TERNATE, HabarIndonesia.id – Nasri Abubakar menegaskan komitmennya memperkuat konsolidasi internal Partai Demokrat di seluruh wilayah Maluku Utara. Jika dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku Utara, ia menargetkan penguatan struktur organisasi sekaligus mengembalikan keterwakilan partai di DPR RI pada Pemilu 2029.
Komitmen tersebut disampaikan Nasri usai penutupan Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) ke-V Partai Demokrat Maluku Utara yang berlangsung di Bela Hotel Ternate, Senin (2/11/2026).
Dalam Musdalub tersebut, Nasri ditetapkan sebagai calon tunggal Ketua DPD Partai Demokrat Maluku Utara. Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai penetapan ketua terpilih tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, khususnya Ketua Umum.
Nasri mengatakan, apabila mendapat kepercayaan memimpin Demokrat Maluku Utara, konsolidasi organisasi menjadi agenda pertama yang akan dilakukannya. Pembenahan akan dimulai dari struktur partai di tingkat paling bawah hingga jajaran DPD.
Menurutnya, soliditas organisasi dan kekuatan struktur partai merupakan modal utama dalam menentukan arah serta strategi politik menghadapi Pemilu 2029.
“Langkah pertama yang sudah tentu dilakukan adalah konsolidasi di semua tingkatan, bagaimana memperkuat struktur mulai dari tingkat paling bawah sampai ke tingkat DPD. Karena konsolidasi itu penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya, terutama dalam menghadapi Pemilu 2029,” ujar Nasri.
Tak hanya fokus pada pembenahan internal, Nasri juga telah menyiapkan sejumlah target politik. Ia ingin memastikan Partai Demokrat mampu meraih kursi legislatif di seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara, termasuk daerah pemilihan yang sebelumnya belum memiliki keterwakilan.
Selain meningkatkan perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota, Demokrat juga menargetkan penambahan kursi di DPRD Provinsi Maluku Utara.
Namun, target utama yang ingin diwujudkan adalah merebut kembali satu kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku Utara.
“Target ke depan, minimal kita akan memenuhi kursi di seluruh kabupaten/kota. Daerah yang kemarin belum mendapatkan kursi, ke depan harus bisa terisi seluruhnya. Bahkan ada penambahan kursi di DPRD provinsi. Dan yang paling penting, target utama kami adalah satu kursi DPR RI,” tegasnya.
Nasri mengakui, mengembalikan keterwakilan Demokrat Maluku Utara di Senayan bukan pekerjaan mudah. Pasalnya, partai berlambang bintang mercy tersebut pernah memiliki kursi DPR RI dari daerah pemilihan Maluku Utara pada Pemilu 2009.
Namun, sejak Pemilu 2014, Demokrat kehilangan kursi tersebut dan belum berhasil merebutnya kembali hingga saat ini.
Karena itu, Nasri menjadikan pengembalian kursi DPR RI sebagai salah satu agenda politik utama yang akan diperjuangkan jika resmi menakhodai Demokrat Maluku Utara.
“Demokrat sendiri pernah memiliki kursi DPR RI pada 2009. Kehilangan kursi itu sejak 2014 sampai sekarang. Nah, tugas utama saya adalah mengembalikan kursi tersebut,” ungkapnya optimistis.
Terkait peluang politik pada kontestasi Pilkada mendatang, termasuk kemungkinan dirinya maju dalam pemilihan wali kota, Nasri memilih belum berspekulasi lebih jauh.
Ia menegaskan, saat ini prioritas utamanya adalah membangun kekuatan partai, memperkuat struktur organisasi, serta menyatukan seluruh kader Demokrat di Maluku Utara.
Meski begitu, Nasri tidak menutup peluang untuk terlibat dalam kontestasi politik mendatang, baik pada pemilihan legislatif maupun eksekutif.
“Untuk sekarang saya lebih fokus bagaimana mengonstruksi Partai Demokrat di seluruh tingkatan. Untuk sasaran politik ke depan, semua peluang terbuka, baik di legislatif maupun eksekutif,” jelasnya.
Ia juga memastikan Partai Demokrat tetap memiliki peluang mengusung calon kepala daerah pada Pilkada mendatang, termasuk calon wali kota. Hal itu dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kekuatan partai sendiri maupun membangun koalisi bersama partai politik lainnya.
Dengan demikian, konsolidasi organisasi, pemerataan keterwakilan di lembaga legislatif, serta perebutan kembali kursi DPR RI menjadi tiga agenda strategis yang disiapkan Nasri Abubakar untuk memperkuat posisi Partai Demokrat di Maluku Utara menuju Pemilu 2029.
(Agis).






