TERNATE — HabarIndonesia.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara menyelenggarakan seminar sekaligus uji publik rencana pembangunan strategis provinsi di Bela Hotel, Ternate. Rabu, 22/10/25.
Kegiatan ini bertujuan menghimpun masukan publik terhadap arah pembangunan daerah berbasis kajian ilmiah dan berkelanjutan.
Seminar dan uji publik tersebut dibuka secara virtual oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, dan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah, yakni “Maluku Utara yang Mandiri, Sejahtera, dan Berdaya Saing” beserta enam misi strategisnya. Kajian disusun oleh tim Universitas Khairun Ternate bekerja sama dengan pihak ketiga yang berkompeten.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Maluku Utara, Risman Iriyanto Djafar, menjelaskan bahwa kegiatan ini membahas tiga kajian utama yang dinilai krusial bagi arah pembangunan jangka menengah dan panjang provinsi.
Ketiga kajian tersebut meliputi Kajian Multiplier Effects Pembangunan Infrastruktur Ketahanan Pangan dan Energi Baru Terbarukan, Studi Kelayakan Pengembangan Kawasan Pertanian dan Pariwisata Terpadu, serta Studi Kelayakan Trans Kieraha.
Menurut Risman, ketiga dokumen tersebut tidak hanya bersifat teknis, tetapi menjadi peta jalan pembangunan strategis Maluku Utara.
“Ini bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan peta jalan menuju Maluku Utara yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing, sekaligus mendukung visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur serta pembangunan nasional,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menilai ketiga kajian saling terintegrasi dalam mendorong kemandirian ekonomi berkelanjutan.
Pembangunan infrastruktur ketahanan pangan dan energi terbarukan diharapkan memperkuat sektor-sektor vital, sementara pengembangan kawasan pertanian dan pariwisata terpadu diyakini mampu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekonomi masyarakat.
Adapun Trans Kieraha yang dikenal sebagai Segitiga Emas Maluku Utara dirancang sebagai tulang punggung konektivitas antarwilayah kepulauan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Tjoanda menegaskan pentingnya menjadikan kajian ilmiah dan studi kelayakan sebagai dasar setiap kebijakan pembangunan dan investasi.
“Kajian dan studi kelayakan adalah fondasi dari setiap pengambilan keputusan pembangunan yang bertanggung jawab. Kita tidak boleh membangun hanya berdasarkan asumsi, tetapi harus berbasis data yang akurat, analisis mendalam, dan proyeksi yang realistis,” tegasnya.
Gubernur juga menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam dan kearifan lokal Maluku Utara merupakan modal besar yang harus dikelola secara bijak.
“Tugas kita adalah mentransformasi potensi ini menjadi kemakmuran nyata, sambil tetap menjaga ketahanan sosial budaya dan ekologi yang menjadi jati diri kita,” tambahnya.
Melalui seminar dan uji publik ini, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk merancang program pembangunan yang memberi manfaat luas bagi masyarakat kepulauan serta meninggalkan warisan infrastruktur berkualitas bagi generasi mendatang.
Seluruh proses perencanaan akan dilakukan secara hati-hati dengan standar kualitas tinggi. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari perwakilan pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pelaku usaha, hingga unsur masyarakat.
Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memastikan rencana strategis yang dihasilkan bersifat inklusif, aplikatif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Maluku Utara ke depan.
(Red)













