TERNATE, HabarIndonesia.id – Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Kota Ternate, Maluku Utara, kini memiliki kesempatan untuk memiliki rumah melalui program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi dari pemerintah.
Salah satu perumahan yang menawarkan program tersebut adalah Gamalama Syaki Permai yang dikembangkan oleh PT Syaki Putra Mandala di Kelurahan Tubo, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.
Direktur Utama PT Syaki Putra Mandala, Irwanto, mengatakan bahwa perumahan tersebut diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah maupun masyarakat kelas menengah yang ingin memiliki rumah sendiri.
“Perumahan ini diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat menengah,” kata Irwanto kepada media, Selasa (27/10/2026).
Menurut Irwanto, program rumah subsidi ini diharapkan dapat membantu masyarakat memiliki hunian sendiri daripada terus mengeluarkan biaya untuk menyewa atau mengontrak rumah dalam jangka waktu yang lama.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, PT Syaki Putra Mandala bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) sebagai bank penyalur pembiayaan KPR.
Irwanto menjelaskan, tenor kredit yang ditawarkan mulai dari 10 tahun, 15 tahun, hingga 20 tahun. Masyarakat yang ingin mengajukan pembiayaan harus memenuhi persyaratan administrasi dan menjalani pemeriksaan kelayakan kredit oleh pihak bank.
“Yang penting KTP elektronik tidak bermasalah atau masuk daftar hitam (blacklist). Untuk pengajuan tenor lebih dari 20 tahun, masyarakat bisa mengajukan langsung ke pihak bank, karena ada juga yang pernah mengambil tenor lebih dari 20 tahun,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa cicilan rumah relatif terjangkau, yakni mulai dari kisaran Rp1 jutaan lebih per bulan, bergantung pada skema dan jangka waktu kredit yang dipilih.
Terkait biaya awal, Irwanto mengatakan bahwa program tersebut menawarkan kemudahan bagi calon pembeli.
Menurutnya, calon pembeli cukup menyiapkan pembayaran angsuran selama tiga bulan serta biaya meterai, sementara biaya lainnya ditanggung oleh pengembang.
“Program ini sangat mudah dan tanpa uang muka. Calon pembeli hanya perlu menyiapkan pembayaran angsuran tiga bulan dan meterai sebanyak 30 lembar. Selebihnya ditanggung pengembang,” ujarnya.
Irwanto mengungkapkan, dari unit yang telah dibangun, sebagian sudah ditempati oleh masyarakat. Bahkan, terdapat pembeli yang memilih melakukan pembayaran secara tunai.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan perumahan Gamalama Syaki Permai di Kota Ternate dilakukan secara bertahap. Untuk tahap pembangunan yang sedang dipasarkan, sebanyak 60 unit direncanakan dibangun. Sementara itu, total rencana pembangunan di lokasi tersebut mencapai 103 unit rumah.
Setiap unit rumah memiliki luas tanah 88 meter persegi dengan tipe bangunan 36. Irwanto juga menyebutkan bahwa saat ini sudah ada 41 kepala keluarga (KK) yang tinggal di kawasan perumahan tersebut.
Perumahan Gamalama Syaki Permai, lanjutnya, telah terdaftar dalam aplikasi Sistem Informasi Kumpulan Pengembang (SIKUMBANG).
Ia menegaskan bahwa rumah harus selesai dibangun 100 persen sebelum dapat ditempati oleh pembeli.
Lanjunya, Program perumahan bersubsidi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Menurutnya, Program pembangunan sejuta rumah yang dimulai pada era Presiden Joko Widodo kemudian dilanjutkan dengan target pembangunan tiga juta rumah pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Di akhir keterangannya, Irwanto berharap semakin banyak masyarakat di Kota Ternate yang memanfaatkan program rumah subsidi untuk memiliki hunian sendiri.
“Harapan kami, masyarakat yang sudah memiliki penghasilan, kalau bisa jangan terus-menerus mengontrak rumah. Lebih baik mengambil rumah agar bisa memiliki tempat tinggal sendiri,” tutupnya.
(Agis).






