FORNUSA Tolak Lelang WKP Talaga Rano, “Transisi Energi Jangan Jadi Legitimasi Ekspansi Modal”

- Wartawan

Rabu, 15 Oktober 2025 - 04:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – HabarIndonesia.id. Dewan Pengurus Pusat Forum Rakyat Nusantara (DPP FORNUSA) menegaskan penolakan tegas terhadap rencana pemerintah melelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Telaga Ranu atau Talaga Rano di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya menetapkan jaminan lelang sebesar Rp1 miliar untuk proyek yang diklaim memiliki potensi energi panas bumi hingga 85 megawatt.

Kabid ESDM DPP FORNUSA (Dewan Pengurus Pusat Forum Rakyat Nusantara), Vinot, menilai proyek ini bukan langkah maju dalam transisi energi, melainkan bentuk baru dari politik eksploitasi sumber daya alam di bawah bungkus “energi hijau”.

Ia menegaskan, rakyat Halmahera Barat tidak membutuhkan proyek yang mengorbankan ruang hidup dan keseimbangan ekologis atas nama investasi.

“Transisi energi tidak boleh menjadi alat legitimasi bagi ekspansi modal. Kalau rakyat disingkirkan, itu bukan kemajuan, tapi pengulangan luka lama,” ujarnya di Jakarta, Rabu (15/10).

Vinot menjelaskan, meski proyek masih berada pada tahap lelang, pemerintah sudah seharusnya menghentikan seluruh proses dan meninjau ulang kebijakan tersebut.

Ia menilai, wilayah Talaga Rano merupakan kawasan ekologis penting yang mencakup danau, hutan, serta sumber air yang menopang kehidupan masyarakat adat.

“Sebelum bicara investasi, negara wajib menjamin ruang hidup rakyat dan keseimbangan alamnya,” katanya.

Menurut Vinot, proyek panas bumi di Talaga Rano memperlihatkan bahwa arah transisi energi nasional masih berpijak pada logika kapitalisme hijau (green capitalism) di mana kepentingan ekonomi lebih dominan daripada kepentingan rakyat.

“Negara mengubah sumber energinya, tapi tidak mengubah siapa yang menguasainya. Itulah wajah lama eksploitasi dalam warna baru,” tambah Vinot.

FORNUSA menilai, pemerintah juga gagal membuka data dan informasi secara transparan kepada publik. Perbedaan data potensi energi antara ThinkGeoEnergy (85 megawatt) dan Power Technology (10 megawatt) menjadi indikasi lemahnya keterbukaan informasi.

“Kalau sejak awal publik tidak tahu data dasarnya, bagaimana rakyat bisa percaya pada janji keberlanjutan?” ujarnya.

Lebih lanjut, Vinot menegaskan bahwa meski Amdal belum wajib disusun di tahap lelang, pemerintah seharusnya membuka mekanisme penyusunan dan konsultasi publik sejak dini.

“Partisipasi rakyat harus dimulai sebelum izin keluar, bukan setelah alat berat masuk,” kata Vinot. “Kami menolak seluruh proses lelang WKP Talaga Rano sampai ada jaminan perlindungan ekologis dan sosial yang jelas”.

Dalam pandangan FORNUSA, transisi energi sejati bukan sekadar mengganti sumber daya fosil, tetapi mengubah struktur kepemilikan dan penguasaan energi agar berpihak pada rakyat.

“Energi hijau sejati bukan soal sumbernya, tapi untuk siapa ia dibangun. Jika rakyat masih tersingkir, maka energi bersih itu hanyalah mitos,” tutup Vinot.

(Aldy)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:47 WIT

SAMURAI Minta Pemprov Malut Usut Dugaan Permainan Harga Kelapa dan Lindungi Petani Halut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:15 WIT

BRI Cabang Ternate Sosialisasikan Layanan QLola dan Pinjaman Multiguna kepada Pegawai Kejati Maluku Utara

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:21 WIT

BRI Ternate Buka Kesempatan Magang bagi Lulusan Muda melalui BRILiaN Internship Program

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:23 WIT

BRI dan Dinas Perikanan Halbar Salurkan Kartu KUSUKA, Dorong Pemberdayaan Pelaku Usaha Pesisir

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:46 WIT

Sekda Haltim Tekankan Empat Kunci Pengendalian Inflasi, Harga, Pasokan, Distribusi dan Komunikasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:44 WIT

10 Kopdes Merah Putih Ternate Lolos Verifikasi, Pemkot Disiapkan Jadi Pengerak Ekonomi Kelurahan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:51 WIT

Isu Pungli KUR Nelayan di Halbar Beredar, BRI Pastikan Penyaluran Sesuai Prosedur

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:39 WIT

Sekda Ricky, Pemkab Haltim Komitmen Tekan Stunting, Insentif Disalurkan kepada 404 Penerima

Berita Terbaru