TERNATE – HabarIndonesia.id – Hujan deras yang mengguyur Kelurahan Tafraka, Kota Ternate, sejak dini hari kembali menyebabkan banjir dan merendam permukiman warga.
Peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/01/26), sekitar pukul 04.00 hingga 05.00 WIT, akibat luapan air dari embung yang tidak mampu ditampung oleh sistem drainase yang sempit dan tidak memadai.
Sedikitnya delapan rumah warga terdampak banjir, masing-masing milik Nyong Popa, Malang Suleman, Sahlan Salam, Ade Saraha, Sukur Umar, Loga Marjan, Ridwan Sidik, dan Herwin Hafel.
Air masuk ke dalam rumah dengan ketinggian bervariasi, merendam perabotan rumah tangga dan memaksa warga menyelamatkan barang-barang penting di tengah hujan yang masih berlangsung.
Lurah Tafraka, Ibrahim Nifu, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat meningkatnya debit air dari embung yang mengalir melalui selokan kecil di sekitar permukiman warga.
Ia mengatakan, Saluran drainase tersebut dinilai tidak mampu menampung volume air hujan yang tinggi, sehingga air meluap dan menggenangi rumah-rumah warga.
“Air masuk lewat selokan karena ukurannya pendek dan kecil. Ketika air dari embung meningkat, selokan tidak mampu menahan debit air,” ujar Ibrahim saat dikonfirmasi.
Terkait penanganan, pihak kelurahan menyebutkan bahwa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan turun ke lokasi setelah hujan reda untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan.
“Informasi yang saya terima dari BPBD, mereka akan turun ke lokasi setelah hujan reda untuk mengecek kondisi,” tambahnya.
Ibrahim menegaskan bahwa persoalan banjir di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi dan cenderung menjadi rutinitas tahunan.
Ia menilai diperlukan langkah antisipatif dan solusi jangka panjang, bukan sekadar penanganan darurat setiap kali banjir melanda.
“Yang paling mendesak adalah mengantisipasi aliran air dari embung. Kalau tidak, selokan di sekitar rumah warga harus diperlebar. Jika tidak diperbaiki, banjir seperti ini akan terus terulang,” tegasnya.
Hingga saat ini, kata dia, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, warga mengaku masih diliputi rasa khawatir akan potensi hujan susulan, sementara solusi permanen dari pemerintah belum juga terealisasi.
Sementara lanjut Ibrahim, Warga tetap diimbau dan waspada, meski imbauan tersebut dinilai belum sebanding dengan tindakan konkret yang diharapkan.
(Apot)













