Jurnalis Dipukul Oknum Satpol PP Saat Liput Aksi Demonstrasi di Ternate

- Wartawan

Senin, 24 Februari 2025 - 10:27 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate-Habarindonesia. Seorang jurnalis media konvensional mengalami kekerasan saat meliput aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ternate, Senin (24/2/2025). Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah mahasiswa ini menyoroti persoalan pemangkasan anggaran infrastruktur di daerah salah satunya anggaran Pendidikan yang mereka sebut sebagai “Indonesia Gelap.”

Aksi yang dimulai pukul 13.00 WIT semula berjalan kondusif. Namun, sekitar pukul 14.30 WIT, bentrokan terjadi antara massa aksi dan petugas Satpol PP yang berusaha menghalau mereka agar tidak melakukan tindakan anarkis. Situasi semakin memanas ketika aparat mencoba membubarkan massa secara paksa.

Di tengah ketegangan tersebut, sejumlah jurnalis yang meliput aksi menjadi sasaran kekerasan. Salah satu korban adalah Julfikram Sangadji, jurnalis Tribun Ternate, yang mengalami tindakan represif dari oknum Satpol PP yang diduga salah mengira dirinya sebagai bagian dari massa aksi.

“Saya sedang mengambil gambar di tengah aksi yang mulai memanas. Saat massa dan aparat saling dorong, tiba-tiba tangan saya dipukul. Saya langsung bilang, jangan dorong tangan saya, saya wartawan. Padahal saya sudah memakai kartu identitas wartawan. Tapi tiba-tiba saya langsung dikeroyok, dipukul, diinjak, ditendang di bagian rusuk dan wajah. Dalam kerumunan itu ada polisi dan Satpol PP, dan dugaan kuat pemukulan dilakukan oleh anggota Satpol PP,” ujar Julfikram.

Tidak hanya Julfikram, kekerasan juga dialami oleh Anty Safar, jurnalis Halmaheraraya. Anty yang berusaha mengamankan Julfikram justru menjadi korban pemukulan hingga mengalami luka di bagian bibirnya.

“Saat Julfikram dipukul lagi, kami para jurnalis mencoba mengamankannya. Saya juga ikut membantu, tapi malah mengalami kekerasan serupa hingga bibir saya pecah,” ungkap Anty.

Kasus kekerasan terhadap jurnalis seperti ini terus berulang, meskipun Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas melindungi kerja jurnalistik. Pasal 18 Ayat (1) UU Pers menyatakan bahwa siapa saja yang menghambat atau menghalangi tugas jurnalistik dapat dikenakan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Para jurnalis yang menjadi korban meminta agar kasus ini segera diusut dan pelaku kekerasan terhadap wartawan diberikan sanksi sesuai hukum yang berlaku. Karena ini kasus kekerasan satpol PP terhadap wartawan yang sedang bertugas.
(Koce)

Berita Terkait

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel
Ditreskrimsus Polda Malut Amankan 22 Botol BBM Diduga Oplosan di Ternate
Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta
Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba
Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi
Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku
Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran
Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:55 WIT

Tingkatkan Pelayanan dan Pengawasan TKA, Imigrasi Ternate Jalin Kerja Sama dengan Harita Nickel

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:36 WIT

Mantan Kepala Puskesmas Buli Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOK, Negara Rugi Rp524 Juta

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:56 WIT

Gubernur Sherly Gandeng BNN RI, Tiga Program Disiapkan untuk Tekan Penyebaran Narkoba

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Dugaan Penyaluran BBM APMS Dolik ke Sali Bay Resort Mencuat, Publik Minta Transparansi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Gadis 19 Tahun Asal Halsel Dilaporkan Hilang, Keluarga Telusuri Keberadaannya hingga Maluku

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Berita Terbaru