TERNATE – HabarIndonesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi menyambut kepulangan jemaah haji musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam sebuah acara penerimaan yang berlangsung khidmat di Aula Asrama Haji Transit Ngade, Kota Ternate, Rabu (17/6/2026).
Penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, didampingi Wakil Gubernur Sarbin Sehe, Wakil Ketua DPRD Maluku Utara, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para jemaah haji yang baru kembali dari Tanah Suci.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menyampaikan rasa syukur atas kembalinya para jemaah haji ke Maluku Utara dalam keadaan sehat dan selamat setelah menunaikan rukun Islam kelima di Arab Saudi.
Menurutnya, momentum kepulangan jemaah bukan sekadar akhir dari perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi momen penuh haru yang mempertemukan kembali para jemaah dengan keluarga setelah melewati penantian panjang.
“Hari ini bukan sekadar hari pemulangan jemaah haji, tetapi merupakan hasil dari doa, kerinduan, dan penantian panjang yang akhirnya dipertemukan. Saya yakin selama di Tanah Suci, bapak dan ibu merindukan keluarga, begitu pun sebaliknya,” ujar Sherly.
Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, gubernur Sherly menyampaikan selamat datang kepada seluruh jemaah serta memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, petugas pendamping, dan panitia haji tingkat kabupaten/kota yang telah bekerja keras memberikan pelayanan sejak proses keberangkatan hingga kepulangan.
Sherly berharap penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang dapat semakin baik, baik dari sisi pelayanan maupun dukungan terhadap kebutuhan jemaah.
“Kita doakan bersama semoga di tahun depan pelayanan bisa lebih baik lagi, uang saku bisa dinaikkan, dan kuotanya bisa ditambahkan,” katanya.
Selain itu, gubernur Sherly berpesan agar para jemaah dapat mengimplementasikan nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan kepatuhan yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat serta meraih predikat haji mabrur.
Di tengah suasana penuh kebahagiaan, ia juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tiga jemaah haji asal Maluku Utara selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Ketiga jemaah tersebut adalah Siti Totou Umar (71) asal Kota Ternate yang tergabung dalam Kloter 15 Embarkasi Makassar, Darsono Baguna Muis asal Kota Ternate yang juga tergabung dalam Kloter 15, serta Edy Sundayana Edo (50) asal Kabupaten Kepulauan Sula yang tergabung dalam Kloter 13.
Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan para jemaah yang wafat agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT serta mengajak masyarakat mendoakan satu jemaah lainnya yang hingga kini masih menjalani perawatan medis di Jeddah agar segera pulih dan dapat kembali ke Maluku Utara.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Maluku Utara yang juga Ketua Panitia Haji Maluku Utara, Zabir Wahid, melaporkan bahwa pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 secara umum berjalan tertib, aman, sukses, dan lancar berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat.
Ia menjelaskan, satu jemaah asal Maluku Utara yang tergabung dalam Kloter 15 hingga saat ini belum dapat dipulangkan karena masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Jeddah.
Kondisi kesehatan yang bersangkutan belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara menuju Indonesia.
Zabir turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji daerah, ketua rombongan, dan panitia yang tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi selama proses penyelenggaraan ibadah haji, meskipun beberapa petugas sempat mengalami gangguan kesehatan.
Pada kesempatan tersebut, Zabir juga mengungkapkan capaian membanggakan yang diraih Provinsi Maluku Utara pada musim haji tahun ini.
Ia juga mengatakan maluku utara menerima penghargaan dari maskapai Garuda Indonesia sebagai salah satu kelompok jemaah haji paling patuh terhadap ketentuan keselamatan penerbangan, khususnya terkait kepatuhan terhadap aturan bagasi.
Penghargaan tersebut menjadi bukti tingginya kedisiplinan dan kesadaran jemaah haji Maluku Utara dalam mematuhi aturan selama proses perjalanan ibadah haji, sekaligus menjadi prestasi yang membanggakan bagi daerah di tingkat nasional.
(Gus)














