Taruna Ikrar, BPOM Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Terapi Maju di Asia

- Wartawan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, HabarIndonesia.id – Optimisme itu disampaikan Taruna Ikrar saat membuka International Seminar Asian Cellular Therapy Organization (ACTO) 2026 di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Forum internasional yang mempertemukan regulator, ilmuwan, klinisi, industri, dan pemerintah dari berbagai negara Asia tersebut menjadi panggung strategis bagi Indonesia untuk menunjukkan kesiapan memasuki era baru pengobatan berbasis terapi sel.

Menurut Taruna Ikrar, perkembangan terapi berbasis sel telah mengubah lanskap dunia kedokteran. Teknologi ini menghadirkan harapan baru bagi pasien dengan penyakit serius, langka, hingga kondisi yang selama ini belum memiliki terapi efektif.

Namun, keberhasilan inovasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemajuan sains, melainkan juga kemampuan menerjemahkannya menjadi produk yang aman, berkhasiat, bermutu, dan dapat diakses masyarakat.

“Tantangan itu menjadi semakin penting mengingat pasar global ATMP diperkirakan tumbuh sangat pesat. Nilai pasar yang saat ini melampaui USD 50 miliar pada 2026 diproyeksikan melonjak hingga USD 175 miliar pada 2035, dengan kawasan Asia-Pasifik menjadi wilayah dengan pertumbuhan tercepat di dunia,” Ujarnya.

Di tengah lonjakan tersebut, lanjut dia, Indonesia dinilai memiliki modal kuat untuk mengambil peran lebih besar. Infrastruktur kesehatan yang terus berkembang, ekosistem riset yang semakin matang, serta dukungan pemerintah, akademisi, rumah sakit, dan industri membuka peluang Indonesia tidak hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pusat riset, pengembangan, manufaktur, dan translasi klinis terapi inovatif.

Taruna Ikrar menegaskan, BPOM telah bergerak lebih jauh dari fungsi pengawasan konvensional. Lembaga yang dipimpinnya kini membangun sistem regulasi yang berfungsi sebagai akselerator inovasi.

“Melalui Peraturan BPOM Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pedoman Penilaian Produk Terapi Maju dan Peraturan BPOM Nomor 24 Tahun 2025 tentang Tata Cara Persetujuan Pengembangan Obat Baru, jalur pengembangan terapi masa depan mulai dipersiapkan secara sistematis,” Ucapnya.

Lanjutnya, transformasi itu tercermin dari sejumlah produk nasional yang kini tengah berada dalam jalur pengembangan.

Ia juga menyampaikan, BPOM saat ini mendampingi proses evaluasi registrasi Medicel, terapi stem cell karya anak bangsa untuk kasus COVID-19 kritis, serta Bio-GF, produk secretome lokal yang telah memperoleh persetujuan uji klinik fase pertama untuk terapi osteoartritis.

Lanjutnya, Kedua produk tersebut diproduksi pada fasilitas yang telah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), memastikan kualitas, keamanan, dan khasiat produk tetap terjaga.

Bagi Taruna Ikrar, masa depan terapi maju tidak dapat dibangun oleh satu institusi atau satu negara. Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi utama agar inovasi ilmiah benar-benar sampai kepada pasien.

Karena itu, penyelenggaraan ACTO 2026 di Indonesia dinilai sebagai momentum penting memperkuat posisi kawasan Asia dalam peta pengembangan ATMP dunia.

Ia juga menyampaikan, komitmen BPOM juga diwujudkan melalui penguatan kerangka regulasi, penyusunan pedoman teknis, pendampingan ilmiah sejak tahap penelitian hingga pengawasan pasca pemasaran, serta penerapan pendekatan berbasis sains dan risiko agar regulasi tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi kesehatan yang bergerak sangat cepat.

“pendekatan tersebut sekaligus menandai perubahan paradigma besar di BPOM. Regulasi tidak lagi diposisikan sebagai hambatan inovasi, melainkan sebagai instrumen yang memberikan kepastian, kejelasan ilmiah, dan jalur yang dapat diprediksi bagi para peneliti dan industri untuk mengembangkan produk inovatif secara bertanggung jawab,” Katanya.

Lanjutnya Taruna, kepercayaan dunia terhadap sistem regulasi Indonesia juga terus meningkat. Status BPOM sebagai WHO Listed Authority menjadi tonggak penting yang memperkuat pengakuan internasional terhadap kapasitas regulator Indonesia dalam menjamin mutu, keamanan, dan khasiat produk kesehatan.

Menurutnya, pengakuan tersebut sekaligus membuka ruang kerja sama global yang lebih luas dalam pengembangan produk medis inovatif.

Menutup sambutannya, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa masa depan terapi maju tidak hanya ditentukan oleh terobosan ilmiah. Masa depan itu akan ditentukan oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan bekerja bersama, menjadikan sains sebagai fondasi, kolaborasi sebagai kekuatan, dan pasien sebagai tujuan utama.

Dalam konteks itulah, menurut dia, ACTO 2026 bukan hanya forum akademik. Ia menjadi penanda bahwa Indonesia mulai menyiapkan diri menjadi salah satu pusat pertumbuhan terapi sel dan produk terapi maju di Asia, dengan BPOM berdiri di garis depan sebagai regulator yang tidak hanya mengawasi, tetapi juga mengakselerasi lahirnya inovasi kesehatan masa depan.

(Wan)

Berita Terkait

ISI-PELITA Resmi Diluncurkan, LPKA Kelas II Ternate Perluas Akses Literasi dan Pendidikan Anak Binaan
Indonesia–India Perkuat Kemitraan Kesehatan, Taruna Ikrar Ungkap Strategi Regulasi Indonesia
Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP 2026, Realisasi Capai Rp8,68 Triliun
Somasi Direksi Perumda Ake Gaale, Kuasa Hukum Abdullah Bandang Tuntut Pembayaran Penghargaan Masa Jabatan
ASN Halsel Dilaporkan Terjerat Judi Online dan Utang, Bupati Instruksikan Pemeriksaan Seluruh OPD
KPU Ternate Sosialisasikan Pemutakhiran Data Parpol, Tauhid Soleman Soroti Akurasi Keanggotaan
KKSK Dorong Transformasi Kesehatan, Taruna Ikrar Bawa BPOM ke Era Pengawasan Berbasis Data
Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:47 WIT

Biaya Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Ternate 2027 Capai Rp1,537 Juta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Samurai Geruduk RSUD Labuha, Desak Parkir Berbayar Dihentikan dan Direktur Dievaluasi

Senin, 28 September 2026 - 19:12 WIT

Ubaid Yakub dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Perluas Perlindungan Pekerja di Haltim

Minggu, 20 September 2026 - 21:13 WIT

Wawali Nasri Abubakar Dukung Langkah Strategis IDI Ternate Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 19:04 WIT

Resmi Pimpin PMI Haltim, Ricky Chairul Richfat Tegaskan Komitmen Hadir untuk Kemanusiaan

Kamis, 17 September 2026 - 18:38 WIT

PMI Haltim Resmi Punya Pengurus Baru, Bupati Ubaid Siapkan Kendaraan Donor Darah Mobile di Haltim

Jumat, 11 September 2026 - 20:37 WIT

Taruna Ikrar Siapkan Peta Jalan Kemandirian Kesehatan Nasional, BPOM Hubungkan Riset, Industri, dan Pasar

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:54 WIT

Resmi Gedung Jantung Terpad Gubernur Sherly, Pasien Darurat Harus Ditangani Tepat di Malut

Berita Terbaru