Berita  

Pindah Atas Kemauan Sendiri, Warga Kawasi Nikmati Fasilitas Lengkap dan Ekonomi Cepat di Hunian Baru

Halsel, Obi – HabarIndonesia.id – Proses relokasi masyarakat Desa Kawasi, Kecamatan Obi, dari pemukiman lama ke pemukiman baru kini memasuki babak baru yang menyejukkan. Berbeda dengan narasi miring yang sempat beredar, warga menegaskan bahwa kepindahan mereka dilakukan secara sukarela tanpa ada unsur paksaan dari pihak mana pun.

​Warga yang kini telah menetap di lokasi baru mengakui adanya peningkatan kualitas hidup yang signifikan. Rumah-rumah baru yang disediakan dinilai jauh lebih layak huni dibanding pemukiman sebelumnya. Tidak hanya sekadar bangunan, masyarakat juga menikmati berbagai fasilitas penunjang secara gratis.

​”Kami pindah karena keinginan sendiri melihat masa depan yang lebih baik. Di sini rumahnya bagus, bersih, dan semua fasilitas disediakan tanpa kami harus mengeluarkan biaya lagi,” ujar Frans Datang salah satu warga yang juga sebagai Sekdes Desa Kawasi.

​Selain kenyamanan tempat tinggal, aspek ekonomi menjadi daya tarik utama di pemukiman baru yang dirasakan masyarakat seperti
​Pertumbuhan Ekonomi, ​Akses yang Mudah, dan Ramah Nelayan.

“Lokasi baru yang lebih tertata memicu munculnya peluang usaha baru bagi warga lokal, Infrastruktur jalan yang memadai memudahkan mobilitas warga, terutama akses menuju area pantai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Obi,” ungkap Frans

Meski berada di lokasi baru, para nelayan mengaku tidak mengalami kendala dalam melaut. Jarak menuju tambatan perahu tetap terjangkau, sehingga aktivitas mencari ikan tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

​Kepindahan masyrakat ke Kawasi Baru ini membawa harapan besar bagi masa depan generasi muda di Kawasi. Dengan lingkungan yang lebih sehat, fasilitas pendidikan dan kesehatan yang lebih dekat, serta dukungan ekonomi yang stabil.

“Pemukiman baru ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait,” kata Frans

“Selain itu, ​Langkah relokasi ini membuktikan bahwa perubahan tidak selamanya identik dengan tekanan, melainkan sebuah transisi menuju kesejahteraan yang lebih baik bagi seluruh warga Kawasi,” sambung Frans mengakhiri. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *