RSUD Chasan Boesoiri Naik Kelas, Tindakan Coiling Aneurisma Perdana Berhasil Dilakukan di Maluku Utara

- Wartawan

Rabu, 4 November 2026 - 22:55 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama pihak Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, dan beberapa beberapa instansi lainnya termasuk pengurus terkait dalam bidang teknis kesehatan. Rabu, (04/11/26). Dok. Humas Adpim.

Foto bersama pihak Rumah Sakit, Dinas Kesehatan, dan beberapa beberapa instansi lainnya termasuk pengurus terkait dalam bidang teknis kesehatan. Rabu, (04/11/26). Dok. Humas Adpim.

TERNATE, HabarIndonesia.id — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Chasan Boesoiri Ternate berhasil mencetak sejarah baru dalam dunia medis di Provinsi Maluku Utara.

Berkolaborasi dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta, RSUD Chasan Boesoiri sukses melaksanakan tindakan intervensi coiling aneurisma perdana di Maluku Utara, Rabu (4/11/2026).

Langkah revolusioner ini merupakan bagian dari program jejaring pengampuan layanan stroke nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan RI. Program ini bertujuan memperluas akses penanganan medis tingkat tinggi bagi masyarakat di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara, dr. Julys Giscard Kroon, menjelaskan bahwa melalui program ini, RSUD Chasan Boesoiri diampu langsung oleh RSPON Dr. Mahar Mardjono untuk layanan stroke, sedangkan untuk layanan jantung diampu oleh RS Jantung Harapan Kita Jakarta.

“Hari ini, tim ahli dari RSPON melakukan proctoring (pendampingan) tindakan coiling aneurisma perdana di Maluku Utara. Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas program ini karena manfaatnya luar biasa bagi masyarakat. Selama ini, kasus-kasus kelainan pembuluh darah otak seperti ini harus dirujuk ke luar daerah. Mulai hari ini, proses itu sudah bisa ditangani di sini,” ujar dr. Julys.

Melalui tindakan perdana ini, kata dia, status pelayanan stroke di RSUD Chasan Boesoiri ditargetkan segera naik kelas dari posisi Utama menuju tingkat Paripurna.

Lanjutnya, Seluruh persyaratan ketat mutakhir kini telah dipenuhi, mulai dari ketersediaan fasilitas sarana dan alat kesehatan canggih (cath lab), hingga kesiapan tim medis multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis serta konsultan/subspesialis berkompeten.

Menurutnya, dalam sistem pengampuan nasional, RSUD Chasan Boesoiri memegang peran ganda strategis, yakni:

– Sebagai rumah sakit yang diampu, menerima transfer teknologi, ilmu, dan pendampingan langsung dari rumah sakit rujukan nasional (RSPON) untuk menangani penyakit dengan tingkat kesulitan tinggi.

– Sebagai rumah sakit pengampu wilayah regional, bertindak sebagai pusat pembina dan rujukan utama yang membawahi serta membina 10 RSUD kabupaten/kota di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara.

Direktur RSUD dr. H. Chasan Boesoiri, dr. Rosita Alkatiri, M.Kes., menambahkan bahwa RSPON Dr. Mahar Mardjono menerjunkan enam orang tim ahli untuk mendampingi langsung dokter spesialis bedah saraf dan dokter spesialis saraf internal RSUD Chasan Boesoiri.

“Pendampingan ini bertujuan agar ke depan, tenaga medis kami dapat melakukan intervensi tindakan secara mandiri. Jika nanti ada kasus pembuluh darah otak yang tersumbat atau pecah, tidak perlu ada lagi rujukan ke luar Maluku Utara. Kami juga tengah mengajukan proses perizinan ke BPJS Kesehatan agar layanan canggih ini dapat sepenuhnya dibiayai dan diakses secara gratis oleh masyarakat peserta jaminan,” ungkap dr. Rosita.

Lanjutnya, Metode coiling aneurisma yang diterapkan ini memiliki keunggulan medis yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan operasi bedah terbuka (clipping) konvensional yang mengharuskan pembukaan tulang tengkorak.

Bagi dia, Metode intervensi ini bersifat minim sayatan karena hanya membutuhkan luka kecil di area paha atau tangan sebagai jalur masuk kateter ke pembuluh darah otak.

