Berita  

DKP Ternate Gandeng Gitang Care Perkuat Pengendalian Hama, Jamin Keamanan Pangan Program MBG

TERNATE — HabarIndonesia.id – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Ternate menjalin kerja sama dengan Gitang Care dalam upaya memperkuat strategi pengendalian hama guna menjamin keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kolaborasi tersebut dibahas dalam kegiatan rapat koordinasi dan audiensi yang digelar di Auditorium Inspektorat Kota Ternate, Selasa (5/5/2026) dini hari.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan DKP, Gitang Care, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sanitasi dan pengendalian hama di dapur MBG.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Ternate, Muhammad Hartono, menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan inisiatif strategis untuk memastikan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat, khususnya anak-anak dan pelajar, terbebas dari kontaminasi hama dan bakteri.

“Ada inisiasi dari Direktur Gitang Care sebagai perusahaan jasa dalam pengendalian hama di program dapur MBG. Ini penting untuk menjaga kualitas pangan agar tetap aman dikonsumsi,” ujar Hartono.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Gitang Care diharapkan mampu membantu pemerintah daerah dalam mengatasi potensi gangguan hama di lingkungan dapur MBG, sehingga kebersihan dan keamanan makanan tetap terjaga.

Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

“Dinas Ketahanan Pangan bersama instansi terkait harus bekerja sama agar anak-anak penerima manfaat mendapatkan makanan sehat, bebas dari kuman, bakteri, dan zat berbahaya lainnya,” tegasnya.

Hartono juga menambahkan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap makanan yang dikonsumsi pelajar benar-benar berkualitas dan tidak terkontaminasi.

Sementara itu, Direktur Gitang Care, Muhammad Gitang Laut, mengungkapkan keprihatinannya terhadap sejumlah kasus keracunan makanan yang terjadi di beberapa sekolah.

Menurutnya, Berdasarkan hasil survei, masih banyak dapur yang belum memenuhi standar sanitasi yang memadai.

“Kami menemukan masih banyak yang belum memiliki standar sanitasi yang baik, termasuk pengelolaan air bersih, limbah, dan perilaku higienis. Ini menjadi perhatian serius,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa audiensi dengan satuan tugas (satgas) dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung program nasional agar berjalan lebih optimal serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Gitang Laut menegaskan komitmen pihaknya dalam menjamin dapur yang bersih dan steril, sekaligus memberikan edukasi kepada pengelola SPPG MBG terkait pentingnya pengendalian hama yang terintegrasi dengan sanitasi.

“Sanitasi dan pengendalian hama harus berjalan beriringan agar makanan tetap steril saat diterima oleh pelajar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hama seperti tikus dan kecoak berpotensi membawa penyakit dan bakteri berbahaya, sehingga pengelolaan dapur harus dilakukan secara profesional.

“Kami berharap edukasi ini dapat diteruskan kepada pihak yayasan maupun pengelola dapur agar mampu mengatasi permasalahan hama secara efektif,” tutupnya.

(Agis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *