Kalau Tidak Turun, Masalah Tak Terlihat, Sherly Temui Warga Rumah Tak Layak Huni di Ternate

- Wartawan

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE — HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, turun langsung meninjau permukiman padat dan miskin di Kelurahan Kalumata, Kota Ternate, Jumat (6/2/2026), guna memastikan Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) benar-benar menyentuh warga yang membutuhkan.

Kunjungan tersebut dilakukan di lorong sempit yang tersembunyi dari jalan utama, tempat berdirinya rumah-rumah darurat berdinding tripleks dan beratap bocor.

Salah satu rumah yang dikunjungi adalah milik Eka Abdul Halim, seorang penjual sayur yang tinggal bersama suami dan dua anaknya yang masih bersekolah.

Meski memiliki sebidang tanah, keterbatasan ekonomi memaksa keluarga itu bertahun-tahun hidup di hunian nyaris roboh.

“Kelayakannya tidak perlu diperdebatkan,” ujar seorang pejabat pendamping program saat mendampingi gubernur meninjau kondisi rumah tersebut.

Selain Eka, aparat kelurahan juga mengusulkan nama Safrina (52), seorang janda dengan empat anak yang selama ini menumpang di rumah tetangga.

Kasus-kasus ini, menurut pemerintah setempat, mencerminkan kemiskinan perkotaan yang kerap tersembunyi di balik geliat pembangunan Kota Ternate.

Program RTLH sendiri menyasar keluarga miskin perkotaan di wilayah kepulauan timur Indonesia yang selama ini dinilai masih tertinggal dalam agenda pembangunan nasional.

Untuk memperkuat dampak bantuan, Sherly juga menawarkan akses Program PNM Mekar, skema pembiayaan mikro tanpa agunan yang ditujukan bagi perempuan kepala keluarga.

“Pinjaman kecil, cicilan ringan, tanpa jaminan. Supaya ibu-ibu bisa lebih mandiri,” kata Sherly di hadapan warga.

Pendekatan tersebut mendapat sambutan positif dari pemerintah kelurahan. Lurah Kalumata, Ari Akbar Tanlain, menilai kehadiran langsung gubernur memberi harapan sekaligus solusi konkret bagi warga.

“Warga menunggu gubernur turun langsung. Karena biasanya selalu ada jalan keluar,” ujarnya.

Usai dari Kalumata, Sherly melanjutkan peninjauan ke Kelurahan Maliaro dan Tubo. Di Maliaro, ia menemukan Rani Brongkos, perempuan kepala keluarga yang tinggal di bilik sempit bersama anak dan cucunya.

Warga sekitar menyebut Rani seharusnya sudah lama masuk daftar penerima bantuan rumah layak.

Namun, tidak semua temuan lapangan berujung keputusan cepat. Di Kelurahan Tongole, penerima RTLH tahun sebelumnya justru menghadapi konflik antar-tetangga yang menghambat proses pembangunan rumah.

Perselisihan tersebut membuat rumah dengan anggaran terbatas dan spesifikasi minimal tak kunjung rampung.

Menanggapi hal itu, Sherly memanggil langsung fasilitator lapangan, ketua RT, hingga aparat keamanan, untuk mengurai persoalan yang dinilai kerap luput dari laporan administratif.

“Kalau saya tidak turun langsung, masalah seperti ini tidak akan pernah terlihat,” tegasnya.

Sherly menekankan bahwa setiap hambatan harus segera diubah menjadi solusi agar masyarakat tidak menjadi korban kebijakan yang berhenti di atas kertas.

Di Maluku Utara, provinsi kepulauan dengan tantangan geografis dan sosial yang kompleks, kehadiran pemimpin di tengah warga dinilai bukan sekadar simbol, melainkan kebutuhan nyata.

“Program RTLH pun menjadi tolok ukur sejauh mana negara benar-benar hadir di rumah-rumah kecil yang selama ini nyaris tak bersuara.” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 01:57 WIT

Peringati Hari Santri 2026, Wabup Helmi Ajak Santri Halsel Unggul dalam Ilmu dan Akhlak

Senin, 12 Oktober 2026 - 00:24 WIT

Gubernur Sherly Apresiasi Kreativitas Pelajar, Gerak Jalan Indah Warnai HUT ke-27 Malut

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:05 WIT

Dari Reformasi 1998 ke Neurosains, Taruna Ikrar Membaca Masa Depan Kepemimpinan di Unram

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:13 WIT

BKD Malut Umumkan 30 Peserta Lolos Seleksi Lanjutan SIPENCATAR Kemenhub 2026/2027

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:07 WIT

Tiga Gelar Juara Antar Halteng Jadi Tuan Rumah Olimpiade Matematika Gasing Nasional 2026

Selasa, 29 September 2026 - 20:53 WIT

Wagub Malut Soroti Keterlambatan SRT 1 Halut, Progres Baru Capai 91 Persen

Kamis, 24 September 2026 - 23:15 WIT

Pendidikan Malut Didorong Naik Kelas, Kemendikdasmen Fokus Perkuat SMK dan Literasi Siswa

Kamis, 24 September 2026 - 22:55 WIT

Gubernur Sherly, Anggaran Miliaran Harus Berbuah Sekolah Layak dan Prestasi Siswa

Berita Terbaru