HALSEL, HabarIndonesia.id – Satu unit rumah warga di Desa Loleojaya, Kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, ludes terbakar pada Sabtu siang hari sekitar pukul 13.20 WIT.
Rumah milik Din dan Sarni tersebut hangus dilalap api. Kobaran api dengan cepat menghanguskan seluruh bangunan hingga hampir tidak ada barang yang berhasil diselamatkan.
Saat kebakaran terjadi, Sarni sedang berada di kebun, sementara Din berada di pulau untuk mengambil pasir. Keempat anak mereka juga sedang tidak berada di rumah.
Keempat anak pasangan tersebut diketahui masih menempuh pendidikan, masing-masing di jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi di Ternate.
Kebakaran itu tidak hanya menghanguskan tempat tinggal, tetapi juga berbagai dokumen penting milik keluarga. Seluruh ijazah, sertifikat rumah, dokumen berharga, uang tunai sekitar Rp5,7 juta, serta seluruh perabot dan barang milik keluarga ikut terbakar.
Beruntung, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, Din dan Sarni kini harus menghadapi kehilangan rumah, hampir seluruh harta benda, serta dokumen penting yang mereka miliki.
Kondisi tersebut semakin berat karena keempat anak mereka masih membutuhkan biaya dan fasilitas untuk melanjutkan pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian masih dalam pendataan.
Musibah tersebut menjadi perhatian masyarakat setempat. Pemerintah Desa Loleojaya, Pemerintah Kecamatan Kasiruta Timur, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, serta pihak-pihak yang memiliki kepedulian diharapkan segera memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Din dan Sarni kini kehilangan tempat berlindung, dokumen penting, uang, dan hampir seluruh harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Bantuan sekecil apa pun diharapkan dapat membantu keluarga tersebut membangun kembali tempat tinggal dan melanjutkan kehidupan, termasuk memenuhi kebutuhan pendidikan keempat anak mereka.
Masyarakat berharap pemerintah dan berbagai pihak dapat hadir membantu keluarga Din dan Sarni melewati musibah tersebut serta kembali membangun kehidupan mereka.
(Ian)














