Petani Halsel Desak Usut Dugaan Distribusi Tomat dan Cabai dari Manado

- Wartawan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALSEL – HabarIndonesia.id – Kemarahan petani hortikultura di Kabupaten Halmahera Selatan kian memuncak. Mereka menilai masuknya pasokan tomat dan cabai dari Manado, Sulawesi Utara, secara terus-menerus telah menyebabkan harga komoditas lokal anjlok sehingga berdampak langsung pada pendapatan petani.

Sorotan para petani mengarah kepada seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial FM yang bertugas di Puskesmas Wayaua. FM diduga berperan dalam distribusi tomat dan cabai dari Manado ke Pasar Labuha dan Pasar Babang. Dugaan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat dan didesak untuk diusut secara transparan oleh pihak berwenang.

Salah seorang warga yang akrab disapa Uni Yanti mengungkapkan, komoditas dari luar daerah diduga dipasarkan dengan sistem titip jual kepada para pedagang. Pembayaran disebut baru dilakukan setelah pasokan berikutnya tiba, sehingga pedagang tidak lagi membeli hasil panen petani lokal.

“Akibatnya petani kehilangan pasar. Hasil panen sulit terjual karena pedagang sudah lebih dulu dipenuhi stok dari luar daerah,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Amrullah, seorang petani hortikultura di Halmahera Selatan. Ia mengaku harga tomat dan cabai hampir selalu jatuh setiap musim panen karena bertepatan dengan masuknya pasokan dari luar daerah.

“Setelah berbulan-bulan mengeluarkan biaya produksi, hasil panen justru dijual dengan harga yang sangat rendah. Bahkan tidak sedikit petani yang merugi,” katanya.

Para petani menduga pasokan tomat dan cabai tersebut rutin masuk melalui Pelabuhan Kupal sebelum didistribusikan ke sejumlah pasar di Halmahera Selatan. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri jalur distribusi tersebut untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

Menurut mereka, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut persaingan usaha, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan terhadap keberlangsungan ekonomi ribuan petani lokal yang menggantungkan hidup pada sektor hortikultura.

Karena itu, para petani mendesak Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera mengambil langkah konkret dengan mengatur arus masuk tomat dan cabai dari luar daerah, terutama pada musim panen petani lokal. Langkah tersebut dinilai penting agar harga komoditas tetap stabil dan hasil panen masyarakat dapat terserap pasar.

Selain itu, mereka meminta dugaan keterlibatan pihak-pihak yang memperoleh keuntungan dari distribusi komoditas tersebut diusut secara terbuka. Menurut mereka, pemerintah harus hadir memberikan perlindungan kepada petani lokal agar tidak terus dirugikan oleh mekanisme perdagangan yang dinilai tidak berpihak.

Petani juga melayangkan ultimatum kepada pemerintah daerah. Mereka menegaskan akan menggelar aksi demonstrasi apabila dalam waktu dekat tidak ada langkah nyata untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kalau pemerintah terus diam, kami akan turun ke jalan. Ini bukan hanya soal tomat dan cabai, tetapi menyangkut nasib ribuan petani dan keluarga mereka yang kehilangan sumber penghasilan,” tegas salah seorang perwakilan petani.

Hingga berita ini diterbitkan, FM, pihak Puskesmas Wayaua, maupun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi telah membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Ian)

Berita Terkait

Potensi Sagu Wailukum Dikembangkan, PT Position Serahkan Fasilitas Produksi Lengkap
Polres Halsel Pastikan Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak Diproses 100 Persen
Camat Loteng Gandeng PLN Survei Titik PLTS di Desa Aruku
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Dua Anak di Halsel, Ayah Tiri Dilaporkan ke Polisi
Kapolres Halsel Terobos Pelosok Indari dengan Motor, Buka Dialog Kamtibmas
Kapolres Halsel Temui Pengemudi Ojek, Buka Ruang Dialog soal Kamtibmas
Dari Benteng ke Benteng, Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya
Ubaid Yakub, Bantuan Ibu Hamil dan Penguatan Fasilitas Kesehatan Antar Haltim Raih Penghargaan Nasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIT

Harlah Ke-81 Kejaksaan RI, Burhanuddin Tekankan Soliditas dan Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 2 September 2026 - 14:00 WIT

Kepala BPOM Taruna Ikrar, Indonesia Harus Jadi Pemain Utama, Bukan Sekadar Pasar Industri Probiotik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:19 WIT

Taruna Ikrar, BPOM Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Terapi Maju di Asia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:41 WIT

HUT ke-81 RI di BPJN Malut, Kementerian PU Tekankan Pembangunan yang Bersih dan Efisien

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:40 WIT

Usai Swasembada Pangan, Zulhas, Pemerintah Alihkan Fokus Bangun 2.000 Kampung Nelayan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:44 WIT

Program Jumat Berkah Hasby Yusuf Hadirkan Kebahagiaan, Ratusan Jamaah Terima Paket Makanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:47 WIT

Sherly Sambut Pengukuhan ABPEDNAS, Energi Baru untuk Pembangunan Desa di Maluku Utara

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:05 WIT

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG Rp Triliunan, Yayasan hingga Pengadaan Disorot Kejagung

Berita Terbaru