Daerah  

Bassam Minta ASN Halsel Jauhi Judi Online: Jangan Sampai Terlambat

Bupati Halmahera Selatan mengingatkan seluruh aparatur sipil negara, baik PNS maupun PPPK, agar tidak terjerumus dalam praktik perjudian yang dinilai merusak integritas, keluarga, dan kepercayaan publik.

HALSEL – HabarIndonesia.id – Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN), yang terdiri atas pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan menghentikan segala bentuk praktik perjudian, terutama judi online, sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.

Penegasan itu disampaikan Bassam saat memimpin Upacara Gabungan di halaman Kantor Bupati Halmahera Selatan, Senin (20/7/2026). Upacara tersebut dihadiri Sekretaris Daerah, para asisten bupati, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta seluruh ASN di lingkungan Pemkab Halmahera Selatan.

Dalam arahannya, Bassam menegaskan tidak ada ruang bagi aparatur pemerintah untuk terlibat dalam praktik perjudian. Menurutnya, selain bertentangan dengan nilai-nilai agama, judi juga merusak integritas aparatur serta berdampak luas terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat.

“Kalau masih ada yang bertaruh uang, motor, atau bentuk taruhan lainnya, saya minta berhenti. Jangan sampai kesenangan sesaat justru menjerumuskan kita kepada perbuatan dosa,” tegas Bassam.

Ia menilai judi online kini menjadi ancaman yang semakin serius karena dikemas dalam berbagai bentuk permainan digital yang seolah-olah menawarkan keuntungan dengan cara mudah. Padahal, kata dia, sistem tersebut dirancang untuk membuat pemain ketagihan melalui kemenangan sesaat sebelum akhirnya terus mengalami kekalahan.

Menurut Bassam, kondisi itu tidak hanya membuat pelaku kehilangan harta benda, tetapi juga berisiko terlilit utang, terjebak pinjaman online, hingga mengalami kehancuran ekonomi.

Lebih jauh, ia mengatakan dampak judi online tidak berhenti pada kerugian materi. Praktik tersebut juga dapat memicu rusaknya keharmonisan rumah tangga, renggangnya hubungan sosial, hingga meningkatnya kasus perceraian akibat tekanan ekonomi.

Karena itu, ia meminta seluruh ASN menjadikan upacara gabungan sebagai momentum untuk memperbaiki diri sekaligus memperkuat komitmen menjaga integritas sebagai pelayan masyarakat.

“ASN harus menjadi contoh, bukan justru ikut terjebak dalam praktik yang merusak diri sendiri, keluarga, dan nama baik pemerintah,” ujarnya.

Bassam menambahkan, aparatur pemerintah wajib menjaga marwah institusi melalui sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab agar pelayanan kepada masyarakat tetap profesional dan berintegritas.

Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan memohon keberkahan kepada Allah SWT agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah, dijauhkan dari perbuatan tercela, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *