Sultan Ternate Kukuhkan Panitia Festival Legu Tara No Ate 2026, Siap Digelar Agustus Mendatang

- Wartawan

Jumat, 29 Mei 2026 - 09:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE – HabarIndonesia.id – Yang Mulia Sultan Ternate ke-49, Sultan Hidayatullah Sjah, secara resmi melantik dan mengukuhkan Panitia Pelaksana Festival Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026 pada Kamis (28/5/2026), di lingkungan Kadaton Kesultanan Ternate.

Pengukuhan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan Kesultanan Ternate Nomor: 01.001.A/KT/V/2026 tentang Panitia Pelaksana Legu Tara No Ate Kesultanan Ternate Tahun 2026.

Festival budaya tahunan ini direncanakan akan digelar pada bulan Agustus 2026 dan akan menghadirkan berbagai rangkaian ritual adat, pertunjukan seni budaya, seminar kebudayaan, hingga kegiatan kepemudaan yang melibatkan masyarakat adat Moloku Kie Raha.

Dalam Surat Keputusan tersebut, Kaicil Ismuul Sujud dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana, didampingi Adrajid Kasten sebagai Wakil Ketua Panitia, serta jajaran sekretariat dan divisi-divisi pelaksana lainnya.
Sultan Ternate: Legu Tara No Ate Adalah Marwah Peradaban Kesultanan

Dalam keterangannya, Sultan Hidayatullah Sjah menegaskan bahwa Festival Legu Tara No Ate bukan sekadar agenda seremonial budaya, melainkan bagian dari upaya menjaga marwah Kesultanan Ternate dan warisan peradaban Moloku Kie Raha.

“Legu Tara No Ate adalah simbol persatuan hati masyarakat dan warisan leluhur Kesultanan Ternate yang harus terus dijaga. Festival ini bukan hanya milik Kesultanan, tetapi milik seluruh masyarakat Maluku Utara,” ujar Sultan Hidayatullah Sjah.

Sultan juga menekankan pentingnya pelestarian adat, sejarah, dan identitas budaya di tengah perkembangan zaman modern.

“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika adat dijaga, maka kehormatan negeri juga akan tetap berdiri kokoh. Karena itu saya berharap seluruh panitia bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga nilai adat se atorang dan syariat sebagai fondasi kehidupan masyarakat Ternate,” tegasnya.

Menurut Sultan, Festival Legu Tara No Ate 2026 diharapkan mampu mengangkat kembali posisi Ternate sebagai pusat peradaban rempah dan budaya di kawasan timur Indonesia.

Ia juga menyampaikan, Festival Legu Tara No Ate sebelumnya mendapat perhatian nasional setelah pelaksanaan tahun 2025 secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka.

Lebih jauh kata Sultan, momentum tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan posisi Festival Legu Tara No Ate sebagai agenda budaya nasional yang merepresentasikan kekayaan adat dan sejarah Kesultanan Ternate.

Menurut Sultan, kehadiran Wakil Presiden RI kala itu dinilai menjadi bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal di Maluku Utara.

Ia mengatakan, berdasarkan jadwal kegiatan yang telah disusun panitia, Festival Legu Tara No Ate 2026 akan menghadirkan sedikitnya 23 rangkaian kegiatan budaya dan adat.

Beberapa agenda utama yang akan dilaksanakan di antaranya:

• Ritual Kololi Kie
• Ritual Fere Kie
• Ziarah Keramat Kesultanan
• Long March dan Pawai Obor Gam Ma Cahaya
• Panggung Budaya Moloku Kie Raha
• Jujaru Ngungare
• Gala Dinner Kebudayaan
• Napak Tilas Sejarah Kesultanan Ternate
• Kirab Budaya dan Busana Adat
• Open Stand Expo UMKM
• Konser Budaya dan Closing Ceremony

Selain itu lanjutnya, festival juga akan melibatkan berbagai komunitas seni, pelaku UMKM, pemuda, akademisi, dan masyarakat umum.

Ketua Panitia Legu Tara No Ate 2026, Kaicil Ismuul Sujud, mengatakan pihaknya mulai mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan sejak dini agar pelaksanaan festival berlangsung maksimal dan lebih meriah dibanding tahun sebelumnya.

