SOFIFI, HabarIndonesia.id — Di bawah komando Gubernur Sherly, Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus berbenah. Salah satunya adalah komitmen dalam melakukan transformasi pemerataan sistem kesehatan bagi masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan dalam audiensi yang berlangsung hangat bersama Kementerian Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit (RS) Pusat Otak Nasional (PON) Mahar Mardjono di Ruang Kerja Gubernur pada Jumat (30/10).
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga membahas dukungan Kementerian Kesehatan dan RS PON sebagai upaya memperbaiki sistem kesehatan di Maluku Utara, khususnya di bidang neurologi (otak dan saraf).
Audiensi tersebut turut menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi dalam pembinaan dan pendampingan tata kelola Rumah Sakit Umum (RSU) dan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sofifi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Provinsi Maluku Utara.
Membuka arahannya, Gubernur dengan hangat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Kementerian Kesehatan serta manajemen RS PON atas dukungan yang diberikan kepada Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
“Terima kasih kepada tim Kementerian Kesehatan dan RS Pusat Otak Nasional yang telah berkunjung ke Sofifi untuk melakukan asistensi serta supervisi terhadap peningkatan pelayanan kesehatan di RSU dan RSJ Sofifi,” ucap Sherly dengan senyum.
Sementara itu, Direktur Mutu SDM Kesehatan, dr. Yudhi Pramono, menyampaikan bahwa kunjungan Kemenkes beserta RS PON merupakan tindak lanjut pendampingan dan pembinaan tata kelola rumah sakit di daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur atas sambutan hangatnya di Sofifi. Kami datang sebagai upaya implementasi PHTC yang digagas oleh Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (3T), serta daerah lainnya melalui peningkatan kapasitas dan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” paparnya.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan kepada Kementerian Kesehatan untuk mendampingi RSU dan RSJ Sofifi menjadi peluang besar dalam mendorong transformasi rumah sakit agar semakin profesional dan berkualitas.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Ghotama Airlangga, berujar bahwa kehadiran tim Kemenkes bertujuan mendukung penguatan rumah sakit daerah melalui kolaborasi dengan rumah sakit vertikal.
Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Selanjutnya, pertemuan ini juga membahas penguatan ekosistem kesehatan neurologi di Maluku Utara melalui Workshop Pengampuan Stroke, Code Stroke yang akan digelar di Ternate serta diikuti oleh seluruh dokter di daratan Bumi Moloku Kie Raha.
Untuk diketahui, kata Sherly, permasalahan di bidang kesehatan otak dan saraf (neurologi) di Indonesia semakin kompleks dengan jumlah kasus yang kian meningkat.
Oleh karena itu, ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara membangun kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang diharapkan dapat menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan otak dan saraf yang komprehensif sehingga masyarakat dapat merasakan inklusivitas akses kesehatan yang merata.
Lanjut Dr. Ghotama, Ini merupakan penegasan komitmen kerja nyata Gubernur Sherly dalam membangun serta memajukan dunia kesehatan di Bumi Moloku Kie Raha.
(Gus).






