Polemik Penempatan Kepala Dinas Tak Sesuai Keilmuan, Sekda Morotai: ASN Ibarat “Kunci Inggris”

- Wartawan

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengikuti apel di lingkungan Kantor Bupati Pulau Morotai. Dok. Istimewa.

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) mengikuti apel di lingkungan Kantor Bupati Pulau Morotai. Dok. Istimewa.

MOROTAI, HabarIndonesia.id – Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai dalam merotasi dan menempatkan pejabat struktural kembali menuai sorotan. Penempatan sejumlah pejabat pada organisasi perangkat daerah (OPD) yang dinilai tidak sejalan dengan latar belakang keilmuan dikhawatirkan memengaruhi efektivitas pelaksanaan program strategis daerah.

Salah satu penempatan yang menjadi perbincangan adalah pejabat berlatar belakang sarjana pendidikan yang dipercaya memimpin Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD/BKD). Sorotan serupa juga tertuju pada penempatan pejabat di instansi teknis lainnya, termasuk Ahdat Hi. Hasan yang mengemban jabatan sebagai Kepala Dinas Kesehatan.

Ketidaksesuaian latar belakang keahlian tersebut dinilai berpotensi berdampak terhadap tata kelola keuangan maupun kualitas pelayanan publik di Kabupaten Pulau Morotai.

Menanggapi kritik tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pulau Morotai, Umar Ali, mengatakan pergeseran posisi dalam struktur birokrasi merupakan hal yang lumrah. Menurut dia, aparatur sipil negara (ASN) dituntut fleksibel dan siap menjalankan tugas di berbagai bidang.

“Aparatur Sipil Negara (ASN) itu ibarat kunci inggris, bisa ditempatkan dan digunakan di mana saja. Selagi statusnya negeri (ASN), mereka dituntut untuk mampu menguasai dan menjalankan tugas bidang mana pun,” ujar Umar Ali saat dikonfirmasi, Senin (10/8/2026).

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari elemen mahasiswa, terutama terkait penerapan sistem merit dalam pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemkab Pulau Morotai.

Presiden BEM Universitas Pasifik (Unipas) Morotai, Rifaldi Majid, menyampaikan keprihatinannya terhadap penerapan sistem merit dalam penataan jabatan di lingkungan pemerintah daerah.

Menurut Rifaldi, meskipun aturan memungkinkan adanya mobilitas jabatan, sistem merit yang mengedepankan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil tetap harus menjadi indikator utama. Ia menilai sektor-sektor krusial, seperti pengelolaan keuangan dan kesehatan daerah, membutuhkan pemahaman manajerial, teknis, serta regulasi yang kompleks.

Rifaldi menilai penataan kepegawaian yang tidak mempertimbangkan kesesuaian kompetensi dapat menimbulkan sejumlah risiko operasional. Salah satunya adalah stagnasi program kerja karena perumusan kebijakan teknis berpotensi terhambat selama pimpinan baru menjalani masa adaptasi.

Risiko lainnya adalah lambatnya penyerapan anggaran. Keraguan atau kehati-hatian berlebih dari pimpinan yang kurang memahami bidang teknis dinilai dapat menunda pelaksanaan anggaran pembangunan.

Selain itu, minimnya pemahaman terhadap aspek teknis tertentu juga dinilai dapat memengaruhi respons pemerintah dalam menghadapi situasi krisis. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pengambilan keputusan secara cepat ketika pemerintah menghadapi persoalan strategis daerah.

Atas kondisi tersebut, masyarakat dan pengamat birokrasi berharap Pemkab Pulau Morotai melakukan evaluasi secara berkala terhadap penataan kepegawaian. Evaluasi dinilai penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan tetap profesional dan pelayanan publik berjalan optimal.

(Sufandi/Ed: Riff)

Berita Terkait

Haltim Jadi Tuan Rumah HKG PKK ke-54, Produk Unggulan Desa Siap Dipamerkan 11 Kontingen
Perjuangkan Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Daerah, PUPR Malut Bahas Konektivitas Jalan Bersama DPD RI
Gelar Rakor, Baznas Haltim Sepakati Infak dan Sedekah Rp20 Ribu bagi ASN yang Belum Penuhi Nisab Zakat
Sekda Haltim Tegaskan Koordinasi OPD Jadi Kunci Percepatan MCSP RBS 2026
Wabup Helmi Pantau Proyek Jalan Lapen Loleojaya, Pastikan Infrastruktur Bermanfaat bagi Warga
Bupati Bassam Ultimatum Kepala OPD, Jangan Lindungi ASN Bolos, TTP Bisa Berujung Sanksi
Momentum HUT ke-27 Malut, BRI Perkuat Ekonomi Nelayan dan Layanan Kesehatan Masyarakat
Sherly Tjoanda Ajak Warga Malut Perkuat Kerukunan dan Baku Sayang demi Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIT

Sasar 4 Kafe di Bacan, Polres Halsel Temukan Satu Hasil Tes Urine Awal Positif MOP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:44 WIT

Hingga September 2026, Imigrasi Catat 17.597 Tindakan Administratif, Perkuat Pengawasan Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:26 WIT

ISI-PELITA Resmi Diluncurkan, LPKA Kelas II Ternate Perluas Akses Literasi dan Pendidikan Anak Binaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP 2026, Realisasi Capai Rp8,68 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:42 WIT

Somasi Direksi Perumda Ake Gaale, Kuasa Hukum Abdullah Bandang Tuntut Pembayaran Penghargaan Masa Jabatan

Berita Terbaru