Bassam Dorong RDTR Kawasi-Saketa Jadi Fondasi Pembangunan Halsel yang Berkelanjutan

- Wartawan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, membuka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR Kabupaten Halmahera Selatan di Hotel Obama Labuha, Senin (5/10/2026). Dok. Ian.

Bupati Halsel, Hasan Ali Bassam Kasuba, membuka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR Kabupaten Halmahera Selatan di Hotel Obama Labuha, Senin (5/10/2026). Dok. Ian.

HALSEL, HabarIndonesia.id – Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba menegaskan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan Kawasi dan Saketa harus mampu menjawab dua kepentingan sekaligus, memberikan kepastian investasi dan memastikan lingkungan tetap terlindungi.

Penegasan itu disampaikan Bassam saat membuka Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RDTR Kabupaten Halmahera Selatan di Hotel Obama Labuha, Senin (5/10/2026).

Menurut Bassam, RDTR bukan sekadar dokumen tata ruang, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, mengarahkan investasi, sekaligus memberikan kepastian hukum melalui integrasi dengan sistem perizinan berbasis risiko atau Online Single Submission (OSS).

“Keberadaan RDTR merupakan instrumen krusial dalam mengarahkan pembangunan daerah yang terstruktur, terintegrasi, dan berkepastian hukum,” kata Bassam.

Ia mengapresiasi dukungan teknis Kementerian ATR/BPN dalam penyusunan RDTR Kawasi dan Saketa. Pemerintah daerah, kata dia, berharap dukungan tersebut dapat berlanjut pada 2027 seiring meningkatnya aktivitas dan pertumbuhan ekonomi di Halsel.

Bassam menilai salah satu agenda penting FGD adalah memastikan delineasi atau batas wilayah perencanaan benar-benar jelas. Penetapan batas tersebut harus mampu membedakan kawasan pengembangan, kawasan potensial pertumbuhan, hingga kawasan yang harus dilindungi.

“Penetapan batas delineasi sangat penting agar batas kewenangan perencanaan jelas, terarah, dan mencakup kawasan potensi pertumbuhan maupun kawasan lindung secara akurat,” tegasnya.

Bassam juga berharap proses penyusunan RDTR dapat mempercepat penyelesaian revisi RTRW Halsel. Menurutnya, revisi RTRW kini tinggal melalui tahapan pelaporan Indikasi Pelanggaran Pemanfaatan Ruang (IPPR) kepada Kementerian ATR/BPN.

Penyelesaian revisi RTRW tersebut dinilai penting untuk mendukung peninjauan kembali RDTR Perkotaan Labuha pada 2027 yang ditetapkan melalui Perda Nomor 5 Tahun 2020.

Di sisi lain, Bassam menegaskan kepentingan investasi tidak boleh mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Konsultasi publik KLHS harus menjadi ruang untuk mengidentifikasi sejak awal potensi dampak pembangunan terhadap ekosistem dan masyarakat.

Pembangunan ekonomi dan fisik kawasan harus berjalan selaras dengan daya dukung serta daya tampung lingkungan,” ujarnya.

Ia meminta seluruh OPD dan instansi teknis menyajikan data yang akurat dan valid. Camat, kepala desa, serta tokoh masyarakat juga diminta membuka kondisi riil di lapangan agar dokumen RDTR tidak hanya kuat secara administratif, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.

Bassam menegaskan kualitas RDTR dan KLHS sangat ditentukan oleh keterlibatan seluruh pihak. Investasi harus mendapat kepastian, tetapi ruang hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan juga harus mendapat perlindungan.

“Seluruh pemangku kepentingan harus aktif menyampaikan aspirasi, memberikan masukan, serta mengidentifikasi potensi dampak lingkungan sejak dini,” tandasnya.

(Ian)

Berita Terkait

Pemkab Haltim Tekankan Keselamatan dan Lingkungan, Perusahaan Tambang Diminta Taat Aturan
Sidak Panti Sosial, DPRD Malut Soroti Pembinaan dan Kesejahteraan Anak Asuh
PDPM Halbar Pertanyakan Pengawasan Satgas Karhutla di Area Gunung Gamkonora
PUPR Malut Bersinergi Padamkan Karhutla, Satu Mobil Tangki Dikerahkan
Bassam Tegaskan 550 Ribu Bibit Kelapa Harus Hidup, Berbuah dan Tingkatkan Pendapatan Petani
Bassam Fokus Bangun Dapil III 2027, Air Bersih hingga Jalan Jadi Prioritas
Lahan 10 Hektare Siap, BLK Halsel Rp72 Miliar Mulai Dibangun Oktober
BUMD Malut Didorong Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Penyumbang PAD

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:53 WIT

Wagub Malut Soroti Keterlambatan SRT 1 Halut, Progres Baru Capai 91 Persen

Kamis, 24 September 2026 - 23:15 WIT

Pendidikan Malut Didorong Naik Kelas, Kemendikdasmen Fokus Perkuat SMK dan Literasi Siswa

Kamis, 24 September 2026 - 22:55 WIT

Gubernur Sherly, Anggaran Miliaran Harus Berbuah Sekolah Layak dan Prestasi Siswa

Kamis, 10 September 2026 - 02:58 WIT

Pemuda Tauro Ici Gelar Maulid Nabi, Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan Antarumat Beragama

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:49 WIT

Bedah Tiga Buku Pemikiran Nasaruddin Umar Warnai Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:14 WIT

UMMU Siap Jadi Tuan Rumah MUNAS FPIP-PTM dan Seminar Internasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:11 WIT

Semarak HUT RI ke-81, MTs Negeri 1 Pulau Morotai Gelar Panggung Ekspresi dan Lomba Tradisional

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:55 WIT

STTAR Ternate dan GSI Semarakkan HUT RI ke-81 dengan Tujuh Lomba

Berita Terbaru

Kementerian Imigrasi. Kamis, (05/10/26). Dok. Istimewah.

Nasional

Imigrasi Berganti Nama, Optimalkan Layanan kepada Masyarakat

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:58 WIT