TERNATE, HabarIndonesia.id – Festival Salawaku kembali hadir di Kota Ternate dengan mengusung semangat penguatan ekonomi kreatif, promosi produk UMKM, serta pelestarian identitas budaya dan sejarah Maluku Utara.
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, festival yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara ini resmi dibuka di halaman Benteng Oranje, Jumat (6/11/2026) sore.
Pembukaan Festival Salawaku 2026 dilakukan oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dan berlangsung meriah dengan penampilan tarian kolosal serta peragaan busana (fashion show) yang menampilkan kekayaan budaya daerah.
Festival yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan beragam produk unggulan UMKM, mulai dari kuliner khas Maluku Utara hingga sajian kopi racikan barista.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk dan kreativitas mereka kepada masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, mengatakan pemilihan Benteng Oranje sebagai lokasi penyelenggaraan tahun ini memiliki alasan tersendiri.
Selain menjadi salah satu kawasan bersejarah di Kota Ternate, Benteng Oranje juga menyimpan nilai historis yang kuat bagi masyarakat Maluku Utara.
Menurut Handi, jika pada penyelenggaraan tahun sebelumnya Festival Salawaku berlangsung di Waterboom Ternate, tahun ini kegiatan tersebut sengaja dipusatkan di kawasan bersejarah untuk menghadirkan perpaduan antara pengembangan UMKM dan pelestarian identitas daerah.
“Kami ingin menghadirkan Salawaku tidak sekadar sebagai festival UMKM, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengangkat kembali identitas sejarah dan kebanggaan daerah,” ujar Handi.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Ternate dan Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Utara atas dukungan terhadap pelaksanaan festival tersebut.
Handi menambahkan, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan perkembangan kehidupan modern. Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dan inovasi dalam menciptakan peluang usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan bahwa Festival Salawaku bukan sekadar festival atau agenda tahunan.
Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi berbagai pihak dalam membangun ekosistem ekonomi daerah yang produktif, kreatif, inklusif, dan berkelanjutan.
“Festival Salawaku menjadi ruang kolaborasi untuk mempertemukan berbagai potensi daerah, mulai dari UMKM, industri kreatif, digitalisasi sistem pembayaran, kebudayaan hingga sektor pariwisata,” Ujarnya.
Ia menilai, keterpaduan berbagai sektor tersebut dapat menjadi kekuatan baru dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya saing daerah, khususnya di Maluku Utara.
Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, mengatakan keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan infrastruktur maupun pencapaian angka-angka ekonomi.
Menurutnya, pembangunan yang berkualitas harus mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan secara langsung.
Tauhid juga berharap produk-produk UMKM lokal mendapatkan ruang pemasaran yang lebih luas, terutama di berbagai gerai ritel yang terus berkembang di Maluku Utara, khususnya Kota Ternate.
“Kita berharap produk-produk UMKM kita dapat mengisi ruang di ritel-ritel yang saat ini tumbuh subur di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate. Minimal dia tidak berada di belakang, tetapi berada di depan, sehingga ketika orang datang langsung melihat produk-produk UMKM yang ada di Kota Ternate,” ungkapnya.
Festival Salawaku 2026 turut dihadiri Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus, S.E., M.M., Danrem 152/Babullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, S.E., Kepala OJK Maluku Utara Adi Surahmat, Kapolres Ternate AKP Anita Ratna Yulianto, unsur Forkopimda Kota Ternate, serta masyarakat.
Melalui Festival Salawaku 2026, kata Handi, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah berharap potensi UMKM, industri kreatif, dan kekayaan budaya Maluku Utara semakin dikenal luas.
Tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, Ia berharap festival ini juga mampu memperluas akses pasar, memperkuat kolaborasi antarpelaku usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
(Agis).






