SOFIFI – HabarIndonesia.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan di jalan raya.
Imbauan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Fachruddin Tuluboya, saat memimpin apel Operasi Keselamatan Kie Raha 2026 yang digelar di halaman Mapolda Maluku Utara. Senin, 02/02/26.
Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan kunci utama dalam menciptakan keselamatan berkendara.
“Stop pelanggaran, stop kecelakaan,” tegas Fachruddin saat mengutip pesan Gubernur melalui Whatsapp.
Menurutnya, operasi keselamatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan, di mana mobilitas masyarakat cenderung meningkat.
“Melalui sosialisasi ini, kita berharap potensi kecelakaan lalu lintas dapat ditekan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Maluku Utara, Brigjen Pol Stephen M Napiun, turut mengimbau masyarakat agar membudayakan tertib berlalu lintas dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan pentingnya penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan, serta kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.
“Mari bersama mematuhi aturan lalu lintas, hindari melawan arus, penggunaan knalpot brong, serta menjauhi NAPZA yang sangat berbahaya saat berkendara,” tegas jenderal bintang satu tersebut.
Apel Operasi Keselamatan Kie Raha 2026 juga ditandai dengan penyematan tanda bertugas kepada perwakilan Dinas Perhubungan, TNI, dan Polri, sebagai simbol resmi dimulainya operasi tersebut.
Dalam kesempatan itu ditegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas harus menjadi prioritas utama.
“Keselamatan adalah yang pertama dan utama. Kelalaian sekecil apa pun di jalan raya dapat berakibat fatal, bahkan kehilangan nyawa,” ujar Wakapolda.
Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Kie Raha 2026 tidak semata-mata berorientasi pada penindakan hukum, melainkan lebih mengedepankan pendekatan edukatif untuk membentuk masyarakat yang sadar hukum dan sadar keselamatan.
“Operasi ini kita harapkan menjadi langkah awal menuju tertib lalu lintas yang berkelanjutan di Maluku Utara,” pungkasnya. (*)













