” Ujarnya

Dugaan kasus ini yang telah berlangsung selama lima tahun menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan dan kinerja Kementerian BUMN dalam memberantas praktik korupsi di lingkup perusahaan negara.

(Jain)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIT

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:41 WIT

Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:12 WIT

PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Rabu, 30 September 2026 - 01:04 WIT

Bassam Fokus Bangun Dapil III 2027, Air Bersih hingga Jalan Jadi Prioritas

Berita Terbaru