Upah Belum Dibayar, Buruh Proyek Labkesmas Morotai Mogok Kerja

- Wartawan

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOROTAI – HabarIndonesia.id – Puluhan buruh proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Pulau Morotai mogok kerja selama lebih dari sepekan karena sisa upah mereka belum dibayarkan oleh pelaksana proyek, PT Wahana Dimensi Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lokasi proyek pada Rabu (15/7/2026), aktivitas pembangunan nyaris terhenti. Sejumlah pekerja hanya duduk di area proyek tanpa melakukan pekerjaan konstruksi. Aksi mogok tersebut merupakan keputusan bersama 34 pekerja yang terdampak.

Penanggung jawab pekerja BAS lantai satu, Sukri, mengatakan total upah yang seharusnya diterima para pekerja mencapai lebih dari Rp100 juta. Namun, hingga kini perusahaan baru membayarkan sekitar Rp57 juta yang dicicil dalam tiga tahap.

“Kami sudah lebih dari satu minggu mogok kerja. Kami sepakat tidak akan bekerja lagi sebelum upah kami dibayar lunas,” tegas Sukri saat ditemui di lokasi proyek, Rabu (15/7/2026).

Menurut Sukri, manajemen proyek berulang kali menjanjikan pembayaran, tetapi hingga kini belum juga merealisasikannya. Kondisi tersebut, kata dia, semakin membebani para buruh yang menggantungkan penghasilan dari proyek tersebut. Bahkan, seorang pekerja asal Desa Gorua membutuhkan biaya untuk pulang kampung setelah ayahnya meninggal dunia.

“Kami hanya terus diminta menunggu dengan alasan perusahaan masih berupaya mencari pinjaman dana ke sana kemari,” lanjutnya.

Para pekerja juga sempat mempertanyakan persoalan itu kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai, Diana, karena dinas tersebut merupakan instansi penanggung jawab proyek Labkesmas.

Sukri mengaku sempat mendapat penjelasan bahwa dana sebesar Rp500 juta telah dititipkan kepada seseorang bernama Pondeng untuk keperluan pembayaran. Namun, setelah dikonfirmasi kepada yang bersangkutan, para pekerja mengaku mendapat jawaban bahwa dana tersebut tidak pernah diterima.

Dikonfirmasi secara terpisah melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulau Morotai, Diana, membantah keterlibatan dinas dalam persoalan pembayaran upah buruh. Ia menegaskan, urusan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung jawab kontraktor pelaksana.

“Saya bukan kontraktor. Jadi wawancara itu ke kontraktor, bukan kepada saya,” tulis Diana singkat, Rabu (15/7/2026).

Persoalan pembayaran upah ini menambah daftar masalah dalam proyek pembangunan Labkesmas Morotai yang bernilai sekitar Rp15,3 miliar. Selain mengalami keterlambatan dan telah melewati tiga kali adendum, proyek tersebut kini memasuki adendum keempat.

Di sisi lain, proyek itu juga tengah menjadi objek penyelidikan Kejaksaan Negeri Pulau Morotai terkait dugaan penyimpangan. Penyidik saat ini dilaporkan masih menunggu hasil audit resmi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk menghitung potensi kerugian negara.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada PT Wahana Dimensi Indonesia selaku kontraktor pelaksana serta pihak bernama Pondeng masih terus dilakukan untuk memperoleh klarifikasi dan memenuhi prinsip keberimbangan.

(Sufandy)

Berita Terkait

Haltim Jadi Tuan Rumah HKG PKK ke-54, Produk Unggulan Desa Siap Dipamerkan 11 Kontingen
Perjuangkan Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Daerah, PUPR Malut Bahas Konektivitas Jalan Bersama DPD RI
Gelar Rakor, Baznas Haltim Sepakati Infak dan Sedekah Rp20 Ribu bagi ASN yang Belum Penuhi Nisab Zakat
Sekda Haltim Tegaskan Koordinasi OPD Jadi Kunci Percepatan MCSP RBS 2026
Lindungi Warga dari Bahaya Kabut Asap, Polsek Pulau Bacan Salurkan 70 Masker Gratis
Wabup Helmi Pantau Proyek Jalan Lapen Loleojaya, Pastikan Infrastruktur Bermanfaat bagi Warga
Bupati Bassam Ultimatum Kepala OPD, Jangan Lindungi ASN Bolos, TTP Bisa Berujung Sanksi
Momentum HUT ke-27 Malut, BRI Perkuat Ekonomi Nelayan dan Layanan Kesehatan Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIT

Sasar 4 Kafe di Bacan, Polres Halsel Temukan Satu Hasil Tes Urine Awal Positif MOP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:44 WIT

Hingga September 2026, Imigrasi Catat 17.597 Tindakan Administratif, Perkuat Pengawasan Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:26 WIT

ISI-PELITA Resmi Diluncurkan, LPKA Kelas II Ternate Perluas Akses Literasi dan Pendidikan Anak Binaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP 2026, Realisasi Capai Rp8,68 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:42 WIT

Somasi Direksi Perumda Ake Gaale, Kuasa Hukum Abdullah Bandang Tuntut Pembayaran Penghargaan Masa Jabatan

Berita Terbaru