JAKARTA – HabarIndonesia.id – Ketua Umum Federasi Olahraga Domino Internasional (ORADO), Yoki Jahria, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan pengembangan olahraga domino dari tingkat internasional hingga ke daerah-daerah di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Yoki dalam sambutannya usai pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) ORADO tingkat provinsi se-Indonesia, yang digelar di Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Apresiasi dan Semangat Sportivitas
Dalam sambutannya, Yoki menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran pengurus daerah PB ORADO atas kerja keras dan dedikasi mereka dalam membangun organisasi.
“Teman-teman PB ORADO luar biasa. Kerja keras kalian menghasilkan sesuatu yang di luar dugaan. Tanpa kalian, ini tidak mungkin terjadi,” ujar Yoki.
Ia menekankan bahwa olahraga bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter, seperti sportivitas, disiplin, loyalitas, kerja sama, dan kesiapan menerima kekalahan maupun kemenangan.
“Olahraga mengajarkan kita bagaimana menghadapi kekalahan dan menjadikannya motivasi untuk bangkit dan mencapai target. Inilah jiwa olahraga yang harus kita bangun bersama,” tegasnya.
Yoki juga meminta para pengurus daerah yang memiliki pengalaman dan pengaruh di wilayah masing-masing untuk bertanggung jawab penuh dalam membesarkan ORADO dan menyatukan kekuatan demi kemajuan olahraga domino nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Yoki melaporkan bahwa ORADO akan segera menggelar sejumlah agenda strategis, di antaranya deklarasi organisasi, pelatihan wasit, serta pembekalan teknis bagi pengurus daerah.
“Besok kita fokus seharian. Harapannya, teman-teman dari daerah pulang dengan kesiapan menggelar kejuaraan nasional dan kejuaraan daerah. Kita ingin setiap daerah aktif mencari dan membina sebanyak-banyaknya pemain domino potensial,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, dalam sambutannya menyampaikan dukungan terhadap lahirnya ORADO sebagai bagian dari pengembangan olahraga dan industri olahraga nasional.
Menurut Erick, seorang pemimpin olahraga harus benar-benar mencintai olahraga dan bersedia meluangkan waktu, tenaga, serta sumber daya demi kemajuan cabang olahraga yang dipimpinnya.
“Kalau hanya jadi ketua tapi tidak cinta olahraga, tidak mau meluangkan waktu, bahkan tidak mau berkorban, buat apa,” tegas Erick.
Ia juga menyoroti besarnya potensi sport industry global yang nilainya mencapai sekitar USD 521 miliar atau setara Rp8.000 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 8 persen per tahun, melampaui pertumbuhan ekonomi global.
“Indonesia harus melihat olahraga bukan hanya dari prestasi, tetapi juga dari sisi industri. ORADO saya harap bisa menjadi salah satu cabang olahraga yang berkontribusi terhadap sport industry nasional,” ujarnya.
Menpora juga mengingatkan pentingnya persatuan dalam pengelolaan olahraga nasional dan meminta agar tidak terjadi dualisme organisasi.
“Bangsa ini tidak akan maju kalau terus terpecah belah. Mari kita bangun olahraga dengan satu visi,” pungkasnya.
(Red)













