Maluku Utara dari Jalur Rempah ke Sumber Energi

- Wartawan

Kamis, 26 Maret 2026 - 15:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wawancara Eksklusif bersama Mulis Tapi-Tapi

(Pengurus Wilayah Partai NasDem Maluku Utara, Mantan Wakil Bupati Halmahera Utara Dua Periode)

Transformasi Maluku Utara dari jalur rempah menuju pusat energi global bukan sekadar perubahan ekonomi biasa. Ia adalah pergeseran sejarah. Dalam wawancara eksklusif ini, Mulis Tapi-Tapi menegaskan bahwa momentum ini adalah “kesempatan kedua” bagi Maluku Utara untuk tidak lagi sekadar menjadi objek, melainkan subjek utama dalam percaturan global.

Redaksi:
Bagaimana Anda melihat transformasi Maluku Utara dari jalur rempah ke sumber energi global saat ini?

Mulis:
Transformasi ini adalah fenomena strategis yang mencerminkan perubahan besar dalam struktur ekonomi dunia. Maluku Utara hari ini tidak lagi hanya dikenal sebagai wilayah historis jalur rempah, tetapi telah bertransformasi menjadi salah satu pusat energi masa depan.

Namun kita harus jujur, di balik peluang besar ini, ada tantangan serius—baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Kalau tidak dikelola dengan baik, kita bisa mengulang kesalahan sejarah.

Redaksi:
Dalam konteks geopolitik global, di mana posisi Maluku Utara saat ini?

Mulis:
Secara geopolitik, Maluku Utara kini berada di titik yang sangat strategis. Dunia sedang berlomba mengamankan pasokan energi masa depan, dan kita ada di tengah pusaran itu.

Ini tentu meningkatkan posisi tawar Indonesia. Tapi di sisi lain, juga membuka risiko dominasi asing jika tidak diimbangi dengan kebijakan nasional yang kuat dan berpihak pada kepentingan daerah.

Redaksi:
Seberapa nyata perubahan ekonomi itu terjadi di lapangan?

Mulis:
Perubahannya sangat nyata. Kita melihat pergeseran dari ekonomi berbasis komoditas tradisional menuju industri ekstraktif modern.

Kawasan industri nikel seperti IWIP berkembang pesat, tambang emas di Gosowong dan Toguraci terus beroperasi, dan potensi geothermal di Halmahera Barat mulai dilirik sebagai energi masa depan.

Ini semua menjadikan Maluku Utara sebagai magnet investasi internasional dalam skala besar.

Redaksi:
Anda sering menyebut bahwa ini adalah “kesempatan kedua”. Apa maksudnya?

Mulis:
Kita berasal dari tanah yang pernah mengguncang dunia. Dari Ternate dan Tidore, cengkih membawa bangsa-bangsa besar datang ke Nusantara. Dunia mengenal kita. Dunia membutuhkan kita.

Tapi sejarah juga mengajarkan satu hal pahit: kita kaya, tapi bukan kita yang menikmati.

Hari ini, sejarah itu datang kembali. Ini bukan sekadar soal ekonomi. Ini soal keadilan. Ini soal penghargaan negara terhadap wilayah Moloku Kie Raha.

Redaksi:
Apa yang harus dilakukan agar sejarah tidak terulang?

Mulis:
Dulu kita dikenal karena rempah. Sekarang kita dibutuhkan karena energi.

Kalau dulu kita jadi rebutan dunia, sekarang kita harus jadi penentu arah. Ini bukan sekadar momentum ekonomi—ini adalah kesempatan kedua dalam sejarah generasi.

Kalau dulu nenek moyang kita hanya menjadi saksi saat dunia mengambil kekayaan kita, maka hari ini kita harus berdiri sebagai pelaku utama.

Redaksi:
Di tengah momentum besar ini, bagaimana peran elit dan masyarakat Maluku Utara seharusnya?

Mulis:
Menurut saya, semua elemen strategis dan para elit Maluku Utara harus duduk bersama, berikhtiar memikirkan dan memperjuangkan masa depan daerah ini. Sudah saatnya kita meninggalkan ego sektoral dan ego kultural yang selama ini menjadi sekat di tengah masyarakat.

Watak yang merupakan warisan kolonialisme kerap membuat kita sulit untuk bersama, bersatu, dan memperjuangkan masa depan generasi.

Keresahan masyarakat saat ini, saya kira, bisa dikelola menjadi potensi perlawanan yang konstruktif. Hanya saja, kita membutuhkan figur inisiator yang bernyali—yang mampu memperjuangkan dan menjaga harga diri wilayah, serta benar-benar memperjuangkan kehendak rakyat Maluku Utara.

Redaksi:
Pesan Anda untuk pemerintah dan masyarakat Maluku Utara?

Mulis:
Dari Maluku Utara, kita kirim pesan yang jelas kepada dunia:

Kami bukan lagi jalur rempah yang ditinggalkan.

Kami adalah jalur energi yang menentukan masa depan negeri ini.

Tinggal sekarang, apakah kita siap mengelola kekuatan ini dengan keberanian, keadilan, dan visi jangka panjang.

Redaksi:
Terakhir, bagaimana Anda melihat arah masa depan Maluku Utara?

Mulis:
Masa depan Maluku Utara sangat besar. Tapi besar saja tidak cukup.

Kita harus memastikan bahwa kekayaan ini benar-benar dinikmati oleh rakyat. Bahwa pembangunan tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga kesejahteraan.

Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan seberapa banyak sumber daya yang kita miliki—tetapi seberapa adil kita mengelolanya.

Selesai

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIT

SAMURAI Minta Pemprov Malut Usut Dugaan Permainan Harga Kelapa dan Lindungi Petani Halut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:15 WIT

BRI Cabang Ternate Sosialisasikan Layanan QLola dan Pinjaman Multiguna kepada Pegawai Kejati Maluku Utara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:21 WIT

BRI Ternate Buka Kesempatan Magang bagi Lulusan Muda melalui BRILiaN Internship Program

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23 WIT

BRI dan Dinas Perikanan Halbar Salurkan Kartu KUSUKA, Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Pesisir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Sekda Haltim Tekankan Empat Kunci Pengendalian Inflasi, Harga, Pasokan, Distribusi dan Komunikasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:44 WIT

10 Kopdes Merah Putih Ternate Lolos Verifikasi, Pemkot Disiapkan Jadi Pengerak Ekonomi Kelurahan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:51 WIT

Isu Pungli KUR Nelayan di Halbar Beredar, BRI Pastikan Penyaluran Sesuai Prosedur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:39 WIT

Sekda Ricky, Pemkab Haltim Komitmen Tekan Stunting, Insentif Disalurkan kepada 404 Penerima

Berita Terbaru