“Opo” : Anak muda dari puncak Topo, yang menjaga hubungan pertemanan atas dasar kepercayaan.

- Wartawan

Rabu, 22 April 2026 - 05:15 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Tulis Oleh : Hasan Bahta

Dalam dinamika sosial dan politik yang sering kali cair, menemukan sosok yang teguh memegang janji adalah sebuah kelangkaan. Namun, bagi masyarakat Maluku Utara, nama Faisal Anwar atau yang lebih akrab disapa  “Opo” menjadi anomali yang menyegarkan. Pemuda kelahiran Tidore ini bukan sekadar aktivis atau penggerak massa; ia adalah representasi dari nilai kesetiaan dan kemanusiaan yang nyata.

Melalui perjalanannya, Opo memberikan pelajaran berharga bagi generasi muda tentang bagaimana merawat kepercayaan dan menjaga jejaring pertemanan di tengah badai perubahan. Komitmen Opo tidak dimulai dari ruang hampa. Ia adalah salah satu orang kepercayaan mendiang Benny Laos. Bagi banyak orang, ketika seorang mentor atau pemimpin berpulang, loyalitas sering kali luntur seiring berjalannya waktu. Namun tidak bagi Opo.

Bagi Opo, amanah bukan sekadar kontrak kerja atau posisi jabatan, melainkan sebuah ikatan moral. Hingga saat ini, ia tetap berdiri tegak mengawal visi pembangunan Maluku Utara yang kini dilanjutkan oleh  Sherly Tjoanda (Sherly Laos). Sikap ini menunjukkan bahwa komitmen Opo tidak bersifat transaksional, melainkan berdasarkan prinsip kemanusiaan (humanis) yang mendalam.

Salah satu kekuatan utama Faisal Anwar adalah kemampuannya dalam merawat jejaring pertemanan. Di era digital di mana hubungan sering kali terasa dangkal, Opo justru memilih jalan yang lebih personal. Ia mampu masuk ke berbagai lapisan masyarakat, dari elite politik hingga masyarakat akar rumput di pelosok Maluku Utara.

Merawat pertemanan baginya bukan sekadar berkirim pesan, tapi hadir saat dibutuhkan. Inilah yang membuatnya memiliki “circle” yang solid dan setia. Orang-orang percaya pada Opo karena ia adalah sosok yang satu kata dengan perbuatan. Ketika ia menyatakan dukungan, maka seluruh energinya akan dicurahkan ke sana.

Sebagai anak muda yang terlibat langsung dalam pemenangan pasangan calon Gubernur Sherly-Sarbin, tanggung jawab Opo bukan sekadar memenangkan kontestasi. Ia memikul beban moral untuk memastikan bahwa semangat pembangunan yang pernah dicita-citakan tetap berada pada jalurnya.

Opo menyadari bahwa Maluku Utara membutuhkan keberlanjutan. Kepemimpinan Sherly Laos dipandangnya sebagai estafet harapan. Dengan kecerdasan sosial yang dimilikinya, Opo berperan sebagai jembatan komunikasi, menyatukan semangat anak-anak muda Maluku Utara untuk ikut andil dalam mengawal pemerintahan.

Ada tiga hal utama yang bisa kita petik dari sosok Opo: Pertama, Keteguhan Hati (Resilience):  meskipun situasi sulit atau penuh tekanan, Opo tetap teguh pada pendiriannya. Ia membuktikan bahwa anak muda tidak boleh mudah “goyang” oleh kepentingan sesaat. Kedua, nilai kemanusiaan di atas segalanya:  politik bagi Opo adalah alat untuk membantu orang lain. Pendekatannya yang humanis membuat perjuangan politik terasa lebih hangat dan diterima banyak pihak. Ketiga, loyalitas adalah Investasi Terbesar:  karir dan reputasi Opo yang cemerlang saat ini adalah buah dari kesetiaannya menjaga amanah selama bertahun-tahun.

Faisal Anwar “Opo” adalah bukti bahwa untuk menjadi besar, kita tidak harus menjadi keras atau licik. Dengan menjadi humanis, menjaga komitmen, dan tulus dalam berteman, seorang anak muda dari Tidore mampu memberi dampak besar bagi kemajuan daerahnya. Komitmen Opo ini, selaras dengan apa yang pernah disampaikan oleh mantan Presiden RI yakni Mohammad Hatta,  bahwa “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dibantu dengan pengalaman. Namun tidak jujur (tidak berkomitmen) itu sulit diperbaiki.

Mari kita jadikan teladan: bahwa dalam hidup, bukan seberapa banyak orang yang kita kenal, tapi seberapa kuat kita menjaga kepercayaan orang-orang yang telah menitipkan harapan kepada kita. Tetaplah mengawal, tetaplah kuat, Opo!. (*)

Berita Terkait

Dua Wajah Ternate: Panggung Boleh Usai, Nurani Hukum Tidak Boleh Ikut Padam
Talud Berdiri Kokoh, Pembayaran Masih Rebahan: Tinjauan Hukum Perdata atas Dugaan Wanprestasi dalam Proyek Talud Desa Ploili
Dominasi Opini Publik dan Krisis Kebenaran di Era Digital
Situs Uattamdi dan Identitas Sejarah Pulau Kayoa
Opo Anwar, Dari Penjual Kue di Topo ke Panggung Politik Maluku Utara.
Manusia dalam Logika 0 dan 1: Sebuah Refleksi Etika Filsafat Komunikasi
Double Track System Dalam KUHP Baru dan Tidak Konsistennya UU Masih Berlaku
Memeriksa Ketimpangan Ekologi Dalam Kebijakan Green-Blue Economy
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIT

Harlah Ke-81 Kejaksaan RI, Burhanuddin Tekankan Soliditas dan Integritas Insan Adhyaksa

Rabu, 2 September 2026 - 14:00 WIT

Kepala BPOM Taruna Ikrar, Indonesia Harus Jadi Pemain Utama, Bukan Sekadar Pasar Industri Probiotik

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:19 WIT

Taruna Ikrar, BPOM Kolaborasi Jadi Kunci Indonesia Menjadi Pusat Terapi Maju di Asia

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:41 WIT

HUT ke-81 RI di BPJN Malut, Kementerian PU Tekankan Pembangunan yang Bersih dan Efisien

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:40 WIT

Usai Swasembada Pangan, Zulhas, Pemerintah Alihkan Fokus Bangun 2.000 Kampung Nelayan

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:44 WIT

Program Jumat Berkah Hasby Yusuf Hadirkan Kebahagiaan, Ratusan Jamaah Terima Paket Makanan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:47 WIT

Sherly Sambut Pengukuhan ABPEDNAS, Energi Baru untuk Pembangunan Desa di Maluku Utara

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:05 WIT

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi Program MBG Rp Triliunan, Yayasan hingga Pengadaan Disorot Kejagung

Berita Terbaru