Pasokan Ikan Cakalang Menurun, Zona Tangkap Makin Jauh Tekan Stok Ikan di Ternate

- Wartawan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE, HabarIndonesia.id – Ketersediaan ikan segar, khususnya tuna dan cakalang, di Kota Ternate mengalami tekanan sepanjang 2026. Kondisi tersebut turut menjadi salah satu faktor yang menyumbang inflasi secara kumulatif di Kota Ternate, seiring tingginya kebutuhan konsumsi masyarakat yang belum diimbangi dengan pasokan memadai.

Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Amirullah Sjahir, mengatakan produksi ikan cakalang saat ini mengalami penurunan.

Salah satu faktor utamanya adalah semakin jauhnya zona penangkapan ikan dari wilayah perairan Ternate, ditambah kondisi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi sejak awal tahun.

“Sekarang zona pemancingan semakin jauh. Banyak ikan yang tertangkap di perairan Bacan, Halmahera Selatan, karena di sana ada pangkalan ikan,” kata Amirullah kepada media, Rabu (19/8/2026).

Menurut Amirullah, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jumlah kapal yang memasok ikan ke Kota Ternate.

Lanjutnya, sebelumnya sekitar 10 kapal dari Halmahera Selatan dapat masuk membawa hasil tangkapan, kini jumlahnya hanya berkisar tiga hingga lima kapal.

“Masokan ikan berkurang, mulanya 10 kapal yang masuk dari Halmahera Selatan, kini hanya tiga sampai lima kapal. Hal ini juga menjadi faktor utama kurangnya ikan di Kota Ternate,” ujarnya.

Ia menjelaskan, semakin jauhnya wilayah penangkapan membuat nelayan Ternate harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan ikan cakalang.

Menurutnya, jarak tersebut turut memengaruhi efisiensi operasional dan jumlah kapal yang mampu melakukan aktivitas penangkapan dalam satu kali perjalanan.

“Jika sebelumnya sekitar 10 kapal dapat melaut dalam satu kali perjalanan, kini jumlahnya menurun menjadi sekitar tiga kapal,” ungkap Amirullah.

Lanjutnya, berkurangnya jumlah kapal yang beroperasi secara otomatis menyebabkan pasokan ikan ke pasar Ternate ikut menurun. Sementara itu, permintaan masyarakat terhadap ikan segar tetap tinggi.

Ia juga menyampaikan, ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap harga ikan dan turut berkontribusi terhadap inflasi daerah.

Amirullah menambahkan, jarak wilayah penangkapan, tingginya biaya operasional, serta kondisi cuaca menjadi pertimbangan penting bagi nelayan sebelum memutuskan untuk melaut.

Lebih jauh kata dia, cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi sejak awal tahun semakin memperberat aktivitas penangkapan ikan.

“Situasi tersebut membuat ketersediaan ikan cakalang di pasar Ternate bergantung pada kemampuan nelayan menjaga aktivitas penangkapan di tengah kondisi perairan yang berubah-ubah,” jelasnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Amirullah berharap adanya dukungan dan langkah strategis dari berbagai pihak guna menjaga kestabilan pasokan ikan cakalang di Kota Ternate.

Dukungan terhadap nelayan, kata dia, baik dalam menghadapi kondisi cuaca, biaya operasional maupun semakin jauhnya zona penangkapan, dinilai penting agar aktivitas melaut tetap berjalan.

Ia juga menilai penggunaan alat tangkap modern dan tradisional perlu dipadukan secara tepat untuk meningkatkan efektivitas penangkapan ikan.

Menurutnya, perpaduan kedua metode tersebut dapat membantu nelayan tuna dan cakalang di Ternate maupun Maluku Utara memperoleh hasil tangkapan secara lebih optimal.

“Alat tangkap ikan modern dan tradisional sangat penting untuk digunakan dan harus dipadukan agar para nelayan tuna di Kota Ternate dan Maluku Utara bisa lebih mudah mendapatkan ikan,” katanya.

Dengan pasokan ikan yang kembali stabil, menurutnya, kebutuhan konsumsi masyarakat di Kota Ternate diharapkan dapat terpenuhi.

Ia juga menyampaikan, stabilnya pasokan juga diharapkan mampu menekan tekanan kenaikan harga ikan sehingga kontribusinya terhadap inflasi daerah dapat dikendalikan.

Amirullah menegaskan, keberlanjutan aktivitas nelayan dan ketersediaan ikan di pasar membutuhkan dukungan bersama, terutama dalam menghadapi tantangan perubahan kondisi perairan dan semakin jauhnya wilayah penangkapan.

(Agis)

Berita Terkait

Salurkan 50 Armada Tangkap, Bassam Tegaskan Bantuan Nelayan Halsel Bukan untuk Diperjualbelikan
Kapal Nelayan Bantuan Pemprov Malut Jadi Media Promosi Budaya Lewat Lukisan Erika Richardo
KSOP Ternate Gelar Upacara Hari Perhubungan Nasional 2026, Ini Arahan Menhub untuk Insan Perhubungan
1.400 Rumpon Tersebar di Bawah 12 Mil, DKP Malut Percepat Penertiban dan Perizinan Nelayan
Bongkar Muat Peti Kemas Pelabuhan Ahmad Yani Ternate Tumbuh hingga 5 Persen
Di Dasar Laut Morotai berkibar Sang Merah Putih
Rp7,4 Miliar Nilai 24.799 Mutiara, Legalitas PT Karya Alam Bahari Dipertanyakan
Kapal Bitung Ditemukan Berlabuh di Perairan Morotai, Tim Gabungan Dalami Dugaan Pelanggaran Jalur Tangkap

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:42 WIT

Somasi Direksi Perumda Ake Gaale, Kuasa Hukum Abdullah Bandang Tuntut Pembayaran Penghargaan Masa Jabatan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:28 WIT

ASN Halsel Dilaporkan Terjerat Judi Online dan Utang, Bupati Instruksikan Pemeriksaan Seluruh OPD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:31 WIT

KPU Ternate Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol, Tauhid Soleman Soroti Akurasi Keanggotaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:45 WIT

Kapolres Halsel Hadiri HUT ke-81 TNI, Sinergitas TNI-Polri Jadi Kekuatan Jaga Daerah

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:41 WIT

HUT ke-81 TNI, Danrem 152/Babullah Serukan Persatuan dan Waspada Hoaks di Maluku Utara

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:02 WIT

Tunggakan Pajak Kendaraan Menggunung, Samsat Ternate Hapus Denda hingga Beri Voucher BBM

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:44 WIT

Menyambut HUT ke-27 Maluku Utara, Samsat Ternate Gelar Relaksasi Pajak Kendaraan

Rabu, 30 September 2026 - 19:34 WIT

Jasa Raharja Ternate Bertindak Cepat Berikan Santunan Korban Kecelakaan

Berita Terbaru