Bupati Cup 2026 Gunakan Format Baru, Satu Kecamatan Satu Tim

- Wartawan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Halmahera Selatan, Noce Totononu. Dok. Istimewa.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Halmahera Selatan, Noce Totononu. Dok. Istimewa.

HALSEL, HabarIndonesia.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) memastikan Bupati Cup 2026 akan digelar pada Oktober mendatang. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, turnamen sepak bola tersebut akan menggunakan format baru, yakni setiap kecamatan hanya mengirimkan satu tim untuk berlaga di tingkat kabupaten.

Perubahan format itu merupakan bagian dari evaluasi Dispora terhadap pelaksanaan Bupati Cup sebelumnya. Selain memperketat regulasi, skema baru tersebut ditujukan untuk membuka ruang lebih besar bagi pemain potensial sekaligus menekan potensi konflik yang sempat menjadi persoalan dalam kompetisi sebelumnya.

Kepala Dispora Halmahera Selatan, Noce Totononu, mengatakan setiap kecamatan akan melakukan seleksi dan pembentukan tim pada Agustus hingga September. Dengan jumlah kecamatan sekitar 30, kompetisi tingkat kabupaten diperkirakan akan diikuti sekitar 30 tim.

Hal tersebut disampaikan Noce saat ditemui di Gedung Aula Kantor Bupati Halmahera Selatan, Selasa (18/8/2026).

“Pendaftaran Bupati Cup kali ini hanya perwakilan satu kecamatan, atau satu kecamatan satu tim. Jadi yang masuk ke kabupaten sekitar 30 tim,” kata Noce.

Menurut Noce, mekanisme baru tersebut memberikan kesempatan kepada setiap kecamatan untuk membentuk skuad terbaik, bukan semata-mata berdasarkan tim yang menjadi juara dalam kompetisi tingkat desa.

Pemain berbakat dari desa lain tetap dapat direkrut untuk memperkuat tim kecamatan. Dengan demikian, kualitas pemain menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pembentukan skuad.

“Ketika ada yang sudah memenangkan pertandingan di kecamatan, mereka bisa mengambil pemain dari desa-desa yang tidak menang. Tetap kami buat figur yang bisa dipilih,” jelasnya.

Dispora menargetkan proses seleksi di tingkat kecamatan rampung pada September. Setelah itu, tim terbaik dari masing-masing kecamatan akan dipertemukan dalam kompetisi tingkat kabupaten yang dijadwalkan mulai Oktober.

Noce mengatakan perubahan format merupakan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan Bupati Cup sebelumnya. Regulasi kali ini akan dibuat lebih tegas untuk menutup celah yang berpotensi memicu persoalan selama kompetisi berlangsung.

“Pengalaman yang kemarin menjadi rujukan dan evaluasi kami untuk mengantisipasi. Ruang-ruang itu sudah kami coba antisipasi, mudah-mudahan tidak ada masalah,” ujarnya.

Dispora juga mendorong setiap camat membentuk panitia lokal. Panitia tersebut akan bertugas mengatur teknis pertandingan, koordinasi antardesa, penyuratan, hingga memastikan sarana dan prasarana pertandingan tersedia.

“Kami sarankan ada panitia lokal supaya ada pengaturan dan peraturan yang jelas,” katanya.

Dengan skema tersebut, Dispora ingin Bupati Cup tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang seleksi dan pembinaan pemain sepak bola potensial dari seluruh wilayah Halmahera Selatan.

Dari sisi pembiayaan, Noce menyebut anggaran Bupati Cup 2026 masih berada pada kisaran pelaksanaan sebelumnya, yakni sekitar Rp1 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Sementara itu, untuk kepanitiaan tingkat kabupaten, Dispora menunjuk Abdila Jafar sebagai bagian dari panitia pelaksana. Penunjukan tersebut disebut berdasarkan pengalaman dan kapasitasnya di dunia sepak bola.

“Beliau memiliki lisensi dan juga seorang pemain bola, sehingga kami nilai bisa bertanggung jawab dan menjalankan tugas,” pungkas Noce.

Dengan format satu kecamatan satu tim, Bupati Cup 2026 akan menjadi ujian bagi skema baru yang diterapkan Dispora. Perubahan tersebut diharapkan membuat kompetisi lebih tertib, kompetitif, transparan, dan minim konflik.

(Ian)

Berita Terkait

PMII Desak Pemda Morotai Alihkan Anggaran MoroFest untuk Penanganan Karhutla
Gubernur Sherly Buka Lomba Menembak, Perbakin Malut Pamer Prestasi Atlet di Level Nasional
Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien
Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat
Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan
Bassam Dorong RDTR Kawasi-Saketa Jadi Fondasi Pembangunan Halsel yang Berkelanjutan
Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh
PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIT

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:09 WIT

Bassam Dorong RDTR Kawasi-Saketa Jadi Fondasi Pembangunan Halsel yang Berkelanjutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:41 WIT

Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:12 WIT

PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Berita Terbaru