“Insya Allah Festival Legu Tara No Ate 2026 akan menjadi momentum kebangkitan budaya Kesultanan Ternate. Kami ingin menghadirkan festival yang bukan hanya besar secara acara, tetapi juga kuat dalam nilai budaya dan edukasi sejarah,” kata Ismuul Sujud usai pelantikan.

Ia menyebutkan panitia akan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk menjaga keberlanjutan budaya Ternate.

“Kami ingin anak-anak muda mengenal sejarahnya sendiri. Karena budaya tidak boleh berhenti hanya pada seremoni, tetapi harus diwariskan sebagai identitas dan kebanggaan masyarakat Ternate,” ujarnya.

Menurut Ismuul, pelaksanaan festival tahun ini juga akan diperkuat melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah, komunitas budaya, pelaku ekonomi kreatif, dan berbagai pihak swasta.

Lanjutnya, Festival Legu Tara No Ate sendiri merupakan pengembangan dari tradisi Legu Gam yang selama ini dikenal sebagai festival budaya Kesultanan Ternate.

Ia juga mengatakan, Festival tersebut diharapkan kembali menjadi agenda budaya berskala nasional serta masuk dalam kalender pariwisata Indonesia karena memiliki kekuatan sejarah, adat, dan identitas budaya yang khas.

Lanjut Sultan saat penutupan sambutan berlangsung mengatakan, Dengan pengukuhan panitia yang telah dilakukan, seluruh persiapan menuju pelaksanaan Festival Legu Tara No Ate 2026 kini resmi dimulai.

(Ardian M)

Berita Terkait

Haltim Jadi Tuan Rumah HKG PKK ke-54, Produk Unggulan Desa Siap Dipamerkan 11 Kontingen
Perjuangkan Infrastruktur Sesuai Kebutuhan Daerah, PUPR Malut Bahas Konektivitas Jalan Bersama DPD RI
Gelar Rakor, Baznas Haltim Sepakati Infak dan Sedekah Rp20 Ribu bagi ASN yang Belum Penuhi Nisab Zakat
Sekda Haltim Tegaskan Koordinasi OPD Jadi Kunci Percepatan MCSP RBS 2026
Wabup Helmi Pantau Proyek Jalan Lapen Loleojaya, Pastikan Infrastruktur Bermanfaat bagi Warga
Bupati Bassam Ultimatum Kepala OPD, Jangan Lindungi ASN Bolos, TTP Bisa Berujung Sanksi
Momentum HUT ke-27 Malut, BRI Perkuat Ekonomi Nelayan dan Layanan Kesehatan Masyarakat
Sherly Tjoanda Ajak Warga Malut Perkuat Kerukunan dan Baku Sayang demi Kemajuan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:34 WIT

Kapolres Halsel Turun ke Sekolah Beri Pesan Tegas kepada Pelajar, Jauhi Narkoba, Miras, dan Tawuran

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:46 WIT

Kasus Zahra Berkah Masih Bergulir, Polres Ternate Himpun Sitaan Lebih dari Rp3 Miliar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:26 WIT

CV Lexios Jaya Utama Layangkan Somasi II, HK-MAP KSO Didesak Lunasi Tunggakan Rp1,57 Miliar

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:42 WIT

Sasar 4 Kafe di Bacan, Polres Halsel Temukan Satu Hasil Tes Urine Awal Positif MOP

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:44 WIT

Hingga September 2026, Imigrasi Catat 17.597 Tindakan Administratif, Perkuat Pengawasan Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:26 WIT

ISI-PELITA Resmi Diluncurkan, LPKA Kelas II Ternate Perluas Akses Literasi dan Pendidikan Anak Binaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:01 WIT

Imigrasi Indonesia Lampaui Target PNBP 2026, Realisasi Capai Rp8,68 Triliun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:42 WIT

Somasi Direksi Perumda Ake Gaale, Kuasa Hukum Abdullah Bandang Tuntut Pembayaran Penghargaan Masa Jabatan

Berita Terbaru