Pemkot Tidore Gagal Menekan Angka Kemiskinan, Kondisi Makin Memburuk

- Wartawan

Jumat, 24 Januari 2025 - 01:05 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tidore-Habarindonesia. Upaya penghapusan kemiskinan yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah (Pemkot) Kota Tidore Kepulauan semakin dipertanyakan. Meskipun pemerintah telah menyusun berbagai program, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kemiskinan di daerah yang dipimpin oleh Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen terus meningkat. Per 30 November 2024, angka kemiskinan di Kota Tidore tercatat sebesar 6,56 persen, meningkat 0,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 6,35 persen.

Peningkatan angka kemiskinan ini menjadi sorotan lantaran sebelumnya Pemkot Tidore sempat menargetkan untuk menghapus kemiskinan pada tahun 2024. Target ambisius tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tidore, Ismail Dukomalamo, dalam rapat penanganan kemiskinan ekstrim pada 16 Februari 2023. “Sehingga pada tahun 2024 mendatang, di Kota Tidore akan mencapai target 0%,” ujar Ismail saat itu.

Namun kenyataan berbicara lain. Meskipun berbagai kebijakan telah dicanangkan, angka kemiskinan di Kota Tidore justru menunjukkan tren peningkatan. Hal ini pun mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk dari Lubang Informasi Rakyat (LIRA) Maluku Utara. Said Alkatiri, perwakilan LIRA, menyatakan bahwa peningkatan angka kemiskinan di Kota Tidore disebabkan oleh kegagalan Pemkot dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Jika ekonomi masyarakat berkembang dengan baik, angka kemiskinan tentu bisa berkurang. Namun kenyataannya, ekonomi masyarakat di Tidore belum berkembang signifikan,” ujar Said Alkatiri.

Menurutnya, untuk menekan angka kemiskinan, Pemkot Tidore perlu mengubah pendekatannya dengan lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat. Ia menyarankan agar pemerintah daerah menyiapkan strategi pemberdayaan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Strategi yang perlu dilakukan untuk menekan angka kemiskinan adalah dengan melakukan pemberdayaan masyarakat. Pendapatan masyarakat yang meningkat akan berpengaruh besar pada pengurangan angka kemiskinan,” tambahnya.

Selain itu, Said juga menekankan pentingnya peran sektor swasta dan masyarakat dalam mendukung program-program yang diimplementasikan oleh Pemkot Tidore. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta akan lebih efektif dalam mengurangi angka kemiskinan.

Pemerintah Kota Tidore Kepulauan kini dihadapkan pada tantangan besar untuk memenuhi janji yang telah disampaikan kepada masyarakat. Program pemberdayaan masyarakat dan perbaikan sektor ekonomi harus segera diimplementasikan dengan lebih serius, agar target pengurangan kemiskinan bisa tercapai dalam waktu dekat.

Saat ini, Pemkot Tidore tengah menyusun berbagai kebijakan baru untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah, namun dampaknya terhadap penurunan angka kemiskinan masih perlu waktu untuk terlihat. Masyarakat pun berharap agar Pemkot dapat segera mengambil langkah konkrit untuk memperbaiki kondisi ekonomi yang semakin memprihatinkan ini.
(Agis)

Berita Terkait

Ajukan Proyek Infrastruktur Strategis, Sherly Minta Dukungan Anggaran Rp2,6 Triliun dari AHY
BPC HIPMI Kabupaten/Kota Peringatan BPP, Jangan Libatkan Aktor Lama di Musdalub
Maluku Utara Jadi Sorotan Dunia, Proyek CDCSUI Fokus Jaga Keaslian Cengkih dan Pala
Dinas Perpustakaan Ternate Genjot Literasi 2026, Festival Literasi Siap Digelar
Sarbin Sehe Resmi Berangkatkan ERB 2026, Rupiah Layak Edar Hadir di Lima Pulau Terpencil
Wabup Haltim Perkuat Sinergi dengan BPVP Lombok Timur untuk Ciptakan SDM Berdaya Saing
Sultan Tidore, Semua Akan Kembali, Mari Doakan Burhan Abdurahman Husnul Khatimah
Langkah Strategis Sherly di Jakarta, Percepat Realisasi Program Infrastruktur Maluku Utara
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:44 WIT

Pemprov Malut Pacu Pembangunan Rumah KAT di Tayawi, Identitas Budaya Suku Togutil Tetap Dijaga

Minggu, 20 September 2026 - 00:48 WIT

Pemprov Malut Evaluasi Pertumbuhan Ekonomi, Data OPD Jadi Dasar Strategi Pembangunan

Sabtu, 19 September 2026 - 11:24 WIT

Wamenaker Afriansyah Noor Tutup Pelatihan Produktivitas di Ternate, 416 Peserta Lulus Vokasi

Sabtu, 19 September 2026 - 11:06 WIT

Tata Kelola Mineral dan Ketahanan Energi Malut Dikaji, BPK RI Minta Data OPD Dipenuhi

Jumat, 18 September 2026 - 02:08 WIT

Harhubnas 2026, Sarbin Sehe, Transportasi Harus Hadir untuk Rakyat dan Gerakkan Ekonomi

Kamis, 17 September 2026 - 01:51 WIT

PAD Tumbuh Positif, Sarbin Sehe Minta Optimalisasi Pajak dan Kinerja UPT di Malut

Rabu, 16 September 2026 - 22:46 WIT

Wagub Sarbin Sehe Sampaikan Ranperda APBD-P 2026, Pendapatan Malut Naik Jadi Rp3,318 Triliun

Rabu, 16 September 2026 - 17:24 WIT

Perkim Haltim dan Unhas Reviu RP3KP, Fokus Perkuat Data dan Arah Pembangunan

Berita Terbaru