NPCI dan Pemprov Malut Sepakat Perkuat Pembinaan Atlet Disabilitas Menuju Peparnas 2028

- Wartawan

Selasa, 15 September 2026 - 21:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Malut audiensi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Pusat bersama NPCI Provinsi Maluku Utara di Lantai 3 Hotel Bela. Senin (14/9/2026). Dok. Humas

Pemprov Malut audiensi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Pusat bersama NPCI Provinsi Maluku Utara di Lantai 3 Hotel Bela. Senin (14/9/2026). Dok. Humas

TERNATE, HabarIndonesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menerima audiensi National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Pusat bersama NPCI Provinsi Maluku Utara di Lantai 3 Hotel Bela, Senin (14/9/2026).

Audiensi tersebut dihadiri oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Maluku Utara, Kadri La Etje, yang mewakili Gubernur Maluku Utara; Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Tommy Kristanto; serta Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Maluku Utara, Asrul Gandhi, beserta jajaran.

Rombongan NPCI Pusat dipimpin oleh Satriawan Suransono dari Departemen Hukum NPCI Pusat. Turut hadir Ketua NPCI Provinsi Maluku Utara, Soleman, beserta jajaran pengurus.

Audiensi diawali dengan paparan dari perwakilan NPCI Pusat, Satriawan. Ia menyampaikan bahwa NPCI memiliki mandat langsung dari UU Keolahragaan No. 11 Tahun 2022 dan UU Disabilitas No. 8 Tahun 2016 untuk melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga bagi penyandang disabilitas. Kedudukan NPCI setara dengan KONI.

“NPCI merupakan satu-satunya lembaga yang berhak memberangkatkan atlet disabilitas mewakili Indonesia ke luar negeri. Kami sudah berkeliling ke 20 provinsi dan menemukan lebih dari 2.600 bibit atlet disabilitas yang akan diproyeksikan ke Peparnas, ASEAN Para Games, bahkan Paralimpiade,” jelas Satriawan.

Ia menyoroti empat permasalahan utama:

1. Diskriminasi anggaran pembinaan yang belum setara dengan KONI;

2. Fasilitas olahraga yang belum ramah disabilitas;

3. Penyelenggaraan kejuaraan daerah yang belum selaras antara Popda dan Peparpopda; serta

4. Penghargaan bagi atlet berprestasi yang belum setara.

“Hal yang kami minta adalah kesetaraan. Jika atlet nondisabilitas mendapat Rp100 juta untuk medali emas, atlet disabilitas juga harus menerima jumlah yang sama. Sebab, mereka sama-sama mengharumkan nama Maluku Utara dan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua NPCI Malut, Soleman, melaporkan capaian pada Peparnas XVI Solo 2024. Kontingen Malut berhasil meraih tiga medali perak dari dua cabang olahraga (cabor), yaitu angkat berat dan para-taekwondo.

Saat ini, terdapat 120 atlet disabilitas dari 10 kabupaten/kota yang siap dibina. Untuk Peparnas 2028 di Jakarta, NPCI Malut menargetkan keikutsertaan pada tujuh cabor.

“Kendala kami selama ini adalah anggaran dan tempat latihan. Kami berharap ada sekretariat dan fasilitas yang memadai agar pembinaan dapat berjalan maksimal,” ujar Soleman.

Asisten I Setda Provinsi Maluku Utara, Kadri La Etje, menyambut baik audiensi ini dan menegaskan komitmen Pemprov dalam mendukung olahraga penyandang disabilitas.

“Kami baru mendapat pemahaman secara utuh hari ini. Ini masalah yang substansial. Ke depan, kita harus menghilangkan paradigma perbedaan antara atlet disabilitas dan nondisabilitas. Ini merupakan kewajiban pemerintah sesuai dengan amanat undang-undang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asisten I meminta NPCI Malut untuk segera berkoordinasi dengan Dispora Provinsi dan Dispora Kabupaten/Kota guna menyusun program, proposal, serta penganggaran yang jelas dan transparan.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov akan mendorong penyediaan fasilitas olahraga yang ramah disabilitas agar para atlet memiliki akses yang setara dalam berlatih dan berkompetisi.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Tommy Kristanto, turut mendukung dan menyatakan kesiapannya untuk mengawal agar pembinaan olahraga disabilitas berjalan akuntabel dan sesuai dengan aturan.

Pada akhir pertemuan, disepakati adanya tindak lanjut berupa koordinasi teknis antara NPCI, Dispora, dan Pemprov, serta dukungan terhadap pembukaan kegiatan penjaringan bibit atlet disabilitas di Ternate.

(Gus)

Berita Terkait

Sosialisasi Aturan Domino, ORADO Kota Ternate Gelar Fun Mini Tournament
Resmi Ditutup Sekda, KONI Haltim Dorong Dodaga Cup I Dipastikan Jadi Agenda Tahunan
ORADO Malut dan Korem 152/Baabullah Bahas Kolaborasi Turnamen Domino Sambut HUT TNI ke-81
Bupati Cup 2026 Gunakan Format Baru, Satu Kecamatan Satu Tim
Atlet Haltim Panen Bonus HUT RI ke-81, KONI Fokus Perkuat Pembinaan
Wakil Ketua KONI Halsel Apresiasi Babang Cup II, Dinilai Jadi Wadah Pembinaan Atlet Muda
Bassam Kasuba Buka Turnamen Pemuda Babang Cup II 2026, Diikuti 51 Tim dari Berbagai Kecamatan
Resmi Kantongi SK, ORADO Kota Ternate Siapkan Pengukuhan dan Program Kerja Perdana

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 21:40 WIT

Wamen Ossy, Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Senin, 14 September 2026 - 00:37 WIT

Masyarakat Manfaatkan Waktu Akhir Pekan untuk Mengurus Keperluan Pertanahan dengan PELATARAN

Senin, 14 September 2026 - 00:18 WIT

15 Tahun Mengabdi di NHM, Septian Sam Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar Kini Mala Ditahan

Minggu, 13 September 2026 - 10:38 WIT

Sinergi Tiga Pilar Jadi Kunci Percepatan Peralihan Hak Terintegrasi 10 Hari

Minggu, 13 September 2026 - 10:12 WIT

Empat Bidang Tanah Diukur BPN di Akehuda Dikawal Polisi, Warga Minta Dokumen Diperiksa Terbuka

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIT

Kejari Halbar Diminta Kawal Proyek Revitalisasi Sekolah agar Sesuai Mekanisme Swakelola

Selasa, 8 September 2026 - 23:21 WIT

Balai Karantina Ternate Klarifikasi Isu Babi Bercampur Ayam dalam Kontainer di Pelabuhan Ahmad Yani

Kamis, 3 September 2026 - 18:28 WIT

Waspada Penipuan!, Lowongan Kerja Mengatasnamakan Hotel Batik Ternate Dipastikan Hoaks

Berita Terbaru