MOROTAI – HabarIndonesia.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pulau Morotai menggelar puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026 pada Kamis (23/7/2026). Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, kegiatan tersebut diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai bentuk penguatan sinergi dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika, khususnya di wilayah perbatasan.
Peringatan HANI 2026 mengusung tema “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan ANANDA BERSINAR Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan dihadiri Wakapolres Pulau Morotai Kompol Jamaluddin, S.H.; Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Pulau Morotai Mauludin Wahab; Kepala BNN Kabupaten Pulau Morotai Drs. Fatahillah Syukur, M.Si., yang diwakili Kasubbag Umum Rusni Hi. Buka Mansur; perwakilan Danlanal Pulau Morotai Pasiintel Haris; perwakilan Danlanud Leo Wattimena, Kasi Gaktib Satpom Lanud Leo Wattimena Kapten Pom Tri Wibowo; perwakilan Dandim 1514/Morotai Letda Inf. Irwan; Rektor Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai Irfan Hi. Abdul Rahman, S.T., M.T.; perwakilan Kepala Kejaksaan Negeri Pulau Morotai Jaksa Fungsional Dandy Fadlurahman Arsya, S.H.; perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai Ali; serta personel Satuan Reserse Narkoba Polres Pulau Morotai.
Kehadiran unsur lintas sektor tersebut menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat penanganan ancaman narkotika melalui pendekatan “War on Drugs for Humanity” atau Perang Melawan Narkoba demi Kemanusiaan.
Melalui sambungan Zoom, peserta mengikuti penyampaian Laporan Puncak HANI 2026 oleh Kepala BNN RI yang memaparkan perkembangan ancaman narkotika, capaian pemberantasan, serta strategi nasional dalam menghadapi peredaran gelap narkotika di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam laporannya, BNN RI menyebut angka prevalensi penyalahgunaan narkotika di Indonesia mencapai 2,11 persen atau sekitar 4,15 juta jiwa. Peningkatan penyalahgunaan paling tinggi terjadi pada kelompok usia 15–24 tahun, yang dinilai menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045, termasuk terhadap keberhasilan program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda.
BNN RI juga menyoroti perkembangan New Psychoactive Substances (NPS). Secara global teridentifikasi 1.452 jenis NPS, dengan 178 jenis di antaranya telah masuk ke Indonesia. Hasil pengujian laboratorium terhadap sampel liquid vape menemukan kandungan kanabinoid sintetis, metamfetamina, dan etomidate. Sebagai tindak lanjut, BNN RI telah merekomendasikan pelarangan ketat produk vape atau rokok elektrik dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR RI. Kebijakan tersebut kemudian diperkuat melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2025 yang memasukkan etomidate ke dalam Narkotika Golongan II.
Pada sektor pemberantasan, BNN RI melaporkan bahwa selama periode Oktober 2024 hingga Juli 2026 telah menyita lebih dari 12,3 ton barang bukti narkotika. Upaya tersebut disebut mampu mencegah peredaran gelap narkotika dengan nilai ekonomi lebih dari Rp16,5 triliun serta menyita aset tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai lebih dari Rp165 miliar. Secara akumulatif, penindakan tersebut diklaim telah menyelamatkan lebih dari 48,3 juta jiwa dari paparan narkotika.
BNN RI juga memaparkan sejumlah operasi strategis yang dilakukan sepanjang periode tersebut. Operasi kawasan rawan di 34 provinsi berhasil mengamankan 1.259 tersangka beserta barang bukti berupa 126,32 kilogram sabu, 12,7 kilogram ganja, 1.428 butir ekstasi, uang tunai Rp1,5 miliar, 64 senjata tajam, dan 19 pucuk senjata api.
Selain itu, BNN RI melaporkan penangkapan buronan internasional Dewi Astutik alias Paryatin alias Mami di Sihanoukville, Kamboja, yang diduga terlibat dalam penyelundupan dua ton sabu pada Mei 2025.
Pengungkapan lainnya mencakup laboratorium gelap (clandestine laboratory) di Gianyar, Bali, yang melibatkan warga negara Rusia dengan barang bukti berupa 7,8 kilogram mephedrone padatan, 2,6 kilogram prekursor, serta 219,7 kilogram cairan kimia. Sementara itu, operasi gabungan BNN, Bea Cukai, dan Polri di Gresik berhasil menggagalkan penyelundupan 3,37 ton cannabis buds asal Thailand dalam empat kontainer. Operasi tersebut disebut mencegah potensi kerugian ekonomi hingga Rp65,12 triliun dan menyelamatkan sekitar 22,74 juta jiwa.
Pada momentum HANI 2026, BNN RI juga meluncurkan Gerakan ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago.
Program tersebut menempatkan anak sebagai subjek utama perlindungan melalui penguatan karakter, peningkatan daya tangkal terhadap narkotika, literasi bahaya narkoba, integrasi kurikulum bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, pengembangan Gerakan Saka Anti Narkotika, serta penguatan layanan BNN Call Center 184 yang beroperasi selama 24 jam.
Dalam aspek pemberdayaan masyarakat, BNN RI juga memaparkan keberhasilan Program Grand Design Alternative Development (GDAD) di kawasan rawan, seperti Gayo Lues, Aceh, yang mendorong perubahan mata pencaharian masyarakat dari petani ganja ilegal menjadi petani kopi produktif.
Di bidang rehabilitasi, BNN saat ini mengoperasikan 223 klinik rawat jalan dan tujuh fasilitas rawat inap. Layanan tersebut diperkuat oleh 1.494 Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Kementerian Kesehatan, 115 IPWL Kementerian Sosial, serta 1.437 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM).
Melalui momentum HANI 2026, BNN Kabupaten Pulau Morotai bersama Forkopimda berkomitmen melanjutkan dan memperluas implementasi strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Pulau Morotai guna memastikan wilayah perbatasan tetap aman dan terlindungi dari ancaman peredaran gelap narkotika.
(Sufandi/Ed: Riff)














