Musdalub HIPMI Malut Kembali Ricuh, BPC Malut, Boy Sangaji Dituding Jadi Dalang Intervensi

- Wartawan

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:21 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Rencana gelaran Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara kembali menuai sorotan. Pelaksanaan Musda yang terus berlarut-larut tanpa hasil jelas ini diduga kuat terjadi akibat adanya intervensi dari pihak luar. Kamis, 21/05/26.

Sorotan tajam tersebut mengarah kepada Boy Sangaji, mantan Ketua OKK Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI. Sejumlah pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI tingkat kabupaten/kota menilai, campur tangan Boy sudah melampaui batas dan merusak tatanan organisasi.

Menurut pengurus BPC, dugaan intervensi ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada dua pelaksanaan musyawarah sebelumnya yang sempat melahirkan dua ketua umum terpilih, yakni Rio dan Firdaus, jalannya forum diduga kuat tak lepas dari determinasi Boy Sangaji, hingga memicu ketidakpastian arah organisasi.

“Boy Sangaji ini sebenarnya secara usia sudah tidak layak lagi ber-HIPMI. Intervensi dia dalam dua kali Musda sebelumnya justru membuat arah organisasi HIPMI Maluku Utara menjadi tidak jelas,” ungkap perwakilan pengurus BPC HIPMI Malut dalam pernyataan tertulisnya.

Lebih lanjut, para pengurus BPC mencium adanya motif transaksional di balik ngototnya intervensi tersebut. Apalagi, Musdalub kali ini digelar di tengah rangkaian agenda Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI yang sedang berjalan.

“Kami menerima informasi bahwa beberapa mantan pengurus HIPMI di Maluku Utara diduga telah melakukan transaksi dengan Boy Sangaji. Bahkan, ia sampai ikut menentukan siapa sosok yang layak memimpin HIPMI Malut. Pertanyaannya, ada kepentingan apa dia bertindak sejauh itu?” sesal mereka.

Melihat konflik yang tak kunjung usai, pengurus BPC mendesak BPP HIPMI untuk segera mengambil langkah tegas demi menyelamatkan marwah BPD HIPMI Malut. Mereka menilai, benang merah dari carut-marut organisasi ini bersumber dari satu pintu.

“Jika ditarik benang merahnya, semua kekacauan ini terjadi karena intervensi Boy Sangaji. Informasi yang kami himpun, dia bahkan sudah menyiapkan kandidat titipan yang diduga kuat berasal dari kader PSI,” pungkas perwakilan BPC.

(Red)

Berita Terkait

PMII Desak Pemda Morotai Alihkan Anggaran MoroFest untuk Penanganan Karhutla
Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien
Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat
Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan
Bassam Dorong RDTR Kawasi-Saketa Jadi Fondasi Pembangunan Halsel yang Berkelanjutan
Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh
PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora
PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Pengajuan Bansos Meningkat, Kesra Salurkan Bantuan untuk Mahasiswa dan Pasien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:58 WIT

Sekda Haltim Serahkan Bantuan Lansia di Wasile, 3.512 Warga Jadi Penerima Manfaat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:40 WIT

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:09 WIT

Bassam Dorong RDTR Kawasi-Saketa Jadi Fondasi Pembangunan Halsel yang Berkelanjutan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:41 WIT

Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:12 WIT

PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan

Rabu, 30 September 2026 - 01:11 WIT

Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani

Berita Terbaru