PUPR Malut Uji Kompetensi 21 Calon PPK Tipe B, Perkuat SDM, Tata Kelola Proyek yang Transparan

- Wartawan

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:33 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SOFIFI – HabarIndonesia.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara menggelar Uji Kompetensi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Tipe B selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Juni 2026.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pengadaan barang dan jasa pemerintah, sekaligus memastikan pengelolaan proyek pembangunan berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Uji kompetensi tersebut menghadirkan lima asesor dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang bertugas menilai kemampuan aparatur pemerintah dalam mengelola proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, mengatakan kebutuhan terhadap PPK yang kompeten semakin mendesak seiring meningkatnya kompleksitas pelaksanaan proyek pembangunan dan pengadaan barang maupun jasa pemerintah.

“Saat ini Dinas PUPR sudah memiliki lima orang PPK Tipe B. Namun kebutuhan pengelolaan barang dan jasa terus meningkat, sehingga semakin banyak SDM yang memiliki kompetensi, semakin baik pula pelaksanaan tugas di lapangan,” ujar Risman, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, dari 24 aparatur yang mendaftar mengikuti seleksi, sebanyak 21 orang dinyatakan lolos verifikasi administrasi dan memenuhi syarat untuk mengikuti seluruh tahapan uji kompetensi.

Menurut Risman, pelaksanaan uji kompetensi berlangsung secara bertahap. Pada hari pertama dilakukan registrasi peserta, verifikasi dan validasi dokumen administrasi serta portofolio kompetensi.

Lanjutnya, untuk hari kedua diisi dengan ujian tertulis untuk mengukur pengetahuan peserta mengenai pengadaan barang dan jasa pemerintah, sedangkan hari terakhir dilaksanakan wawancara kompetensi oleh asesor LKPP.

“Hasilnya kemungkinan sudah dapat disampaikan pada Kamis atau Jumat. Harapan kami seluruh peserta yang mengikuti ujian bisa lulus, tetapi keputusan sepenuhnya berada di tangan asesor,” katanya.

Risman menegaskan, sertifikasi PPK Tipe B tidak dapat diperoleh secara instan karena setiap peserta wajib melalui tahapan kompetensi secara berjenjang.

Sebelum mengikuti uji kompetensi lanjut Risman, peserta harus memiliki sertifikat dasar pengadaan barang dan jasa, serta pengalaman sebagai PPK Tipe C yang dibuktikan melalui portofolio.

“Untuk menjadi PPK Tipe B, peserta harus memiliki pengalaman yang dibuktikan melalui portofolio. Setelah portofolio diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat, barulah mereka dapat mengikuti uji kompetensi,” jelasnya.

Dalam proses penilaian kata dia, asesor LKPP mengevaluasi tiga aspek utama, yakni pengalaman, pengetahuan, dan sikap kerja.

Ia juga mengatakan, pengalaman dinilai melalui portofolio pelaksanaan kegiatan, pengetahuan diukur lewat tes tertulis, sedangkan sikap kerja dinilai berdasarkan rekam jejak pelaksanaan tugas, kemampuan koordinasi, pelaksanaan rapat, hingga pengendalian pekerjaan di lapangan.

Menurut Risman, peningkatan kualitas SDM pengadaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

Pengadaan barang dan jasa, kata dia, harus dikelola oleh aparatur yang memiliki kompetensi memadai agar mampu meminimalkan potensi penyimpangan maupun berbagai anomali dalam proses pelaksanaannya.

“Semakin baik kompetensi pengelolanya, maka proses pengadaannya juga akan semakin baik. Tujuan akhirnya adalah memastikan program pembangunan yang berasal dari visi dan misi gubernur dapat terlaksana secara efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Selain kompetensi, Risman juga mempertimbangkan aspek rentang kendali wilayah dalam penugasan PPK.

Menurut dia, seorang PPK dinilai tidak hanya harus memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga mampu mengawasi pelaksanaan proyek yang tersebar di berbagai daerah.

Karena itu, penempatan PPK ke depan akan disesuaikan dengan distribusi wilayah kerja agar pengendalian proyek dapat berlangsung lebih efektif dan efisien.

Melalui pelaksanaan uji kompetensi ini, Risman berharap dapat mencetak lebih banyak PPK bersertifikat yang profesional.

Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi percontohan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) lain di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam menyiapkan SDM pengadaan yang kompeten guna mendukung percepatan pembangunan daerah.

(Gus)

Berita Terkait

Haltim Jadi Tuan Rumah HKG PKK ke-54, Produk Unggulan Desa Siap Dipamerkan 11 Kontingen
Perjuangkan Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Daerah, PUPR Malut Bahas Konektivitas Jalan Bersama DPD RI
Gelar Rakor, Baznas Haltim Sepakati Infak dan Sedekah Rp20 Ribu bagi ASN yang Belum Penuhi Nisab Zakat
Sekda Haltim Tegaskan Koordinasi OPD Jadi Kunci Percepatan MCSP RBS 2026
Wabup Helmi Pantau Proyek Jalan Lapen Loleojaya, Pastikan Infrastruktur Bermanfaat bagi Warga
Bupati Bassam Ultimatum Kepala OPD, Jangan Lindungi ASN Bolos, TTP Bisa Berujung Sanksi
Momentum HUT ke-27 Malut, BRI Perkuat Ekonomi Nelayan dan Layanan Kesehatan Masyarakat
Sherly Tjoanda Ajak Warga Malut Perkuat Kerukunan dan Baku Sayang demi Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIT

Sasar 4 Kafe di Bacan, Polres Halsel Temukan Satu Hasil Tes Urine Awal Positif MOP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:44 WIT

Hingga September 2026, Imigrasi Catat 17.597 Tindakan Administratif, Perkuat Pengawasan Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:26 WIT

ISI-PELITA Resmi Diluncurkan, LPKA Kelas II Ternate Perluas Akses Literasi dan Pendidikan Anak Binaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP 2026, Realisasi Capai Rp8,68 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:42 WIT

Somasi Direksi Perumda Ake Gaale, Kuasa Hukum Abdullah Bandang Tuntut Pembayaran Penghargaan Masa Jabatan

Berita Terbaru