TERNATE — HabarIndonesia.id – Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI yang dipimpin oleh Ahmad Heryawan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Maluku Utara, Senin (27/04/26). Kegiatan tersebut berlangsung di Royal Resto, Ternate.
Kunjungan ini bertujuan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat terkait dampak pembangunan serta berbagai isu sosial di daerah.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dalam pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah persoalan strategis.
Salah satunya terkait dorongan pembentukan Undang-Undang Kepulauan, yang dinilai penting mengingat sebagian besar wilayah Maluku Utara merupakan lautan.
Selain itu, Sarbin juga menyoroti status Ibu Kota Provinsi di Sofifi yang hingga kini masih berstatus kelurahan. Pemerintah daerah, kata dia, tengah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.
“Kami berharap adanya keberpihakan pemerintah pusat dan DPR RI untuk mempercepat pembangunan di Sofifi,” ujarnya.
Lanjutnya, Isu lain yang turut menjadi perhatian adalah kebijakan nasional terkait pengurangan produksi nikel yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menurutnya, pemerintah provinsi menilai kebijakan tersebut menimbulkan dilema, terutama bagi tenaga kerja di sektor pertambangan.
Sarbin juga menyinggung belum optimalnya kontribusi dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang dinilai belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Ahmad Heryawan menyatakan pihaknya telah menerima berbagai aspirasi dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, termasuk persoalan Dana Bagi Hasil (DBH) yang belum tersalurkan secara tuntas.
“Aspirasi ini akan kami perjuangkan dan tindak lanjuti melalui koordinasi dengan pimpinan DPR RI dan Komisi XI,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya penguatan tanggung jawab lingkungan dan sosial perusahaan, khususnya di wilayah pertambangan, agar hak masyarakat tetap terpenuhi.
Sesuai amatan media HabarIndonesia.id, selama kegiatan berlangsung, pertemuan tersebut turut dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku Utara.
(Gus)
















