FGD Literasi Keuangan di Ternate, Pemprov dan OJK Bahas Perluasan Akses KUR

TERNATE, HabarIndonesia.id – Pertemuan Permintaan Daerah Provinsi Maluku Utara dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK)-Malut, membahas jasa keuangan dan administrasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang akan berkembang dalam sektor ekonomi masyarakat.

Wakil Gubernur Maluku Utara menegaskan pentingnya mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan. Hal itu disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion Literasi Keuangan di Lantai 2 Hotel Bela, Rabu (12/8/2026).

“Administrasi harus dipenuhi, tapi jangan sampai mengabaikan substansi yaitu kesejahteraan rakyat,” tegas Sarbin Sehe

Dalam sambutannya, Wagub menyampaikan masih banyak warga, termasuk lansia, yang takut berurusan dengan bank. Karena itu ia menitipkan kepada seluruh perbankan agar akses program Kredit Usaha Rakyat atau KUR dipermudah.

Ia juga mendorong penguatan pengawasan agar masyarakat tidak terjebak pada lembaga keuangan ilegal atau bermasalah.

Wagub Sarbin menyoroti potensi besar Maluku Utara di sektor perikanan, perkebunan, dan pariwisata yang belum digarap maksimal selama 20 tahun terakhir. Ia berharap rekomendasi dari FGD ini dapat menjadi dasar penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan UMKM.

Kepala OJK Provinsi Maluku Utara, Adi Surahmat, dalam laporannya menyampaikan selama 10 bulan beroperasi, OJK telah melakukan edukasi dan sosialisasi literasi serta inklusi keuangan ke seluruh kabupaten/kota di Maluku Utara dengan total 4.456 peserta.

“Berdasarkan Survei Nasional 2025–2026, tingkat literasi keuangan Maluku Utara tercatat 48,65% dan inklusi keuangan 77,18%. Angka ini masih di bawah rata-rata nasional,” Adi Surahmat Ujarnya.

Karena itu, Lanjut dia, OJK bersama Pemerintah Daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah terus mendorong perluasan akses keuangan, khususnya untuk sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor tambang.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap investasi ilegal dan penipuan digital. Sebagai Ketua Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal, OJK bersama aparat penegak hukum telah menutup lebih dari 1.200 entitas ilegal secara nasional.

“Masyarakat diimbau agar bisa secepatnya melapor melalui Kontak 157 atau iSPU OJK jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan,” Katanya.

Selain itu, Direktur Riset OJK Institute, Setiawan Budi Utomo, yang hadir secara daring menegaskan kegiatan “Kontribusi Literasi dan Inklusi Keuangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah” di Ternate merupakan tindak lanjut amanat UU No. 4 Tahun 2023 tentang P2SK dan RPJPN 2025–2045.

Ia menjelaskan literasi dan inklusi keuangan terbukti berperan penting dalam memperluas akses pembiayaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan mengurangi ketimpangan. Namun kajian menunjukkan akses keuangan saja belum cukup.

“Tanpa peningkatan literasi, keterampilan digital, dan pemahaman masyarakat, manfaat layanan keuangan cenderung terkonsentrasi pada kelompok tertentu dan belum optimal dirasakan secara merata,” Ucapnya.

Lanjutnya, dalam konteks tersebut, Provinsi Maluku Utara dipilih sebagai salah satu dari tiga lokasi praktik baik nasional karena mampu mencapai tingkat efisiensi pemanfaatan akses keuangan yang relatif tinggi, meskipun memiliki tantangan geografis.

Temuan tersebut menunjukkan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor kunci dalam menentukan efektivitas pemanfaatan layanan keuangan di daerah.

“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, industri jasa keuangan, akademisi, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat agar perluasan akses berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat,” Ungkapnya.

Ia juga mengharapkan diskusi ini menghasilkan rekomendasi konkret untuk penyempurnaan kebijakan dan mempercepat pemerataan manfaat ekonomi di Maluku Utara.

Informasi yang di himpun oleh Habar Indonesia.id, Kegiatan ini dihadiri oleh Pemda Provinsi Maluku Utara, pimpinan perbankan, asosiasi perusahaan, DJPb, Industri Jasa Keuangan, akademisi, serta perwakilan kampus.

Acara pembukaan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, dan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion.

(Agis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *