Berita  

GEMUSBA dan Lembaga Sahabat Pedalaman Rintis Kolaborasi Sosial, Pendidikan, dan Budaya di Ternate

TERNATE — HabarIndonesia.id – Gerakan Muda Sultan Babullah (GEMUSBA) menggelar pertemuan bincang sore bersama Lembaga Sahabat Pedalaman keterwakilan dari pusat yang turut dihadiri perwakilan Sekolah Rakyat dan Daur Mala. Kamis, 15/01/26.

Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus diskusi awal untuk merumuskan kerja-kerja kolaboratif di bidang sosial, pendidikan, dan kebudayaan di Kota Ternate dan wilayah sekitarnya.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah tawaran program kolaboratif yang masih berada pada tahap survei di beberapa daerah di Maluku Utara.

Program-program ini diusulkan sebagai bentuk respon terhadap berbagai persoalan sosial, keterbatasan akses pendidikan, hingga pelestarian budaya lokal.

Adapun lima program utama yang mengemuka dalam diskusi tersebut meliputi, pertama, pemberian bantuan kepada sekolah-sekolah yang membutuhkan, khususnya sekolah dengan keterbatasan fasilitas dan akses pendidikan.

Kedua, program yang berfokus pada isu disabilitas, yang ke depan akan dibahas lebih mendalam agar pelaksanaannya bersifat inklusif dan berkelanjutan.

Ketiga, program sosial kemanusiaan berupa bantuan bagi masyarakat yang terdampak musibah atau bencana. Program ini membutuhkan keterlibatan relawan yang siap siaga di lapangan sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi darurat.

Keempat, pengembangan program muatan lokal berbasis bahasa daerah sebagai upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal sejak dini di lingkungan pendidikan.

Kelima, program pemandu wisata berbasis komunitas yang mengusulkan peran anggota GEMUSBA sebagai pemandu wisata bagi pengunjung yang datang ke Ternate.

Ketua Harian GEMUSBA, Adrajid Kasten mengatakan dalam program ini, pemandu tidak hanya mengarahkan wisatawan ke lokasi wisata atau situs bersejarah, tetapi juga menjelaskan nilai sejarah, budaya, dan filosofi dari setiap tempat yang dikunjungi.

Selain program-program tersebut, Ketua Harian GEMUSBA, Adrajid Kasten, juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif serta perbaikan infrastruktur di wilayah pedalaman.

“Terkait fasilitas umum seperti jembatan, air bersih, perbaikan sekolah, dan fasilitas lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat setempat,” ujar Adrajid Kasten.

Menindaklanjuti berbagai gagasan yang disampaikan, Adrajid Kasten menyatakan kesiapan GEMUSBA untuk menyediakan ruang dan waktu guna menjalankan program-program yang ditawarkan Sahabat Pedalaman melalui skema kolaborasi.

“Program-program yang disepakati nantinya akan dikoordinasikan dan diambil alih oleh bidang masing-masing di tubuh GEMUSBA untuk dibahas lebih lanjut secara teknis,” katanya.

Ia berharap pertemuan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antar komunitas dan lembaga, sekaligus melahirkan program-program yang berdampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal di Kota Ternate.

(Rian Momole)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *