TERNATE – HabarIndonesia.id – Senator asal Maluku Utara, Hasby Yusuf, menegaskan bahwa masyarakat Buli dan Halmahera Timur merupakan tuan rumah di negeri sendiri yang harus merasakan manfaat nyata dari kekayaan sumber daya alam daerah. Kamis, 21/05/26.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasby Yusuf saat menyoroti kondisi sosial masyarakat di wilayah tambang Halmahera Timur yang hingga kini dinilai masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, stunting hingga keterbatasan akses pendidikan.
Menurut Hasby, keberadaan masyarakat adat dan kampung-kampung di Buli sudah ada jauh sebelum Indonesia berdiri sebagai negara.
Ia menilai sejarah panjang masyarakat Halmahera Timur harus menjadi perhatian dalam setiap kebijakan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam di daerah.
“Saya mau sampaikan bahwa jauh sebelum Indonesia ada sebagai negara, Buli sudah ada lebih dulu. Sebelum perusahaan tambang datang mengambil kekayaan alam di tanah ini, orang-orang tua torang di kampung-kampung Halmahera sudah hidup dan tinggal di sini dari dulu,” ujar Hasby.
Ia menegaskan, Negeri Gamrange dan tanah Halmahera Timur memiliki sejarah panjang yang lebih tua dari Republik Indonesia.
Karena itu, masyarakat lokal tidak boleh tersingkir atau justru mengalami kesulitan di tengah melimpahnya kekayaan alam yang dimiliki daerah.
Hasby mengaku prihatin karena hingga saat ini masih banyak masyarakat di sekitar kawasan tambang hidup dalam kondisi serba terbatas.
Ia menyebut angka kemiskinan dan kasus stunting di Halmahera Timur masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian semua pihak.
“Jangan sampai orang lain datang, lalu kebijakan yang dibuat malah bikin masyarakat daerah susah, khususnya masyarakat Halmahera Timur yang dari dulu jaga dan tinggal di tanah ini,” katanya.
Selain persoalan ekonomi dan kesehatan, Hasby juga menyoroti sektor pendidikan.
Menurutnya, masih banyak anak-anak di Halmahera Timur yang terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.
Bahkan kata dia, banyak generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi namun terbentur biaya dan minimnya kesempatan.
Ia menilai pendidikan menjadi faktor penting untuk menciptakan generasi Halmahera Timur yang mampu maju dan bersaing di masa depan.
“Halmahera Timur kaya sumber daya alam. Tambang ada, kekayaan alam banyak. Tapi kami masyarakat lokal harus juga bisa rasa manfaatnya. Jangan tanah kaya, tapi masyarakat masih hidup susah,” tegasnya.
Karena itu, Hasby meminta agar pengelolaan kekayaan alam daerah benar-benar diarahkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat.
Menurut dia, hasil sumber daya alam harus mampu menekan angka kemiskinan, mengurangi stunting, membantu pendidikan anak-anak daerah, serta menciptakan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat Halmahera Timur.
“Karena kami ini tuan rumah di negeri sendiri. Jangan sampai torang jadi penonton di tanah torang sendiri,” pungkasnya.
(Red)















