Usai Dermaga Rusak Dihantam Gelombang, KSOP Minta Kontraktor Segera Perbaiki

- Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 23:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Dermaga tiba (kedatangan) di Pelabuhan Semut, kawasan Mangga Dua, Kecamatan Ternate Selatan, kembali mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang tinggi dan angin kencang.

Kerusakan tersebut terjadi saat proyek pelabuhan masih berada dalam masa pemeliharaan sehingga tanggung jawab perbaikan masih berada di tangan kontraktor pelaksana dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, Selasa (21/7/2026), mengatakan pihaknya telah meminta PPK dan kontraktor agar segera melakukan perbaikan sebelum proses serah terima aset kepada KSOP dilaksanakan.

“Sampai saat ini masih dalam masa pemeliharaan, sehingga belum sepenuhnya diserahkan ke KSOP. Tanggung jawabnya masih berada pada PPK dan kontraktor pelaksana,” ujar Rushan saat ditemui di ruang kerjanya.

Menurutnya, proses serah terima sebenarnya dijadwalkan berlangsung pada Juli 2026. Namun, KSOP meminta agar seluruh kerusakan yang terjadi selama masa pemeliharaan diselesaikan terlebih dahulu sehingga fasilitas pelabuhan dapat diterima dalam kondisi baik.

Rushan menjelaskan, desain konstruksi Pelabuhan Semut telah disusun dengan mempertimbangkan karakteristik gelombang laut dan kondisi cuaca di wilayah tersebut.

Pengalaman beberapa tahun lalu, menurutnya, ketika ponton dermaga dihantam gelombang, juga menjadi salah satu bahan evaluasi dalam penyusunan desain.

Ia menegaskan pihaknya tetap percaya terhadap kualitas desain yang disusun konsultan Development Design (DD), termasuk pemilihan material yang dirancang khusus untuk lingkungan laut agar memiliki daya tahan tinggi dan usia pakai yang lebih lama.

Meski demikian, Rushan mengakui terdapat beberapa baut pengikat ponton yang terlepas akibat kuatnya gelombang dan angin kencang. Kerusakan tersebut kini menjadi fokus utama dalam pekerjaan pemeliharaan.

“Yang kami khawatirkan adalah kondisi ponton dan tiangnya. Kalau atap relatif mudah diperbaiki, tetapi struktur utama harus dipastikan tetap aman,” katanya.

Lanjut dia, sebagai langkah mitigasi, KSOP sebelumnya telah mengusulkan pembangunan breakwater atau pemecah gelombang.

Namun, menurut dia, usulan tersebut dinilai sulit direalisasikan karena lokasi pelabuhan berdekatan dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara serta memiliki kedalaman laut yang cukup tinggi.

Sebagai alternatif, katanya KSOP akan mengusulkan pembangunan breakwater apung kepada Kementerian Perhubungan.

Menurut Rushan, teknologi tersebut telah banyak diterapkan pada pelabuhan-pelabuhan dengan dermaga ponton apung dan dinilai lebih memungkinkan untuk diterapkan di Pelabuhan Semut.

Ia menambahkan, konstruksi ponton masih dinilai aman selama tinggi gelombang berada dalam batas desain.

Namun, apabila tinggi gelombang melebihi 1,5 meter, kondisi dermaga akan terus dipantau sebagai bagian dari evaluasi terhadap ketahanan konstruksi.

Selain memastikan kondisi infrastruktur pelabuhan, ia juga mengatakan KSOP Ternate juga mengingatkan seluruh perusahaan pelayaran dan nahkoda kapal agar selalu memantau informasi cuaca dari BMKG sebelum berlayar.

Rushan menekankan pentingnya penyusunan rencana pelayaran serta pemanfaatan teknologi navigasi seperti GPS agar nahkoda dapat mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi cuaca buruk atau gelombang tinggi di tengah pelayaran.

Menurutnya, insiden kandasnya Kapal Intim Teratai di perairan Makian beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting bagi seluruh pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin terhadap prosedur keselamatan.

“Seperti halnya pesawat yang memiliki rencana penerbangan sebelum lepas landas, kapal juga wajib memiliki rencana pelayaran. Kami berharap seluruh kapal terus memperbarui informasi cuaca, terutama saat berlayar pada malam hari, sehingga dapat menghindari risiko kecelakaan maupun benturan dengan benda-benda di laut,” pungkas Rushan.

(Agis)

Berita Terkait

Polres Halsel Pastikan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak Diproses 100 Persen
Camat Loteng Gandeng PLN Survei Titik PLTS di Desa Aruku
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak di Halsel, Ayah Tiri Dilaporkan ke Polisi
Kapolres Halsel Terobos Pelosok Indari dengan Motor, Buka Dialog Kamtibmas
Kapolres Halsel Temui Pengemudi Ojek, Buka Ruang Dialog soal Kamtibmas
Dari Benteng ke Benteng, Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Ubaid Yakub, Bantuan Ibu Hamil dan Penguatan Fasilitas Kesehatan Antar Haltim Raih Penghargaan Nasional
Aboy Tendean Disorot dalam Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa di Halsel, LPP Tipikor Bakal Lapor ke Mabes Polri
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIT

Harlah Ke-81 Kejaksaan RI, Burhanuddin Tekankan Soliditas dan Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 2 September 2026 - 14:00 WIT

Kepala BPOM Taruna Ikrar, Indonesia Harus Jadi Pemain Utama, Bukan Sekadar Pasar Industri Probiotik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:19 WIT

Taruna Ikrar, BPOM Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Terapi Maju di Asia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:41 WIT

HUT ke-81 RI di BPJN Malut, Kementerian PU Tekankan Pembangunan yang Bersih dan Efisien

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:40 WIT

Usai Swasembada Pangan, Zulhas, Pemerintah Alihkan Fokus Bangun 2.000 Kampung Nelayan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:44 WIT

Program Jumat Berkah Hasby Yusuf Hadirkan Kebahagiaan, Ratusan Jamaah Terima Paket Makanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:47 WIT

Sherly Sambut Pengukuhan ABPEDNAS, Energi Baru untuk Pembangunan Desa di Maluku Utara

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:05 WIT

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG Rp Triliunan, Yayasan hingga Pengadaan Disorot Kejagung

Berita Terbaru