Ia juga menyampaikan, Pasien akan merasakan rasa sakit yang minim karena tidak ada jaringan kepala atau otak yang disayat, sehingga proses pemulihan berjalan sangat cepat dalam hitungan hari hingga minggu.

Perwakilan tim ahli RSPON, dr. Riki, menyampaikan bahwa tindakan coiling dilakukan dengan menutup benjolan di dalam pembuluh darah untuk menekan risiko pecah akibat tekanan darah mendadak yang memicu stroke.

“Untuk kasus kompleks yang kita tangani hari ini adalah kasus pecah pembuluh darah di otak pasien laki-laki berusia 54 tahun dengan keluhan nyeri kepala hebat sebelumnya. Solusi yang diberikan adalah tindakan coiling yang dikombinasikan dengan pemasangan stent untuk menstabilkan pembuluh darah. Alhamdulillah, tindakan berjalan lancar dan perawatan selanjutnya akan dipantau secara berkala di RSUD,” jelas dr. Riki.

Ia juga mengapresiasi jajaran dokter RSUD Chasan Boesoiri atas keberhasilan bersejarah melakukan tindakan ini secara mandiri.

Tim dokter RSUD dr. H. Chasan Boesoiri turut menyampaikan rasa syukur atas kelancaran tindakan perdana ini. Melalui teknik penggumpalan pembuluh darah yang memanfaatkan jalur dari sela lipat paha, tim medis berhasil memaksimalkan penggunaan alat-alat canggih yang tersedia di rumah sakit dengan bimbingan dari tim RSPON.

Melalui peluncuran tindakan perdana ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen penuh untuk terus memperkuat fasilitas kesehatan lokal demi memangkas jarak pelayanan, menekan angka kematian serta kecacatan akibat stroke, dan mewujudkan keadilan akses kesehatan bagi seluruh masyarakat Maluku Utara.

(Gus).

Berita Terkait

Maluku Utara Bidik Layanan Kesehatan Otak dan Saraf Lebih Berkualitas, Gubernur Sherly Gandeng RS PON
35 Warga Haltim Ikuti Operasi Katarak Gratis, Kejari Apresiasi Dukungan Kejati dan Gubernur Malut
Peduli Kesehatan Masyarakat, Kejati Malut Fasilitasi Operasi Katarak untuk 35 Warga Haltim
Lindungi Warga dari Bahaya Kabut Asap, Polsek Pulau Bacan Salurkan 70 Masker Gratis
Biaya Pemeriksaan Kesehatan Jemaah Haji Ternate 2027 Capai Rp1,537 Juta
Samurai Geruduk RSUD Labuha, Desak Parkir Berbayar Dihentikan dan Direktur Dievaluasi
Ubaid Yakub dan BPJS Ketenagakerjaan Sepakat Perluas Perlindungan Pekerja di Haltim
Wawali Nasri Abubakar Dukung Langkah Strategis IDI Ternate Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:24 WIT

Bus Sekolah, Ambulans hingga Relokasi Sekolah, Pelta Nilai Smart Marsindo Peduli Warga Lingkar Tambang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:57 WIT

Wabup Haltim Soroti Ketidakjelasan Status Lahan Transmigrasi Patlean, Minta BPN dan BPKH Turun Tangan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:31 WIT

PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:59 WIT

Diberdayakan PT Position hingga Meraih Sertifikat K3 dan BNSP, 20 Pemuda Halmahera Timur Siap Dobrak Dunia Kerja

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:49 WIT

PT ANI Bertindak Usai RDP DPRD Haltim, Seluruh Mitra Kerja dan Sistem K3 Dievaluasi

Senin, 31 Agustus 2026 - 22:52 WIT

Kandang Ternak di Permukiman Soa Dipersoalkan, Polisi Tegaskan Hanya Penampungan Sementara

Senin, 31 Agustus 2026 - 01:54 WIT

Potensi Sagu Wailukum Dikembangkan, PT Position Serahkan Fasilitas Produksi Lengkap

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 17:32 WIT

Dari Benteng ke Benteng, Pemkot Ternate Gandeng Harita Nickel Dorong Sport Tourism Berbasis Warisan Budaya

Berita Terbaru