SOFIFI – HabarIndonesia.id – Pemerintah Provinsi Maluku Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dengan menyalurkan bantuan sarana usaha kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, dan berlangsung di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Maluku Utara, Senin (19/01/26).
Bantuan sarana usaha bagi pelaku UKM yang bergerak di sektor perbengkelan, pertukangan, katering, dan pengolahan kopi.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Wakil Gubernur Sarbin Sehe, dengan penerima bantuan sebanyak 17 pelaku UKM, terdiri dari 10 pelaku usaha asal Kota Tidore Kepulauan dan 7 pelaku usaha dari Kota Ternate.
Bantuan ini diberikan sebagai stimulan awal untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas usaha, serta menopang ekonomi keluarga pelaku UKM.
Bantuan disalurkan langsung oleh pemerintah provinsi dan disertai dengan pengawasan serta evaluasi ketat terhadap pemanfaatannya.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak boleh diperjualbelikan dalam bentuk apa pun. Ia memastikan bahwa pemerintah akan menindak tegas setiap pelanggaran yang terjadi.
“Bantuan ini adalah modal awal untuk membuka usaha dan mengubah taraf hidup. Saya tegaskan, bantuan ini dilarang keras untuk diperjualbelikan. Baik penjual maupun pembelinya akan diproses hukum. Jika barang yang diterima rusak, silakan dikembalikan untuk diganti dengan yang baru,” tegas Sarbin.
Selain itu, Wagub juga mengingatkan pentingnya integritas dalam proses penyaluran bantuan. Ia meminta para penerima manfaat untuk tidak takut melaporkan praktik pungutan liar (pungli) atau transaksi ilegal oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jika ada oknum yang meminta imbalan atau melakukan transaksi dalam pemberian bantuan ini, segera laporkan. Pemerintah tidak akan ragu memberikan sanksi tegas,” tambahnya.
Meski mengakui bahwa bantuan peralatan ini masih bersifat awal, Sarbin optimistis jika dikelola secara maksimal, sarana tersebut mampu menjadi penopang utama ekonomi keluarga dan mendorong UKM naik kelas.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi:
Sektor perbengkelan: hidrolik, mesin cordless, kompresor, dan tool kit set. Sektor pertukangan: gergaji listrik, skaf listrik, bor, dan router.
Sektor katering: termos, panstof (pemanas makanan), wajan, panci, peralatan makan, dan rice cooker.
Sektor pengolahan kopi: mesin freezer.
Salah satu penerima bantuan sektor katering asal Kota Tidore Kepulauan, Insan Hasan, mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Gubernur dan Pak Wakil Gubernur Maluku Utara. Bantuan ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang ekonomi keluarga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Rusdi Rasid, penerima bantuan alat pertukangan, yang menyebut bantuan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan alat kerja yang selama ini menghambat produktivitas usahanya.
Acara penyerahan bantuan berlangsung khidmat dan diakhiri dengan harapan agar para pelaku UKM di Maluku Utara mampu meningkatkan daya saing usaha melalui pemanfaatan peralatan dan teknologi yang memadai.
(Gus)













